Suamiku Anak Pembantu

Suamiku Anak Pembantu
S2~ Episode 83


__ADS_3

Bubur sumsum dalam gelas


Assalamu'alaikum, guys ...


~HAPPY READING~


🐣🐣🐣


Pulang ngampus, Salsa terlihat sedang menunggu jemputannya yang tidak kunjung datang juga. Sudah sekitar setengah jam lamanya ia menunggu, membuatnya benar-benar kesal.


Sudah beberapa kali ia menghubungi Pak Jay, supir pribadinya. Namun tak ada jawaban juga, handphonenya tidak aktif Dan tidak punya pilihan lain, mau tidak mau ia harus naik bus. Karena bosen juga lama-lama di sana menunggu yang tidak pasti.


Salsa pun berjalan menuju halte bus yang kebetulan tidak jauh dari kampusnya. Gadis itu mengernyitkan dahinya heran setelah sampai di sana. Tumben-tumbenan haltenya sepi? Karena tidak mau ambil pusing ia pun mendudukkan dirinya sambil menunggu bus datang.


Dan lagi-lagi sudah sekitar lima belas menit lamanya ia menunggu. Bus pun tak kunjung juga, yang membuatnya semakin kesal.


"Hai cantik! Sendirian aja nih?" sapa kedua orang Pria yang tiba-tiba datang.


"Hmmm."


"Cuek amat sih, mau kita temenin gak?" godanya sambil mencolek dagu Salsa.


"Lepasin! Kurang ajar banget sih!" Salsa menepis tangan Pria tersebut langsung menggeserkan tubuhnya menjauh dari mereka.


"Galak amat sih, mmm ... kayaknya kalau main-main sebentar seru tuh. Iyah gak bro?" ujarnya kepada temennya.


"Ho'oh, ayolah puaskan kita sebentar aja!"


"Lepasin! Kalian kira saya wanita murahan?! Lepas atau saya teriakk?!" Salsa berusaha melepaskan dirinya dari para Pria m*sum itu. Ia benar-benar ketakutan saat ini, tubuhnya bergetar hebat.


"Tolong!! Tolong!!"

__ADS_1


Bug!!!


"Beraninya sama perempuan! Dasar pengecut!" ucap seseorang Pria yang baru saja datang. Siapa lagi kalau bukan Refan yang entah datang darimana.


"Siapa Lo? Ikut campur urusan kita, mau jadi pahlawan Lo?" balas kedua preman itu sambil membalas pukulan dari Refan.


Mereka pun saling baku hantam hingga wajah tampan Refan pun pada memar. Namun tanpa Salsa sadari, tidak lama setelah berantem. Refan pun mengedipkan sebelah matanya kepada kedua Pria tersebut untuk segera pergi.


Dan akhirnya mereka pun pergi. Refan tersenyum smrik, lalu ia berjalan menuju Salsa yang terlihat masih ketakutan.


"Kamu gapapa?" tanya Refan yang di balas gelengan kepala oleh Salsa yang masih menunduk dengan tubuh bergetar.


Salsa mendongakkan kepalanya dengan perlahan, ia menatap wajah Refan. Lalu berkata, "Mmm ... M-makasih yah," ucapnya gagap.


"Sama-sama," jawab Refan sambil tersenyum, lalu Pria itu membuka jaketnya yang membuat Salsa semakin bergetar ketakutan.


"Mukanya biasa aja kali, tenang aja aku gak bakal makan kamu kok," ucapnya sambil memasangkan jaketnya untuk menutupi tubuh Salsa.


"Btw kamu kok belum pulang? Perasaan kalau gak salah aku lihat kelas kamu udah pulang dari tadi deh," tanya Refan memulai pembicaraan.


"I-iyah, aku lagi nungguin jemputanku gak datang-datang. Bus juga gak ada yang lewat dari tadi. Kamu sendiri belum pulang?" balas Salsa.


"Ya udah ayo pulang barengku aja, kebetulan aku bawa mobil. Aku mah biasa abis main game aja tadi di kelas," tawar dan jawab Refan.


"Mmm, gak usah aku tunggu jemputanku aja. Atau gak nunggu bus aja, oh yah nih jaket kamu. Kamu duluan aja, makasih yah soal yang tadi," tolak Salsa sambil berniat untuk melepaskan jaketnya.


"Udah gapapa, ayo bareng aja. Tenang aku gak bakal ngapa-ngapain kok. Lagian di sini sepi juga lho, kalau misalnya nanti ada yang gangguin kamu lagi kayak orang yang tadi. Mau minta tolong ke siapa?" ujar Refan.


"Tapi emangnya gapapa kalau aku numpang sama kamu? Takutnya ngerepotin," sahut Salsa.


"Gapapa kok, ayo ikut aja," ajak Refan yang dengan terpaksa di angguki oleh Salsa. Mereka pun mulai berjalan menuju mobil milik Refan yang kebetulan tidak jauh dari sana.

__ADS_1


Setelah sampai di dalam mobil, Refan pun mulai mendekatkan dirinya kepada Salsa yang membuat gadis itu ketakutan.


"K-kamu m-mau apa?"


'G'r banget sih nih cewek?! Kalau bukan karena gak mau nama gue jadi jelek di mata teman-teman hanya karena gak bisa luluhin hati seorang gadis yang lumpuh. Gak mau juga gue beginian,' oceh Refan dalam hati.


"Hahaha kamu tenang aja, aku gak bakal ngapa-ngapain kok. Cuman mau pasangin seatbelt-nya, " ucap Refan sambil memasangkan seatbelt Salsa, lalu ia mulai menjalankan mobilnya.


Sepanjang perjalanan hanya ada keheningan di antara mereka.


****


Sedangkan di sisi lain, Pak Jay terlihat sedang kebingungan sambil melihat-lihat ban mobilnya yang bocor. Memang di saat tengah-tengah perjalanan menuju kampus majikannya tiba-tiba salah satu ban mobilnya bocor.


Karena kebetulan membawa ban cadangan, ia pun segera menggantikan bannya dengan yang baru. Setelah selesai menggantikan bannya, namun ternyata salah satu ban yang lainnya juga ternyata kempes.


"Elah nasib-nasib, udah bannya bocor, tukang bengkel kagak ada. Mana ponsel juga lowbat lagi, pasti bakal kena omel ini mah. Pasti Non Salsa nungguin," gerutu Pak Jay. Ia terlihat kebingungan, sambil menatap ke sekelilingnya mencari sebuah bengkel.


"Hmmm itu ada rumah makan tuh, tak coba tanya aja deh. Siapa tau ada bengkel di dekat sini. Huftt ... Bismillah," gummannya sambil berjalan menuju sebuah rumah makan kecil di pinggir jalan yang tidak jauh dari sana.


"Permisi, Bu mau numpang tanya. Di sini bengkel terdekat sebelah mana yah?"


"Waduh gak ada tuh Pak, ada juga di perapatan depan. Lumayan jauh juga sih dari sini kalau harus jalan kaki," jawab ibu-ibu si pedagang rumah makan tersebut.


"Oalah gitu toh, mmm maaf nih Bu di sini ada charger gak yah? Saya pinjem bentar boleh gak? Ponsel saya lowbat nih mau hubungi bengkel kenalan saya, sekalian mau hubungi majikan saya juga. Kalau gak ngerepotin," ujar Pak Jay terpaksa ingin meminjam charger tanpa rasa malu.


"Oh kebetulan itu ada Pak, sengaja saya sediain buat para pembeli siapa tahu lagi butuh."


"Saya numpang cas sebentar yah Bu," pinta Pak Jay yang di balas anggukan kecil. Ia pun segera mengecas ponselnya, lalu mulai menghubungi bengkel kenalin untuk datang ke sana. Serta tidak lupa untuk menghubungi Salsa.


>Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2