
Assalammu'alaikum.
~HAPPY READING~
🐣🐣🐣
Hari-hari pun telah berlalu, Minggu pun telah berganti. Semakin ke sini Salma semakin mencoba untuk menerima Jaka sebagai suaminya. Sifatnya yang selalu kasar, kini berubah menjadi lembut dan perhatian. Sedangkan kepada Reza? Ia selalu menghindari lelaki itu, karena Salma berpikir jika ia menghindar pasti cintanya akan hilang dengan sendirinya.
Kini tidak lama setelah melaksanakan sholat subuh, sekitar jam set tujuh. Sepasang suami istri itu terlihat sudah rapih mengenakan pakaian olahraga. Karena memang hari ini weekend, jadi mereka berniat untuk jogging pagi.
"Udah siap belum? Ayo kita berangkat!" ujar Jaka.
Salma hanya tersenyum, lalu mengangguk kepalanya, "Ayo!" Mereka pun mulai melangkahkan kakinya keluar dari kamar menuju ke bawah.
"Bi! Bibi!" teriak Salma memanggil Bi Inez setelah sampai di lantai dasar.
"Iyah Non, Den ada apa?" tanya Bi Inez sambil membungkukkan tubuhnya yang baru saja datang.
"Pagi Bi," sapa Jaka sambil tersenyum.
"Pagi Den, Non. Udah rapi aja nih, mau jogging?" sahut Bi Inez.
"Iyah Bi kita mau jogging. Oh iyah nanti Bibi gak usah masak aja yah, tapi kalau Bibi laper masak aja buat Bibi sendiri sama Pak Mamat. Soalnya nanti abis jogging saya mau belajar masak," ucap Salma.
"Siappp Non, sekarang gak mau sarapan dulu nih?" tawar Bi Inez.
"Kita mau makan roti aja, tolong siapin susu angetnya yah Bi," jawab Salma.
"Oke Non tunggu yah," ucap Bi Inez yang langsung berlalu pergi ke dapur.
"Ya udah ayo kita duduk," ajak Salma kepada Jaka untuk duduk di meja makan. Jaka pun hanya menurut, "Mau pakai selai rasa apa?"
"Rasa coklat aja," jawab Jaka sambil tersenyum.
Salma membalas senyumannya, lalu ia mulai mengoleskan selai ke dalam roti tawar tersebut, "Ini di makan yah," ucapnya sambil memberikan roti yang sudah di olesi selai.
"Makasih," ucap Jaka dan langsung memakan roti tersebut.
"Permisi Non, Aden. ini susunya," ucap Bi Inez yang baru saja datang dengan membawa dua gelas susu anget.
"Oke makasih Bu."
Bi Inez hanya mengangguk lalu ia pamit untuk kembali ke dalam kamarnya. Sedangkan sepasang suami istri itu memilih untuk melanjutkan sarapannya, ya walaupun hanya roti tapi tidak apa-apa asal perutnya terisi untuk mengganjal laper saja.
"Udah selesai kan? Ayo! Nanti takutnya keburu siang," ajak Salma yang hanya di anggukki oleh Jaka.
__ADS_1
Mereka pun mulai berjalan menuju keluar rumah, "Eleh-elehh ... Si Non sama si Aden teh mau kemana udah pada rapi gini?" tanya Pak Mamat yang seperti biasa terlihat sedang menyapu halaman.
"Ke kuburan," jawab Salma singkat.
Jaka menoleh menatap istrinya sambil mengerutkan keningnya heran. Salma yang mengerti dengan tatapan suaminya hanya tersenyum sambil memberikan kode lewat matanya.
"Hah?! Masa ke kuburan malah pake baju olahraga kayak gini sih?" tanya Pak Mamat tak percaya.
"Emangnya gak boleh yah? Ya udah mau ke KUA aja deh," ucap Salma.
"Ke KUA mau ngapain Non? Kan Non sama si Aden udah nikah?" tanya Pak Mamat polos.
"Tadinya mau numpang berak Pak, tapi gak jadi deh. Jadinya mau nikahin Pak Mamat sama Bi Inez aja," gurau Salma.
"Hah? Kok saya sih?" tanya Pak Mamat yang masih belum sadar.
"Hmm, jadi gak mau? Ya udah nikahin Bi Inez sama cowok ganteng itu aja deh yang di komplek sebelah," ucap Salma.
"Lah jangan dong Non! Bi Inez kan punya saya, pokoknya jangan ada yang milikin dia selain saya! Pokoknya GAK BOLEH! Titik gak pake tanda tanya!" sahut Pak Mamat sewot.
"Hahaha, Pak Mamat ada-ada aja. Terserah deh, kalau gitu kita pamit yah. Mau Jongging, jagain rumah yah! Inget jangan dekat-dekat sama Bi Inez selama kita gak ada di rumah!" ujar Salma.
"Assiaapppppppp!" ucap Pak Mamat sambil hormat.
"Kurang panjang Pak!" sahut Salma.
"Kenapa Pak?" tanya Jaka khawatir.
"Huwekkk ... Ekhem ... Ada lalat masuk Den," jawabnya dengan wajah terlihat memelas.
Jaka dan Salma saling memandang, "Pffftttt ... Bwahahahahaa ...." awalnya mereka hanya bisa menahan tawa, namun karena tidak tahan mereka pun tertawa berbahak-bahak di hadapan Pak Mamat yang masih terdiam memikirkan hewan kecil yang masuk ke dalam mulut dan tidak sengaja ia telan.
"Makanya Pak jangan mangap mulu, nah sekarang terbuktikan ada hewan yang masuk. Lain kali beli solasi aja buat tutup mulutnya. Hahaha, ya udah kalau gitu kita pamit yah. Assalamu'alaikum!" ucap Salma.
Mereka pun berlalu pergi meninggalkan Pak Mamat yang masih terdiam merasakan lalat tersebut. Sebelum Jongging di mulai tidak lupa mereka melakukan pemanasan terlebih dahulu. Dan sepanjang perjalanan mereka Jongging sambil terus bercanda dan tidak terasa sudah sekitar satu jam lamanya.
"Hosh ... Hosh ... Capek juga yah, duduk dulu yuk!" ajak Salma dengan nafas terengah-engah.
Karena kasihan melihat istrinya kecapek'an, Jaka pun hanya mengangguk dan mulai mengikutinya untuk duduk di rumput-rumput yang ada di pinggir jalan, "Eh itu kayaknya ada yang jualan air deh," ucap Salma sambil menunjuk ke sebuah pedagang di seberang jalan tidak jauh dari tempatnya istirahat.
"Bentar yah Aku mau beli air dulu," lanjutnya sambil menatap Jaka sekilas lalu beranjak dari tempat duduknya dan berniat untuk menyebrang tanpa melihat-lihat.
Mata Jaka membulat sempurna ketika melihat sebuah motor yang melaju sangat kencang dari arah yang berlawanan, "SALMA AWAS!" teriak Jaka yang langsung beranjak dari tempat duduknya dan berlari menghampiri istrinya.
"Aaaaaaaaaa!" teriak Salma ketakutan sambil memejamkan matanya.
__ADS_1
Buk!
"Aww!" pekik Salma kesakitan ketika Jaka mendorong tubuhnya hingga terjatuh.
Sedangkan Jaka yang berniat untuk menolong Salma dengan mendorong tubuh gadis itu agar tidak tertabrak malah membuat dirinya terluka karena terserempet dan terjatuh di atas tubuh mungil istrinya yang kebetulan tidak jauh dari sana.
'Lagi-lagi kamu menolongku Jak. Kamu rela terluka demi selamatin Aku. Ternyata aku baru sadar, kamu adalah orang yang selalu ada di saat aku membutuhkanmu. Seharusnya aku bersyukur mempunyaimu.' ucap Salma dalam hati sambil memandangi wajah tampan Jaka yang berada di atas tubuhnya.
Jaka yang tersadar langsung bangkit dari atas tubuhnya, "Sal, kamu gapapa kan? Ada yang luka gak?" tanyanya khawatir.
Salma hanya tersenyum, "Aku gapapa kok dan seharusnya Aku yang nanya kamu gapapa? Tadi kan kamu sempat ke serempet, pasti terluka. Coba aku lihat," sahut Salma sambil mengecek tubuh Jaka.
"Aku gapapa kok," ucap Jaka sambil menggenggam tangan istrinya agar berhenti mengecek tubuhnya.
"Gapapa gimana? Coba itu lihat tangan kamu berdarah kayak gitu," sewot Salma yang melihat tangan bagian belakang suaminya terluka.
"Udah gapapa cuman luka kecil nanti juga sembuh sendiri," ucap Jaka.
"Luka kecil gimana? Itu lukanya besar lho, mending sekarang kamu ikut Aku yah. Kita obatin luka kamu dulu, sekalian beli minum," ujar Salma yang langsung menarik Jaka untuk mengikutinya ke sebuah pedagang yang tadi sempat ingin dia kunjungi.
"Permisi Bu, di sini ada tisu basah, kapas, obat merah sama plaster gak Bu?" tanya Salma setelah sampai di sebuah pedagang tersebut.
"Oh ada Neng," jawab ibu-ibu pedagang tersebut.
"Bawain ke sini yah Bu sekalian air Aqua nya 2," ucap Salma yang kebetulan sudah duduk di kursi depan warung tersebut.
"Ini Neng pesenannya," ucap Ibu pedagang sambil memberikan semua yang Salma pesan.
"Makasih Bu, ini di minum dulu," ucap Salma sambil membukakan tutup botol dan memberikannya kepada Jaka. Pria itu terdiam sejenak menatap wajah istrinya tidak percaya, lalu dengan ragu ia mulai mengambilnya dan meneguknya sampai tersisa setengah.
Sedangkan Salma wanita itu malah fokus dengan luka di tangan Jaka. Ia mulai membersihkan lukanya yang kotor menggunakan tisu basah dengan sangat hati-hati, "Aww! Pelan-pelan sakit!" pekik Jaka.
"Iyah ini juga udah pelan kok," ucap Salma yang masih fokus meneteskan obat merah ke lukanya yang baru saja selesai di bersihkan. Lalu ia mulai meniup-niupnya dengan penuh perasaan.
"Sal, udah gak usah di obatin aja nanti juga sembuh sendiri," ucap Jaka sambil berusaha untuk menarik tangannya.
Namun Salma malah mencegahnya, "Udah diam aja!" ucapnya sambil memasangkan kapas dan plaster ke luka tersebut.
'Kamu kenapa perhatian begini sih Sal. Buat jantung saya malah nge DJ aja,' ucap Jaka dalam hati sambil memandangi wajah cantik istrinya yang masih fokus mengurus luka di tangannya.
"Udah selesai," ucap Salma sambil tersenyum yang di balas senyuman hangat oleh suaminya.
Namun ternyata sedari tadi ada sepasang mata yang tidak sengaja melihat kemesraan mereka. Ia menatapnya dengan tatapan tidak suka.
'Kurang ajar! Hmm awas aja gue gak akan tinggal diam! Untuk sementara nikmatin aja kebahagiaan kalian sebelum gue bertindak,' batin orang tersebut sambil menatap ke arah Jaka dan Salma dengan tatapan sinis.
__ADS_1
>Bersambung....