
Assalamu'alaikum.
~HAPPY READING~
🐣🐣🐣
Kini sudah sekitar dua jam lebih dan operasi Sam Alhamdulillah berjalan dengan lancar. Kondisinya juga sudah semakin membaik.
Usai transfusi darah tadi tidak tau kenapa Salsa merasa badannya sangat lemas. Hal itu malah membuat orang tuanya khawatir.
"Sayang, kamu kenapa? Apa kamu sakit?" tanya Salma khawatir yang sedari tadi melihat Putrinya sangat aneh.
"T-tidak apa-apa Bunda, Salsa baik-baik saja. Hmm ayo kita lihat Kak Sam," ujar Salsa sambil tersenyum tipis lalu ia mulai berjalan menuju ruangannya Sam dengan sedikit gontai, yang kebetulan sudah ada Aqila di dalam ruangannya.
"Sayang, apa kamu yakin baik-baik saja?" tanya Salma lagi untuk memastikan sambil mengikuti Putrinya.
"Aku baik-baik saja Bunda," ucap Salsa sambil tersenyum palsu ke arah Bundanya.
Salsa mengalihkan pandangannya menatap lelaki yang sedang terbaring lemah di hadapannya. Ia menatapnya dengan sendu dan karena merasa sedikit pusing ia pun memilih duduk di kursi di samping brankar yang kebetulan Aqila baru saja beranjak karena melihat kehadiran mereka.
"Kak, ayo bangun ... pliss maafin Aca," pinta Salsa sambil menggenggam tangan Sam dan mengelusnya lembut.
Tidak ada respon sedikitpun dari Pria itu. Salsa terus mengajaknya berbicara hingga beberapa menit kemudian, tiba-tiba saja jari-jemarinya Sam bergerak. Dan tidak lama Pria itu mulai membuka matanya.
__ADS_1
Ia menatap ke sekeliling heran, lalu menoleh ke samping. Ke arah wanita yang sedang duduk sambil tersenyum ke arahnya karena merasa senang melihat lelaki itu sudah sadar.
"Abang sudah sadar? Alhamdulillah," ucap Aqila heboh.
Salsa tersenyum melihat wajah bingung Samuel, "Syukurlah Kak Sam sudah siuman," ucapnya.
Sam mencoba mengingat kejadian beberapa jam yang lalu, "A-aca apa kamu tidak papa?" tanyanya khawatir setelah mengingat semuanya.
"Seharusnya aku yang tanya sama Kakak, apa Kakak tidak apa-apa? Apa ada yang sakit?" tanya Salsa balik.
"Aku tidak papa. A-apa kamu memaafkanku?" tanya Sam sambil menatap gadis itu sendu.
"A-aku ..."
"Aku," Salsa memegangi kepalanya sambil memejamkan matanya sejenak untuk menghilangkan rasa pusing itu. Namun sialnya tidak tahu kenapa kepalanya malah semakin pusing, tubuhnya juga lemas.
"Kakak kenapa? Apa Kakak sakit?" tanya Aqila khawatir yang melihat Salsa seperti sedang tidak kenapa-napa.
"Aku tidak papa ..." Salsa berkata dengan lemas, kepalanya semakin pusing, tiba-tiba pandangannya kabur. Dan ....
Brukk!
"Acaaa!!"
__ADS_1
"Kak Salsa!!"
"Salsa!!"
Salsa pingsan dan untung saja Aqila yang sedang berada di sampingnya langsung menangkapnya.
"Salsa!" Jaka dan Salma langsung menghampiri Putrinya. Tidak berpikir panjang Jaka pun langsung menggendong Putrinya untuk segera di periksa oleh Dokter.
"Acaa! Ahk!" Sam berniat duduk dan ingin menyusul untuk melihat gadis itu. Namun tiba-tiba ia merasa sakit di perutnya bekas operasi tadi.
"Abang jangan banyak gerak dulu, bekas operasinya masih belum kering juga!" ujar Aqila sambil membantu Abangnya untuk berbaring kembali.
"Abang mau lihat Aca! Apa dia tidak apa-apa? Kenapa bisa pingsan gitu?" sahut Sam khawatir.
"Abang tenang dulu yah, Kak Salsa pasti baik-baik saja. Mungkin dia lemas abis donorin darahnya tadi. Di tambah Kak Salsa kondisinya lemah ... upss," Aqila menutup mulutnya yang tidak mau di ajak kompromi. Memang sebenarnya Salsa meminta agar tidak ngasih tau ke Sam.
"Donorin darah?! Ke siapa?! Siapa orangnya, kasih tau Abang!! Kenapa dia meminta Aca untuk donorin?! Apa tidak ada pendonor lain?!"
"Mmm ..."
>Bersambung ...
Mon maaf jika banyak typo bertebaran;v
__ADS_1
up-nya segini dulu yah, mata dah 5 Watt. Di tambah mau vaksin besok gak boleh gadang 😴