Suamiku Anak Pembantu

Suamiku Anak Pembantu
Episode 55


__ADS_3

Assalamu'alaikum.


~HAPPY READING~


🐣🐣🐣


Pak Doni yang melihat ke datangan Daniel sangat terkejut. Wajahnya kelihatan panik, ia terus berpikir untuk melakukan sesuatu agar Reza tidak melihat.


Namun sayangnya Reza keburu melihat mereka. Ekspresi Reza kini berubah ketika melihat orang yang dia kira Jaka.


"Lo?! Ternyata Lo masih hidup?!" ucap Reza yang membuat Daniel mengerutkan keningnya heran.


Reza menghampiri mereka sambil menatap wajah Sherin dan Daniel bergantian, "Lo masih hidup, tapi kenapa Lo malah berduaan sama cewek lain? Hah?! Asal Lo tau yah, selama ini gue gak tega lihat Salma terus-terusan sedih karena Lo! Karena kepergian Lo, tapi ternyata Lo malah enak-enakan bermesraan dengan cewek lain!" ujarnya merasa geram melihat Sherin yang bergelayut manja di lengan Daniel, orang yang ia kira Jaka.


Bugh!


"Daniel!"


"Kurang ajar yah Lo! Selama ini gue selalu gak tega melihat Salma terus-terusan sedih karena Lo! Karena kepergian Lo! Padahal itu kesempatan gue setelah tahu Lo udah gak ada, tapi gue sadar! Karena kesalahan gue yang dulu memfitnah Lo dan membuat semuanya kacau. Gue sadar kalau gue gak pantes buatnya! Demi dia gue terpaksa ngelakuin itu, tapi dia malah membenci gue gara-gara Lo!" tutur Reza.


"M-maksud kamu apa?" tanya Daniel masih bingung dengan apa yang Reza katakan.


"Gara-gara Lo juga dia terus-terusan sedih! Lo gak mikir? Dia lagi hamil anak Lo sekarang. Berbulan-bulan dia selalu menunggu Lo, berharap kalau Lo akan kembali kepadanya. Karena apa? Karena dia selalu merasa kalau Lo itu masih hidup, dan ternyata bener Lo masih hidup. Tapi nyatanya selama ini Lo malah bermesraan dengan cewek lain! Dasar b*jing*n!" Reza mengeluarkan semua unek-uneknya yang membuat Daniel hanya terdiam karena tidak tau apa-apa.


Tidak mau masalahnya semakin panjang Pak Doni langsung menarik lengan Reza segera pergi dari kafe tersebut. Ia tidak berkata-kata karena tidak mau nanti kedua anaknya malah curiga kepadanya. Namun sebelum pergi ia memberikan kode kepada Daniel dan Sherin melalui mulutnya.

__ADS_1


"Papah apa-apaan sih!" ucap Reza sambil menghempaskan tangan Papahnya kasar setelah mereka sampai di parkiran.


"Udah, katanya Mamah kamu lagi sakit dan mau ketemu sama Papah? Ayo kita pulang!" ujar Pak Doni sambil memasuki mobilnya.


Sedangkan Daniel, ia masih menatap pintu keluar setelah kepergian Reza. Ia masih bingung dengan semua yang dikatakan Reza tadi. Tidak ada satupun yang ia mengerti.


Namun tiba-tiba kepalanya terasa sedikit pusing, "Ahkk!" ringisnya sambil memegangi kepalanya.


"Daniel? Sayang? Kamu gapapa kan? Ayo kita duduk dulu," ujar Sherin menuntunnya untuk duduk.


Terlintaslah bayangan lelaki yang menonjok dan memarahinya tadi sedang berpelukan bersama seorang perempuan di hadapannya. Ia tidak tahu perempuan itu siapa, yang jelas cowok yang ada di dalam pikirannya adalah cowok yang tadi.


'Siapa dia? Kenapa dia bisa ada dalam pikiranku? Apa aku kenal dia sebelumnya? Dan siapa cewek yang sedang memeluknya? Kenapa aku hanya bisa melihat itu? Apa itu sangat penting sampai-sampai hanya itu yang bisa aku ingat?' batin Daniel bingung.


Ia kembali memejamkan matanya berusaha untuk mengingat semuanya. Namun tidak bisa, seduh berusaha mencobanya tetap saja ia tidak bisa.


****


Pak Doni dan Reza baru sampai di rumahnya. Mereka berjalan masuk ke dalam yang langsung di sambut teriakan oleh Rara.


"Papah?!" teriak Reza langsung berhambur masuk ke dalam pelukan Papahnya.


"Papah kemana aja sih? Rara kangen tau, Mamah juga tuh. Sampe sakit mikirin Papah," ujar Rara semakin mempererat pelukannya.


Pak Doni tersenyum tipis sambil mengelus-elus rambut putrinya, "Maafin Papah yah sayang pergi gak bilang-bilang. Papah juga kangen banget sama kamu, Abang kamu, sama Mamah juga. Sekarang gimana keadaan Mamah?"

__ADS_1


Rara meregangkan pelukannya lalu mendongakkan kepalanya menatap wajah Papahnya, "Mamah ada di kamar lagi istirahat Pah. Dari kemarin dia gak mau makan katanya sampai Papah pulang," ucapnya.


"Ya udah ayo kita lihat, Papah mau ketemu sama Mamah kamu," sahut Pak Doni yang di angguki anaknya.


Mereka pun berjalan menuju kamar Mamahnya. Pak Doni merasa tidak tenang sekarang, pikirannya berkecamuk. Ia benar-benar tidak tahu harus melakukan apa, semuanya sudah terjadi. Jika semua rahasianya terbongkar pasti ia akan kehilangan semua orang-orang yang ia sayang.


Pak Doni mendekati istrinya yang sedang tertidur dengan wajah sedikit pucat tidak seperti biasanya yang selalu ia lihat cantik dengan polesan make-up. Perlahan ia mendudukkan tubuhnya di bibir ranjang, mengelus-elus puncak kepala istrinya lembut sambil menatapnya sendu.


'Maafin aku yah, gara-garaku membuat kalian menderita seperti ini. Termasuk kamu sampe sakit seperti ini mikirin aku, aku memang egois. Seandainya dulu aku berpikir dulu sebelum bertindak, pasti semuanya tidak akan seperti ini. Aku benar-benar gak tahu sekarang harus melakukan apa. Kalian pasti akan membenciku jika sudah terbongkar semuanya,' rilihnya dalam hati.


'Aku memang masih menyesal menikahimu, karena kamu aku tega ninggalin orang yang aku cintai. Apalagi di kondisinya yang sedang hamil, aku malah tega menyuruhnya untuk menggugurkan kandungannya gara-gara kamu. Seharusnya aku sudah bahagia bersama dia dan anak-anakku. Tapi apa boleh buat jika takdir berkata lain, mungkin aku tidak berjodoh dengannya. Hingga kita di pertemukan lewat pernikahan paksa oleh orang tua kita. Awalnya aku sangat membencimu, karena kamu aku tega menjadi lelaki b*jing*n yang tidak mau bertanggung jawab setelah enak berbuat. Tapi lama-lama aku mulai bisa menerima kamu dan sekarang melihat kamu seperti ini aku merasa tidak tega,' batin Pak Doni mengingat masa lalunya'.


"Papah?" Pak Devan tersenyum melihat istrinya yang sudah bangun.


"Ini beneran Papah kan?" tanyanya lagi mencoba untuk memastikan.


Pak Devan mengangguk, "Iyah, kamu baik-baik aja kan? Maaf yah selama ini aku pergi gak bilang-bilang," sahut Pak Doni.


Bu Ica mengubah posisinya menjadi duduk di bantu oleh suaminya, "Papah kemana aja selama ini? Kenapa gak bilang sama kita? Dan kenapa gak pernah hubungin kita? Bikin khawatir aja tau gak?"


Pak Doni hanya diam tidak menjawab pertanyaan-pertanyaan dari istrinya. Ia masih pusing memikirkan apa masalah selanjutnya jika semua rahasianya telah terbongkar.


>Bersambung....


Perlahan semuanya akan terbongkar guys. Jadi sabar tunggu kelanjutannya yah, makasih πŸ™πŸ₯°

__ADS_1


Oh yah, aku mohon jangan jadi pembaca gelap dong πŸ™πŸ₯Ί Jangan cuman baca aja tanpa pencet tombol LIKE.


Di mohon sebelum/sesudah membaca biasakan pencet tombol LIKE karena LIKE itu gratis lho guys πŸ₯° Kalau mau vote biar authornya tambah semangat 🀭 Kalau kalian ikhlas, aku gak maksa lho. Makasih πŸ™β˜ΊοΈ


__ADS_2