
Assalamu'alaikum.
~HAPPY READING~
🐣🐣🐣
"Lo?!"
Orang yang menabraknya tak lain adalah Refan. Ia langsung menatap Sam dengan tak suka dan perasaan marah.
"Lo! Gara-gara Lo gue gak bisa ketemu Salsa lagi! Dan gara-gara Lo sekarang dia di bawa pergi jauh dari negara ini!" bentaknya.
Sam hanya menatapnya datar, ia mendekat ke arah Refan lalu membisikkan sesuatu. "Gue gak peduli! Gue bakal cari Salsa sampai ketemu! Dan gue ingetin ke Lo, dia akan menjadi milik gue! Apapun caranya dia akan menjadi milik gue!" ucap Sam tegas dan berbalik ingin berlalu pergi.
"Tunggu!" panggil Refan yang membuatnya langsung menghentikan langkahnya, "Siapa Lo ngatur-ngatur?! Gue gak akan ikhlas jika Salsa sama Lo! Pokoknya dia akan jadi milik gue!"
"Itu gak akan pernah terjadi!" tegas Sam dan berlalu pergi meninggalkan Refan dengan wajah kesal.
"Awas aja Lo, gue gak akan tinggal diam! Lo udah buat Salsa terluka dan sekarang dia ninggalin gue!" ucap Refan sambil tersenyum smrik menatap kepergian Sam.
Dorr!
Tiba-tiba ada seseorang yang mencoba mengangetkannya sambil menepuk pundaknya. Refan hanya terdiam tidak kaget sama sekali, ia masih tetap dengan ekspresinya yang tadi.
"Ih kok gak kaget sih? Abang ishh ...?!"
__ADS_1
"Ah iyah, udah ke toiletnya?" tanya Refan kepada Adek sepupunya yang tidak lain adalah Rere. Memang mereka sedang berada di taman sekarang, karena permintaan Rere Refan hanya menurut mengajaknya jalan-jalan.
"Iyah udah, beli es krim yuk!" ajak Rere sambil menarik lengan Abangnya. Refan hanya pasrah, mereka pun membeli es krim dan setelah itu duduk di kursi taman.
Hening, hanya ada keheningan di antara mereka. Rere yang biasanya cerewet saat bersama Abangnya kini hanya melamun sambil memakan es krimnya. Ia tiba-tiba teringat Gibran saat makan es krim bersamanya dan mengelap sudut bibirnya yang belepotan.
"Hei, kenapa diam aja?!" tanya Refan memecahkan lamunannya sambil mengarahkan es krimnya ke hidung Rere.
"Ih abangggg! Auk ah Rere ngambek!" ucapnya sambil cemberut mengalihkan pandangan.
"Utututu ... Ngambek nih ceritanya?" ledek Refan sambil mengacak-acak rambut Adek sepupunya.
"Ishh Abang ngeselin banget sih!"
"Aku itu lagi sedih aja, temenku pindah sekolahnya ke luar negeri," ucap Rere yang membuat Refan mengerutkan keningnya, "Eh bukan hanya temen sih, dia orang pertama yang aku suka saat pandangan pertama. Makanya aku sedih dia pergi" lanjutnya sambil menundukkan wajahnya.
"Aww!" pekik Rere yang tiba-tiba mendapatkan cubitan kecil di hidungnya.
"Masih kecil jangan bahas soal cinta! Sekolah dulu yang benar!" ujar Refan membuat Rere cemberut.
"Bodo! Daripada Abang tuh playboy! Wlee ..." ledeknya.
"Udah tobat kali!" sahut Refan.
"Playboy ya tetap playboy! Gak akan pernah tobat! Wlee ... Abang playboy!" ledek Rere sambil berlari.
__ADS_1
"Rere!! Awas kamu yah!" Refan langsung mengejar Rere dan terjadilah main kejar-kejaran hingga ...
Brukk!
Tidak sengaja Rere menabrak seseorang karena terus saja melihat ke belakang. Karena masih memegang es krim membuat baju orang yang ia tabrak ternodai oleh es krim tersebut.
"Ah, m-maaf Kak Rere gak sengaja," ucap Rere sambil menunduk.
"Gimana sih?! Kalau jalan lihat-lihat dong!! Baju gue jadi kotor kan!" marahnya sambil mencoba membersihkan bajunya.
"S-sini biar Rere aja yang bersihin," Rere berniat ingin membantunya namun di tolak.
"Gak perlu!!"
"Adek gue kan udah minta maaf, kok Lo ngegas sih?!" ujar Refan yang tiba-tiba datang membuat wanita itu langsung menoleh, "Adek gue minta maaf baik-baik tapi lho malah kayak gitu. Jatuhnya kayak ngebentak tau gak!"
"Ckk!" ia berdecak kesal, tidak peduli dengan Refan dan Rere. Ia masih mencoba membersihkan bajunya yang kotor.
"Aqila!!" tiba-tiba ada seorang pemuda yang memanggilnya membuat ia langsung menoleh, begitupun dengan Refan dan Rere.
"Ckk, sial!" umpat perempuan yang bernama Aqila yang dengan gercep langsung pergi begitu saja meninggalkan mereka.
"Aqila tunggu!!" panggil seseorang itu yang tidak di hiraukan. Sedangkan Refan dan Rere hanya menatapnya tanpa ngerti apa-apa.
>Bersambung ....
__ADS_1