
Assalamu'alaikum.
~HAPPY READING~
🐣🐣🐣
"What's? OMG!" teriak Rara sambil membuka mulutnya terkejut.
"J-jadi Rara punya Abang dua yang ganteng-ganteng? Yes," Rara langsung berhambur memeluk Jaka, "Abang yang waktu itu Rara cium yah? Maaf yah! Tapi bibir Abang manis loh," Jaka hanya tersenyum tipis melihat tingkah adek tirinya.
Namun tiba-tiba datanglah Reza dengan paniknya, "Jak, Jaka gawat!!" teriaknya yang membuat semuanya bingung.
"Ada apa?!"
"S-Salma Jak--"
"Salma kenapa?!!!" teriak Jaka khawatir.
"S-Salma jatuh di kamarnya! Mamah Papahnya lagi gak ada di rumah! Dia teriak minta tolong sama orang rumah, gak ada yang nyahut! Jadi terpaksa dia telpon gue!" ujar Reza yang membuat wajah Jaka langsung panik.
Ia bergegas masuk ke dalam mobil tanpa pamit dan langsung menginjak pedal gas menuju kediaman Alexander. Pikirannya berkecamuk sekarang, ia tidak mau terjadi sesuatu kepada istri dan calon anaknya.
☘️Flashback on☘️
Reza membawa Sherin masuk ke dalam mobilnya. Ia menghela nafas sambil memejamkan matanya sejenak. Sedari tadi hanya ada keheningan di antara mereka. Reza yang membawanya ke sini untuk berbicara tetapi malah diam. Sedangkan Sherin, ia juga memilih untuk diam.
Namun tak lama Reza menoleh ke arah perempuan tersebut yang sedang menatap ke depan datar sambil melipat kedua tangannya di atas dada.
"A-aku mau berbicara sama kamu."
"Ngomong aja apa susahnya sih!" sahut Sherin datar.
Reza kembali menghela nafas lalu membuangnya kasar, "A-apa pas k-kamu ngel--" ucapannya terpotong karena tiba-tiba ponselnya berdering.
Ia merogoh saku celananya melihat siapa yang menelpon. Keningnya berkerut ketika nama yang tertera di layar ponselnya, "Salma? Ngapain dia nelpon?" gumamnya heran.
Tak mau berpikir ia pun langsung mengangkatnya.
Call on.
"Ada ap--"
"Za Lo lagi sibuk gak? Tolongin gue Za ... Gue jatuh di kamar! Perut gue sakit banget! Mamah sama Papah gue lagi gak ada! Gue udah minta tolong ke yang lain juga pada gak nyahut! Plisss Za gue mohon tolongin gue ... Ahkk!"
Tut-tut-tut!
"Sal! Salma!"
__ADS_1
Reza langsung keluar dari mobil meninggalkan Sherin sendirian dan berlari menuju Jaka berada.
☘️ Flashback off☘️
Jaka baru saja sampai di kediaman keluarga Alexander. Ia langsung berlari masuk ke dalam tanpa memperdulikan ketiga semprul yang teriak-teriak ketakutan.
"S-setan!!!"
Jaka berkeliling di kamar bawah mencari keberadaan Salma, ya siapa tahu sekarang kamarnya di bawah karena gak mau bolak-balik naik tangga. Namun karena tidak ada, ia langsung bergegas menuju kamar atas.
Jaka mencoba membuka pintu kamar yang dulu berada di dekat kamar Omanya Salma. Dan benar saja, ia melihat istrinya sedang meringis kesakitan di lantai sambil memegangi perutnya.
"Salma!!!" Jaka langsung berlari menghampirinya.
"D-Daniel? K-kok k-kamu a-ada--"
"Kamu gapapa kan? Anak kita gapapa kan? Kita ke rumah sakit sekarang! Aku gak mau kalian kenapa-napa!" ujar Jaka yang membuat Salma mengernyitkan dahinya heran.
"Nanti aku jelasin! Ayo kita ke rumah sakit!" tanpa basa-basi Jaka langsung menggendong Salma ala bridal style keluar dari kamarnya.
"Ahkk! Sakit ..." ringis Salma.
Melihat Salma seperti itu membuat Jaka merasa kasihan. Ia semakin mempercepat jalannya turun dari tangga, sesekali Jaka mengecup hangat kening manis yang selama ini ia rindukan.
"Non Salma mau di bawa kemana tuh?!"
Jaka mulai mengemudikan mobilnya menuju rumah sakit. Selama dalam perjalanan ia tidak fokus menyetir, selalu menoleh ke arah wanita yang sedang mengandung anaknya khawatir.
"Sakit ... Hikss ... A-aku u-udah gak kuat lagi!"
"Kamu bertahan yah, kamu harus kuat! Pasti bisa!"
Tanpa membutuhkan waktu lama mobil yang di kemudian Jaka pun telah sampai di halaman rumah sakit. Jaka langsung turun dari mobil, menggendong Salma dan membawanya masuk ke dalam untuk segera di tangani.
Sedari tadi Jaka bolak-balik tidak jelas di depan pintu UGD dengan perasaan campur aduk. Cemas, khawatir, takut, ia takut terjadi sesuatu kepada istri dan calon anaknya.
'Ya Allah, selamatkan mereka hamba mohon ...' batin Jaka.
Drrtt-drrtt-drttt!
Tiba-tiba ponselnya berdering, ia merogoh saku celananya lalu melihat siapa yang menelpon. 'Papah Doni' ternyata Papahnya yang menelpon. Jaka langsung mengangkatnya.
Call on.
"Hallo, Nak! Kamu dimana?" tanya orang di seberang sana.
"Aku di rumah sakit!"
__ADS_1
"Oke, kita ke sana sekarang!"
Tut-tut-tut!
Jaka kembali bolak-balik tidak jelas karena sampai sekarang Dokter belum keluar untuk memberitahu keadaan istrinya.
"Argghhh!" ia mengacak-acak rambutnya frustasi sambil memejamkan matanya.
"Dengan keluarga Ibu Salma?" tanya Dokter yang baru saja keluar dari dalam ruangan.
"Iyah Dok, saya suaminya! Istri dan anak saya tidak kenapa-napa kan Dok? Mereka baik-baik aja kan?" sahut Jaka khawatir.
"Alhamdulillah Ibu Salma dan bayinya baik-baik saja. Jika saja anda telat lima menit membawanya ke sini saya gak tau apa yang akan terjadi dengan bayinya," ujar Dokter.
"Alhamdulillah, terimakasih Dok. Apa saya boleh melihatnya?" tanya Jaka senang.
"Ya, tapi ingat juga. Seharusnya anda jangan buat istri anda kelelahan, terlalu banyak pikiran dan terlalu banyak beraktivitas."
"Baik Dok, sekali lagi makasih."
Dokter hanya mengangguk lalu berlalu pergi meninggalkan ruangan tersebut bersama suster. Sedangkan Jaka memilih untuk masuk ke dalam ruangannya.
Jaka berjalan menghampiri Salma yang sedang terbaring di atas brankar dengan mata terpejam. Ia duduk di kursi sebelahnya, menggenggam tangan istrinya sambil mengelus-elus perut buncitnya lembut.
'Maafin Papah yah sayang selama ini udah tega ninggalin kamu sama Mamah kamu.' rilihnya dalam hati sambil sesekali menciumi punggung tangan istrinya.
"D-Daniel?"
Jaka membuka matanya yang tadi ia pejamkan, senyuman mengembang melihat istrinya yang masih saja memanggilnya Daniel.
"Aku Jaka suami kamu, bukan Daniel," ucapnya sambil tersenyum.
Salma mengerutkan keningnya heran, "J-jadi kamu ...? Ternyata selama ini belum meninggal?" tanya Salma heran.
"Iyah maaf yah, aku hilang ingatan. Dan Alhamdulillah ingatanku kembali karena kecelakaan kemarin, pas nolongin Mamah," jawab Jaka sambil sesekali menciumi punggung tangan istrinya.
"T-terus yang di kubur waktu itu jasad siapa dong?" tanya Salma masih terlihat heran.
Jaka menggedikkan bahunya sambil menautkan kedua alisnya tak tahu apa-apa.
"Jasad orang yang udah donorin ginjalnya ke suami kamu!" Jaka dan Salma langsung menoleh ke arah sumber suara.
Salma semakin bingung melihat keberadaan Reza, Papahnya, Adiknya, Sherin dan gak tau cowok yang satunya siapa. Ia menatap suaminya dalam seakan meminta penjelasan.
>Bersambung.....
Sorry, telat update 🙏
__ADS_1