Suamiku Anak Pembantu

Suamiku Anak Pembantu
Episode 72 (Ekstra Part 3)


__ADS_3

Assalamu'alaikum.


~HAPPY READING~


🐣🐣🐣


Waktu cepat berlalu. Hari telah berganti menjadi Minggu, Minggu berganti menjadi bulan. Dan bulan telah berganti menjadi tahun. Kini tak terasa usia Salsa sudah berusia sekitar empat tahun. Malaikat kecil yang Jaka dan Salma miliki telah tumbuh menjadi gadis cantik yang sangat imut dan menggemaskan.


"Assalamu'alaikum," ucap Jaka yang baru saja pulang Jum'atan.


"Wa'alaikumcalam, Ayah udah pulang?" sahut Salsa sambil menciumi punggung tangan Ayahnya.


"Anak Ayah cantik banget sih, mau kemana sayang?" tanya Jaka sambil jongkok di hadapan putrinya.


"Ayah lupa yah? Atu kan dari tadi nungguin Ayah pulang kalena kita kan mau zialah," ucap Salsa mengingatkan Ayahnya.


"Oh iyah sayang Ayah lupa, untung kamu ingetin," sahut Jaka sambil menepuk jidatnya.



"Yah Ayah kilain atu Ayah ingat. Udah tua cih jadi pitun," ledek Salsa.


"Udah berani ledek Ayah yah sekarang?" balas Jaka sambil menggelitiki perut anaknya.


"Hahaha ... Geli Ayah, geli!" teriak Salsa sambil tertawa geli.


"Oh iyah besok kan udah masuk bulan Ramadhan. Kamu mau puasa gak sayang?" tanya Jaka yang sudah menghentikan menggelitiki perut anaknya.


"Mau dong Ayah, atu mau puaca," jawab Salsa.


"Emang kamu kuat sayang?" tanya Jaka lagi.


"Incyaallah kuat Ayah," balas Salsa sambil tersenyum.


"Hmm, coba Ayah mau tanya nih sama kamu. Jawab yah," ujar Jaka yang di angguki oleh Putrinya.


"Tanya apa Ayah? Incyaallah atu jawab," balas Salsa lagi.


"Mmm, do'a berbuka puasa gimana coba? Kamu tahu gak?" tanya Jaka.


"Tau dong," sahut Salsa cepat.


"Ya udah coba bacain Ayah mau dengar," pinta Jaka.


"Bicmillah hillahman nillohim ... Allhuma latacumtu wabita aamantu wa'ala lizqika aftholtu bilohmatita yaa alhamal loohimiin. Amin ..."


"Pinter banget sih anak Ayah, siapa sih yang ajarin sayang?" tanya Jaka sambil mencubit pipi Putrinya gemas.


"Lihat di handphone Bunda," jawab Salsa sambil tersenyum manis.


"Kamu main handphone sayang?" tanya Jaka.

__ADS_1


"Bunda kasih pinjam Caca, tapi Bunda bolehinnya lihat tentang agama aja Ayah," jawab Salsa jujur.


"Bagus deh kalau gitu, tapi tetap aja kamu jangan terlalu sering main handphone juga yah sayang," ujar Jaka yang di angguki oleh anaknya.


"Oh iyah Ayah sampe lupa, Bunda mana sayang? Kok dari tadi Ayah gak lihat tuh," tanya Jaka lagi sambil celingak-celinguk mencari keberadaan istrinya.


"Muntin lagi Cholat dulu Ayah," tebak Salsa.


"Hmm, ya udah sambil nunggu Bunda kita main dulu aja yuk! Tapi main apa yah?" ajak Jaka sambil berpikir.


"Main peta umpet aja Ayah," sahut Salsa.


"Boleh juga tuh, siapa yang jaga duluan?" tanya Jaka.


"Ayah aja, atu yang ngumpet yah," ujar Salsa.


"Ya udah Ayah itung sampe sepuluh kamu harus udah ngumpet yah. Satu ... Dua ..." Jaka mulai menghitung sambil menutup kedua matanya. Sedangkan Salsa memilih untuk segera mengumpet agar tidak ketahuan Ayahnya.


"Udah sepuluh yah, Ayah cari nih. Kamu dimana sih? Salsa?!" panggil Jaka sambil berkeliling mencari keberadaan anaknya.


Di saat Jaka masih sibuk mencari keberadaan Putrinya yang ternyata berada di belakang sofa. Dengan pelan Jaka berjalan menuju ke arahnya sambil berpura-pura kebingungan mencarinya. Dan ...


"Dorrrrrr!"


"Eh Kodok mati di matan Jangklik!" kaget Salsa sambil latah.


"Kodok mati di makan Jangkrik? Kata siapa kamu sayang?" tanya Jaka sambil mengerutkan keningnya heran.


"Oh iyah Ayah lupa, mereka apa kabar yah? Udah lama kita gak main ke rumah Oma kamu," ujar Jaka.


"Iyah atu juga tangen cama Oma cama Opa Ayah. Cama nenek, cama cemuannya juga," balas Salsa.


"Ya udah nanti pulang ziarah kita mampir ke rumah Oma dulu yah sayang," ucap Jaka.


"Tapi cebelum te lumah Oma ita te taman belmain dulu ya Ayah?" pinta Salsa sambil menunjukkan puppy eyesnya.


"Apa pun yang kamu mau pasti Ayah turutin. Tapi nanti jangan lama-lama mainnya yah," sahut Jaka yang di angguki oleh anaknya.


"Salsa sayang?! Kamu dimana Nak?!" panggil Salma mencoba mencari putrinya.


"Tita di cini Bunda!" teriak Salsa yang membuat Salma langsung menoleh dan bergegas segera menghampiri ke sumber suara.


"Kalian? Ngapain di sini?" tanya Salma heran.


"Abis main peta umpet. Wah Bunda cantit banget," ucap Salsa.


"Ya iyalah, siapa dulu dong? Istri Ayah!" ucap Jaka dengan bangganya sambil merangkul pundak istrinya.


"Ih Ayah ini Bunda Caca!" sahut Salsa sambil berusaha menjauhkan Ayahnya dari tubuh Bundanya.


"Istri Ayah!" balas Jaka tidak mau kalah.

__ADS_1


"Bunda Caca!"


"Istr--"


"Stopppp! Udah-udah mendingan sekarang kita langsung berangkat aja. Kamu juga udah tua gak mau ngalah sama Putrinya," omel Salma kepada suaminya.


"Hehehe, ya udah ayo para kesayangannya Ayah," ucap Jaka sambil mengajak istri dan anaknya segera keluar dari apartemen.


Dan kini mereka pun sudah ada di dalam mobil menuju makam Ibunya Jaka. Sepanjang perjalanan Salsa terus saja sholawatan. Ya walaupun kadang ngomongnya masih sedikit cadel.


"Allahul tahfi lobbunal tahfi, qoshodnal tahfi wajdnal tahfi. Likulin tahfi, kafanal tahfi. Wani'mal tahfi alhamdulilah ..."


Salma dan Jaka hanya tersenyum melihat Putrinya gemas. Tak terasa mereka pun telah sampai di pemakaman umum.


*****


"Ayah! Bunda!" panggil Salsa sambil berlarian menuju kedua orang tuanya. Saat ini mereka sedang berada di taman bermain. Memang selesai ziarah, sesuai janji Jaka tadi mengajak Putrinya ke taman bermain.


"Kenapa sayang? Udah selesai mainnya hmmm?" tanya Salma lembut sambil tersenyum ikut jongkok di hadapan putrinya.


"Hikss ... Hiksss ... Ayah cama Bunda jahat!" ujar Salsa sambil menangis yang membuat Salma dan Jaka mengernyitkan keningnya heran.


"Kenapa sayang? Ayah sama Bunda ada salah apa? Kenapa kamu nangis? Cerita sama kita?" tanya Salma khawatir.


"Hikss ... Jadi celama ini atu butan anak kandung Ayah? Jadi Ayahtu cebenernya udah meninggal?"


"Kamu anak kandung Ayah sama Bunda sayang. Siapa yang bilang kayak gitu?" tanya Jaka.


"Kata ibu cama anak itu katanya atu butan anak kandung Ayah. Katanya Ayahtu udah meninggal pas Bunda masih mengandungtu," jawab Salsa sambil menunjuk ke sebuah arah.


Jaka dan Salma menoleh, terlihatlah seorang wanita berparuh baya sedang berdiri bersama anak kecil laki-laki yang sepertinya umurnya tidak beda jauh dari Salsa. Ibu itu tersenyum menyeringai menatap Jaka, Salma dan Putrinya.


"Jak? Kenapa dia tega sekali ngomong seperti itu sama anak kita?" tanya Salma kaget yang ternyata orang itu adalah orang yang mereka kenal.


"Aku juga gak tau," balas Jaka sambil menundukkan kepalanya.


"Ayah! Bunda! Kenapa diam aja? Jadi benal yah atu ini butan anak kandung Ayah? Kalian jahat!!" Salsa langsung berlari meninggalkan kedua orang tuannya.


"Sayang tunggu! Kamu ini anak kandung Ayah sama Bunda! Jangan dengarkan orang itu! Mereka berbohong!" teriak Salma sambil berusaha mengejar Putrinya.


Namun Salsa tidak mendengarkan teriakan Ayah dan Bundanya. Ia tetap berlari menyebrangi jalan tanpa melihat kanan kiri. Dan ternyata kebetulan sekali ada mobil kencang yang lewat tepat sekali bersamaan dengan Salsa menyebrang.


"Salsa Awassss!"


Salsa menoleh, ia sangat terkejut dan langsung menutup matanya menggunakan siku tangan kirinya.


"Aaaaaaaaa!"


Brakk!


"SALSA!"

__ADS_1


>Bersambung ....


__ADS_2