
Assalamu'alaikum.
~HAPPY READING~
🐣🐣🐣
"Kamu ngomong apa sih? Aku gak suka kamu ngomong kayak gitu," ucap Salma.
Jaka mendongakkan kepalanya lalu tersenyum, "Saya mau tanya boleh gak?" tanyanya serius.
"Tanya apa?"
"Jika seandainya suatu hari nanti ada masalah atau kesalahan pahaman di antara kita, apakah kamu bakal percaya sama saya?" Jaka malah bertanya balik.
"Mmm ... ya tergantung sih," jawab Salma.
"Hmm, ya udah kita pulang aja yuk! Udah selesai kan makan es krimnya?" ajak Jaka mengalihkan pembicaraan yang di angguki oleh istrinya.
Mereka pun memilih untuk segera pulang. Sepanjang perjalanan hanya ada keheningan di antara mereka. Sampai-sampai tidak terasa sudah sampai di halaman rumahnya.
"Eh Non sama Aden udah pulang? Abis darimana? Ehem ... Bawa makanan gak?" tanya Pak Mamat sambil membukakan gerbang.
"Pak Mamat kerjaannya makan mulu, kita lupa gak beli makanan buat Bapak. Ya udah nih uangnya aja, tadi kebetulan saya lihat tukang Bakso di depan sana. Cukup kan Pak?" ujar Jaka sambil memberikan lima puluh ribu.
"Ah si Aden baik banget, cukup kok cukup. Makasih banyak yah Den," sahut Pak Mamat senang.
"Ya udah kita ke dalam dulu yah," ucap Jaka yang di angguki oleh Pak Mamat. Mereka pun berlalu pergi meninggalkan Pak Mamat sendirian.
"Saya mau bikin kue, mau ikut gak? Sekalian belajar," ajak Jaka.
"Mmm boleh, tapi emangnya kamu bisa bikin kue?" tanya Salma sambil mengikuti suaminya yang berjalan menuju dapur.
"Bisa dong," jawab Jaka sambil memakai celemeknya dan menyiapkan barang-barang yang sudah di belinya tadi.
Salma hanya manggut-manggut sambil membantu suaminya. Jaka memberikan tepung kepada Salma menyuruhnya untuk di buka.
"Pfffttt ..." Jaka menahan tawanya melihat wajah istrinya yang penuh dengan tepung karena dia membuka tepung tidak benar.
__ADS_1
"Ih kenapa di ketawain sih," gerutu Salma. "Lagian ini juga tadi kenapa susah banget di bukannya. Pas di gigit malah nyembur ke muka."
"Hahaha, bukannya gak gitu juga kali. Kan ada gunting," ledek Jaka yang tiba-tiba terkejut karena Salma menabur tepung ke wajahnya.
"Hahaha, rasain tuh makannya jangan ngetawain!" balas Salma sambil menjulur-julurkan lidahnya dan berlari kecil menjauhi suaminya.
Tidak terima Jaka pun langsung mengejarnya sambil menggenggam tepung di tangannya untuk membalas istrinya, "Salma sini yah kamu!"
"Tangkap aja kalau bisa," Salma semakin berlari kecil menjauhi suaminya.
"Nah ketangkep kan kamu, mau kabur kemana lagi hayo?" Jaka memoleskan tepungnya kembali ke wajah istrinya dan begitupun dengan Salma.
"Ha-ha-ha ... Jaka, udah ha-ha-ha ..." pinta Salma karena merasa geli di gelitikin suaminya.
"Gak akan sebelum kamu minta maaf," ujar Jaka.
"Ha-ha-ha ... Iyah aku minta maaf Ha-ha-ha ..." sahut Salma dan Jaka pun menghentikan aksinya.
"Kamu mah licik, pake nge gelitikin segala," ucap Salma sambil cemberut.
"Udah gak usah cemberut terus, ayo kita lanjutin buat kuenya!" ajak Jaka dan dengan malas Salma hanya menurut.
.
.
.
🍁🍁🍁
Dua Minggu telah berlalu. Semakin ke sini hubungan mereka semakin membaik justru malah semakin romantis dan harmonis. Begitupun Salma yang sudah memberikan kesucian yang selama ini ia jaga kepada suaminya. Mereka sudah melakukan malam pertamanya yang tertunda.
Salma sekarang sudah merasa nyaman dengan keberadaan Jaka dan tidak mau kehilangannya. Ia juga selalu mencoba menjadi istri yang baik untuk suaminya, setiap hari saat ingin melaksanakan sholat subuh ia selalu bangun terlebih dahulu untuk menyiapkan air hangat dan juga pakaian suaminya.
Setiap sarapan juga ia selalu menyiapkan roti untuk suaminya karena memang sampai sekarang Bi Inez belum kembali juga. Gak bakal kerja lagi kali, ya masa ambil cuti selama ini.
Begitupun saat ingin berangkat kerja, Salma selalu menyiapkan pakaian kerja suaminya dan ia juga selalu membantu memakaikan dasinya. Namun siapa sangka, awalnya memang baik-baik saja tetapi tiba-tiba masalah datang di waktu tidak tepat yang membuat hubungan mereka sedikit renggang.
__ADS_1
Di kantor Alexander group.
Di ruang meeting.
Saat ini terlihat perusahaan Alexander sedang meeting penting dengan perusahaan ternama di Jepang. Memang Jaka dan Salma sudah kembali bekerja dari satu Minggu yang lalu.
"Ini maksudnya apa? Kenapa kalian kasih berkas abal-abalan seperti ini?!" ujar CEO Jepang tersebut, anggap aja mereka bisa bahasa Indonesia yah.
"B-berkas abal-abalan? Maksudnya?" tanya Salma bingung sambil melirik ke arah Jaka.
"Iyah, kalau kerja kalian seperti ini sebaiknya kita batalkan saja kerjasamanya!"
"Mr. Kei sebelumnya mohon maaf ataa keteledoran kita dalam bekerja. Tapi kita mohon, kasih kita kesempatan kepada Mr. Kei. Kebetulan saya sudah buat flashdisk penting perusahaan ini untuk membahas tentang kerja sama kita," ujar Salma sambil mengambil flashdisk yang ia maksud.
"Oke, saya kasih kalian kesempatan sekali lagi. Jika ini tidak sesuai harapan terpaksa kerja sama kita di batalkan," sahutnya.
Salma pun mengangguk, lalu ia menyuruh karyawannya untuk menyetel flashdisk penting tersebut di leftopnya. Terkejutnya semua orang ketika melihat video tersebut ternyata menampilkan Jaka yang sedang berc"ium*n dengan seorang perempuan yang pastinya bukan Salma.
"Apa-apaan ini?!! Saya benar-benar kecewa kepada kalian!! Gimana mau sukses kalau kerja kalian seperti ini! Saya batalkan kerja samanya!!! Dan jangan harap perusahaan yang lain bakal mau kerja sama dengan perusahaan seperti ini!!" teriak Mr. Kei mulai beranjak dari tempat duduknya lalu mengajak sekretarisnya untuk segera pergi.
"Mr. Kei kita mohon kasih kita kesempatan sekali lagi saja. Ini hanya kesalahan pahaman, sepertinya ada orang yang iseng menu--"
"Diam!! Saya tidak percaya lagi! Dulu saya kira setelah bekerjasama dengan perusahaan ini akan sangat menguntungkan, ternyata di luar dugaan saya! Sangat memalukan!!"
Salma melirik ke arah Jaka tajam lalu ia mengacak-acak rambutnya frustasi, "Argghhh! Semuanya keluarrr!!!" teriak Salma kepada karyawannya yang langsung di turuti karena takut.
"Sal, ini salah paham! Ini gak seperti yang ka--"
"Ngapain Lo di sini?!! PERGI! Gue kira Lo itu cowok baik-baik beda dari yang lain, tapi ternyata gue salah. LO SAMA AJA, SAMA-SAMA PLAYBOY SUKA MAININ PEREMPUAN DAN SEKARANG DENGAN PERLAHAN LO HANCURIN HIDUP GUE?! SEKARANG LO TAU SENDIRI KAN SETELAH INI APA YANG AKAN TERJADI DENGAN PERUSAHAAN INI?! PERUSAHAAN INI YANG UDAH BOKAP DAN GUE PERJUANGIN SELAMA INI AKAN RUNTUH BEGITU SAJA! LO TAU TADI ITU PERUSAHAAN TERNAMA DI JEPANG! DAN LO TAHU, DIA PASTI BAKAL CEMARIN NAMA BAIK PERUSAHAAN INI!" teriak Salma di depan wajah Jaka.
Salma menundukkan kepalanya, "Hikss-hikss ... Gue nyesel serahin barang berharga gue ke Lo, ya walaupun Lo suami gue! Tapi gue nyesel, GUE NYESEL!" lanjutnya sambil terisak.
"Sal, maafin saya! Tapi saya bisa jelasin semuanya! Masalah berkas saya sudah taruh berkas yang dulu kamu titipin ke saya di atas meja kamu. Dan saya gak tau kalau berkas tadi ternyata berkas abal-abalan, saya benar-benar gak tau. Mungkin ada orang yang sengaja menukarnya. Dan kalau masalah flashdisk tadi, sa--"
"DIAM!" bentak Salma yang membuat Jaka langsung terdiam, "MENDING SEKARANG LO PERGI! GAK USAH KERJA LAGI, KARENA PERUSAHAAN INI SEBENTAR LAGI JUGA BAKAL BANGKRUT!"
>Bersambung ....
__ADS_1