
Assalamu'alaikum.
~HAPPY READING~
🐣🐣🐣
"B-bukannya i-itu .... Gibran?!"
Tepat sekali mereka berpapasan, dan karena suara Rere lumayan keras membuat Pria itu langsung menoleh ke arahnya sambil mengerutkan keningnya.
"Ya? Siapa yah?" tanyannya sambil menatap Rere yang masih terdiam memaku.
"A-aku Rere, apa kamu tidak ingat?"
Pria yang bernama Gibran itu mencoba mengingatnya lalu tak lama ia tersenyum ke arahnya.
"Oh Rere, mmm ..."
"Siapa yang?" tanya gadis yang berada tepat sampingnya.
__ADS_1
"Dia temenku waktu masih SMA di sini," jawab Gibran.
"Oh hai kenalin aku Keyra, pacarnya Gibran," ujar gadis itu sambil mengulurkan tangannya ke arah Rere.
Deg!!
Mendengar kata pacar membuat Rere merasa sesak. Dengan tangan gemetar ia mulai menerima uluran tangannya sambil terpaksa tersenyum.
"Renata, panggil aja Rere," ucapnya yang di balas senyuman oleh Keyra.
Setelah berkenalan, Rere langsung melepaskan tangannya dan menundukkan wajahnya. Tak terasa air matanya menetes, hatinya benar-benar sakit sekarang. Orang yang selama ini di nantikan ternyata sudah memiliki kekasih. Namun dengan cepat menghapus air matanya.
Gibran yang merasa ada yang aneh dengan gadis itu mengernyit keningnya heran. Namun tiba-tiba ia teringat sesuatu, pesan dari Rere yang pernah mengungkapkan perasaan kepadanya dulu ia kira hanya bercanda. Tapi terlihat jelas dari wajahnya sekarang jika wanita itu sangat kecewa setelah tahu ternyata dirinya sudah memiliki kekasih.
"Sayang, aku ke toilet dulu sebentar yah. Kamu jangan kemana-mana," ujar Gibran kepada pacarnya.
"Baiklah, aku tunggu di toko es krim itu aja yah," sahut Keyra sambil menunjuk toko es krim yang tidak jauh dari sana.
Gibran mengangguk lalu berlalu pergi. Bukannya ke toilet ternyata ia berniat untuk mencari Rere. Di sebuah danau yang lumayan jauh dari tempatnya tadi, terlihatlah Rere yang sedang menangis sambil berteriak dengan melempari beberapa batu kecil.
__ADS_1
"Argghhh!! Kenapa?! Kenapa kamu jahat Gibran?! Hikss ..." teriaknya sambil terisak.
"Bertahun-tahun aku menunggumu, dan sekarang kamu kembali malah membawa wanita lain?! Apa kamu tahu?! Selama ini Aku selalu menjauhi laki-laki lain demi kamu! Demi kamu Gibran! Setiap hari aku selalu memikirkanmu! Setiap jam, setiap menit dan bahkan setiap detik aku selalu kepikiran kamu! Aku selalu berdo'a agar kamu baik-baik saja di sana, aku juga selalu mendoakanmu agar cepat kembali ke sini. Hikss-hikss ... Tapi kenapa?!" Rere menutup wajahnya sambil terisak.
"Kenapa kamu kembali malah membawa wanita lain? Apa kamu tidak memikirkan perasaanku? Sudah jelas tanpa malu aku pernah mengungkapkannya bukan? Hikss ... Aku benci diriku! Aku benci! Kenapa kau bisa cinta sama orang yang tidak mencintaimu Rere? Kenapa?! Kenapa harus dia orang pertama yang aku suka?!" Rere mengeluarkan semua unek-uneknya tanpa mengetahui jika Gibran yang tidak jauh darinya sedang berdiri dengan perasaan sangat merasa bersalah. Ia telah mendengar semuanya, dan dengan perlahan ia mulai menghampiri gadis itu.
Dengan langkah berat Gibran berjalan menuju Rere. Ia duduk di samping gadis itu, lalu mengambil sapu tangan dan memberikannya.
"Maafkan aku ..." rilih Gibran, hanya kata maaf yang bisa ia katakan.
Rere yang sedang menutup wajahnya sontak langsung menurunkan tangannya dan melihat ke arah Gibran. Ia langsung mengusap air matanya tanpa mengambil sapu tangan yang di berikan Gibran.
Gibran yang melihat itu langsung mengusap air mata Rere dengan sapu tangannya yang membuat gadis itu terdiam.
"Aku bisa sendiri!" ketusnya sambil mengambil sapu tangan Gibran lalu mengalihkan pandangannya.
"Mau apa kamu ke sini?" tanya Rere jutek masih dengan mengalihkan pandangannya ke arah lain.
>Bersambung .....
__ADS_1