
Assalamu'alaikum.
~HAPPY READING~
🐣🐣🐣
"A-ah iyah kenapa?"
"Lo yang kenapa daritadi melamun aja?" sahut Salma sewot.
"Eh iyah gue gak salah dengar tadi Lo bilang dia sekretaris Lo?" tanya Reza mengalihkan pembicaraan.
"Gak, dia adalah emang sekretaris gue. Napa emangnya?" ucap Salma sambil bertanya.
"Ya aneh aja, masa sekretaris seruangan sama Bos nya? Oh gue tau, apa jangan-jangan karena sekretaris Lo cowok jadi Lo kesempatan bisa berduaan sama dia? Gitu?!" tuduh Reza.
"Hah? Gue? Mau berduaan sama cowok kampung itu? Hih, malah ogah! Lagian banyak kok sekretaris yang seruangan sama bos-nya!" ucap Salma sewot.
"Serius Lo? Dia cowok kampung? Tapi kenapa dia bisa kerja di sini?" tanya Reza penasaran.
"Anak pembantu gue, dia lagi cari pekerjaan. Kebetulan gue lagi butuh sekretaris, ya karena setelah gue tau dia kerjanya bagus. Terpaksa deh gue jadiin dia sekretaris di sini, sebenernya gue tuh ogah tau. Anaknya nyebelin banget!" ujar Salma.
Jaka yang sedari tadi tidak sengaja mendengar pembicaraan mereka merasa geram, 'Bahkan di depan orang lain kamu berani menghina saya seperti itu Sal. Walaupun saya cuman jadi sekretaris di sini, tapi kamu masih tetap istri sah saya. Seharusnya sebagai seorang istri jangan kamu bilang ke semua orang kalau saya ini cowok kampung, anak pembantu atau apalah. Itu sama saja kamu membuka aib suami kamu. Asal kamu tahu, Allah sangat membenci hal seperti itu Sal. Dan saya tidak mau mulutmu kotor karena hanya ada keberadaan saya di sini,' ucap Jaka dalam hati sambil mengepalkan tangannya.
'Ingin sekali rasanya menegur kamu, tapi tenang Jaka ... Kamu harus tenang, ini di kantor dan kamu hanya sebagai sekretaris di sini. Nanti saja di rumah,' lanjutnya sambil menghela nafas panjang.
"Oh iyah gue ke sini mau ajak Lo ke suatu tempat, Lo ada waktu gak?" ucap Reza tiba-tiba.
"A-ada kok, tapi bentar Lo duluan aja ke depan. Gue mau ngomong dulu sama sekretaris gue," sahut Salma sambil nyengir.
"Ya udah gue tunggu, jangan lama-lama!" Reza mulai melangkahkan kakinya menuju keluar. Sedangkan Salma malah berjalan menghampiri Jaka.
"Jaka, gue sama temen gue mau pergi dulu. Tolong Lo kerjain berkas-berkas gue juga, jangan sampai salah!" ucap Salma seenaknya.
__ADS_1
"Mau pergi kemana?" tanya Jaka dingin.
"Bukan urusan Lo!" ucap Salma yang langsung membalikkan badannya berniat untuk pergi, namun langkahnya terhenti karena Jaka tiba-tiba menarik tangannya.
"Ya jelas urusan saya dong, saya kan suami kamu!" ujar Jaka masih dingin.
Salma mulai membalikkan badannya dengan kesal, "Siapa yang bilang kalau Lo suami gue?!" tanyanya kesal.
Jaka melipat kedua tangannya di atas dada, "Ya emang iyah kan kita berdua memang sudah menikah? Orang-orang juga sudah tahu kalau kita sudah menikah, bahkan Allah pun tahu kalau kita sudah menikah secara suci!" ucapnya santai.
"Ya tapi Lo itu di sini cuman sekretaris gue, jadi jangan sekali-kali Lo ikut campur urusan gue! Dan ingat, gue menikah sama Lo karena terpaksa! Kita menikah tanpa dasar cinta!" sahut Salma.
Mendengar itu tanpa sadar Jaka langsung mencengkram lengan Salma erat, "Kita menikah memang karena terpaksa dan tanpa dasar cinta! Tapi ingat, pernikahan itu tidak main-main! Kita hanya bisa menikah sekali seumur hidup! Tidak ada kata perceraian atau perpisahan!" ujarnya tegas.
"Ih lepasin sakit!" Salma menghempaskan tangan Jaka kasar, "Kata siapa Lo? Di luaran sana banyak kok yang menikah berkali-kali! Bahkan mempermainkannya!" ucapnya yang membuat Jaka kesal.
"Jangan lihat orang lain! Itu termasuk contoh yang tidak benar!"
"Ah udahlah, gak penting juga ngomong sama Lo! Gue pergi dulu!" lanjutnya yang langsung pergi begitu saja meninggalkan Jaka sendirian yang masih terdiam mematung.
"Kalau harus ada kata perceraian, kenapa waktu itu dia malah mau nerima saya gitu aja? Kalau memang benar-benar gak ikhlas nikah sama saya kan bisa bilang. Dan pastinya saya tidak akan memaksanya, tapi ibu? Mau gimana pun juga ini adalah permintaan terakhir ibu," rilih Jaka. "Kamu harus sabar Jaka, kamu harus sabar hadapin sikap istri kamu. Kamu pasti bisa merubah sikapnya, semangat!" ucapnya menyemangati diri sendiri.
Jaka pun memilih untuk kembali bekerja.
🍁🍁🍁
Sedangkan di sisi lain. Laki-laki yang bernama Reza itu ingin membawa Salma ke suatu tempat. Dan kini terlihatlah mereka masih berada di dalam perjalanan menuju tempat yang di tuju.
"Za, Lo sebenarnya mau bawa gue kemana sih?" tanya Salma penasaran.
"Lo tenang aja Sal, yang pastinya tempat itu bakal buat Lo senang. Sekalian gue mau ngatain sesuatu juga ke Lo," ucap Reza sambil tersenyum.
"Kasih tau dong Za. Lo mau, gue mati penasaran?" gurau Salma.
__ADS_1
"Kalau di kasih tau gak jadi surprise dong," sahut Reza sambil menautkan kedua alisnya.
"Udah sampai, yuk kita turun!" ucap Reza ketika mobil yang mereka tumpangi telah sampai di tempat yang di tuju.
"Reza, ini kan ...?" tanya Salma girang, saat ini mereka sudah ada di sebuah jembatan yang sangat indah di hiasi bunga-bunga dan hiasan lainnya.
Reza hanya tersenyum, "Masih ingat?" Reza malah bertanya balik.
"Iyah, ini kan jembatan cinta. Tempat kita main dulu waktu masih kecil, gue seneng banget bisa ke sini lagi," ucap Salma sambil mengingat masa kecilnya.
"Seneng?" tanya Reza sambil tersenyum.
"He'em, gue seneng banget. Makasih yah udah mau bawa gue ke sini," ucap Salma senang, "Oh iyah, katanya Lo mau ngomong sesuatu sama gue. Mau ngomong apa?" tanyanya sambil mengerutkan keningnya.
Mendengar pertanyaan itu Reza hanya tersenyum dan ia malah berlutut di hadapan Salma.
"Za, Lo mau apa?" tanya Salma heran.
"Salma, aku mau ngomong serius sama kamu," ucap Reza serius.
"M-mau ngomong apa? Dan kenapa ngomong jadi aku kamu kayak gini?"
Bukannya menjawab Reza malah mengeluarkan sesuatu di saku jasnya. Dan ternyata ia mengeluarkan sebuah kotak perhiasan berisi kalung.
"Salma, sebenarnya dari dulu aku mempunyai rasa sama kamu. Jadi, kamu mau kan jadi pacar aku? Kalau kamu mau, kamu terima kalung ini," ungkap Reza sambil menatap wajah Salma serius.
Sedangkan Salma yang melihat Reza mengungkapkan perasaannya malah terdiam memaku, 'Duh, aku harus gimana nih? Sebenernya sih aku memang punya perasaan sama Reza. Tapi, mau gimana pun juga aku gak boleh egois. Sekarang aku udah menikah, aku udah sah jadi istri orang. Walaupun kita menikah karena terpaksa, tetapi aku gak mungkin terima Reza gitu aja. Karena mau gimanapun juga aku harus memikirkan perasaan Jaka. Aku gak boleh sakitin hatinya lagi. Tapi kalau aku tolak Reza, pasti dia juga bakal sakit hati? Argghhh ... Apa yang harus kulakukan?" batin Salma bingung.
'Ah, bodo ah!' umpatnya dalam hati.
"Mmmm, a-aku ..."
>Bersambung .....
__ADS_1