Suamiku Anak Pembantu

Suamiku Anak Pembantu
S2~ Episode 109


__ADS_3

Assalamu'alaikum.


~HAPPY READING~


WARNING!


Episode ini mengandung sedikit bawang! Jadi di mohon siapkan tisu dan ember terlebih dahulu 😌


🐣🐣🐣


"SALSA!!!" teriak Refan sambil memberontak mencoba melepaskan dirinya dari para Mafioso itu.


Ya memang yang tertembak bukan dirinya, melainkan Salsa. Saat Sam menarik pelatuknya tadi, dia langsung berlari dan menghalangi tubuh Refan dengan tubuhnya. Tepat sekali peluru panas itu mengenai dadanya dan tembus ke dalam.


Setelah lepas, Refan langsung berhambur memeluk tubuh Salsa yang tergeletak di hadapannya. Tidak peduli dengan darah yang terus mengalir dan menempel di bajunya.


"Kenapa kamu lakuin ini?! Kenapa?! Kenapa kamu malah lindungin aku, Sa??!! Hikss ... Kenapa?" tanya Refan sambil menangis.


Salsa hanya tersenyum tipis, ia mengangkat tangannya dan menyentuh pipi Pria itu, "Re-Refan ... A-aku ... Me...mang ... Ke-kecewa sa-sama kamu ... Ta-tapi ... A-aku te-tetap ... Ma-masih ... Me-menyanyangimu ..."


Refan menatap Salsa dengan mata berkaca-kaca, "Maafkan aku, hikss-hikss ... Aku menyesal karena telah menjadikanmu sebagai taruhan. Tapi percayalah, dulu awalnya aku memang hanya mempermainkanmu. Tapi asal kamu tahu, sekarang aku mencintaimu. Aku bahagia saat bersamamu. Aku tidak mau kehilanganmu, Sa. Hikss-hikss ... " ujarnya sambil menggenggam tangan gadis itu, dan sesekali ia menciumnya.


Salsa hanya tersenyum, ia mulai melepaskan tangannya dari genggaman Refan. Kini gadis itu mengalihkan pandangannya, ia menatap Sam yang masih terdiam memaku di tempatnya menembak Salsa tadi.

__ADS_1


"K-kak Sam ... Aca sa-sangat me-merindukanmu ... Aca ... Ri-rindu K-kak Sam ya-yang ... D-dulu ..." ucapnya sambil mengangkat tangannya ke arah Sam. Sedangkan Sam dan Refan terdiam tidak mengerti apa-apa.


Salsa menatap kedua Pria itu bergantian sambil tersenyum, "Se-selamat ti-tinggal ... Se-semuanya ..." ucapnya sambil menurunkan tangannya dengan pelan dan matanya pun mulai tertutup dengan perlahan.


"SALSAAA!!!" teriak Refan histeris.


"Salsa bangun!! Aku mohon jangan tinggalin aku, hikss-hikss ... Aku minta maaf karena telah mengecewakanmu! Plisss ... Bangunlah! Aku janji akan membahagiakanmu! Aku mohon bangun ... Hikss ..." Refan menggoyang-goyang tubuh Salsa yang ada di dalam pelukannya.


Tidak mau membuang-buang waktu Pria itu langsung menggendong tubuh Salsa ala bridal style dan berniat membawanya ke rumah sakit. Saat melewati Sam, dengan sengaja ia menyenggol tubuh Pria itu yang masih terdiam memaku memikirkan ucapan Salsa tadi.


"Awas aja Lo, kalau sampai terjadi apa-apa sama Salsa! Gue gak akan biarin hidup Lo tenang!!" ancam Refan sambil menatap Sam tajam. Ia kembali melanjutkan langkahnya dengan cepat keluar dari ruangan tersebut.


"A-apa maksud gadis tadi? Bagaimana dia tahu namaku Sam? Dan siapa Aca?" tanya Sam bingung.


"Bang," tiba-tiba ada seseorang yang menepuk pundaknya yang membuat Sam kaget. Ia menoleh ke belakang yang ternyata adalah Aqila Adeknya.


"D-dia Kak Salsa, gadis yang Abang tembak tadi," ucapnya sambil menundukkan kepalanya.


Sam menjatuhkan tembakan yang di pegangnya sambil menutup mulutnya tidak percaya, "J-jadi dia Aca? Gadis kecilku yang sering Mamah ceritain?" Aqila menganggukkan kepalanya sambil menatap Sam sendu.


"A-aku melukainya?" Sam masih tidak percaya, "Ahkk kepalaku! Sssttt ... Sakit sekali!"


"Abang kenapa?!" tanya Aqila khawatir yang melihat Abangnya kesakitan sambil memegangi kepalanya.

__ADS_1


Memori masa kecilnya mulai berputar di benak kepala Sam. Sedikit demi sedikit ia mulai mengingat semuanya. Dan ...


"ARGHH!"


Prangg!!


Prangg!


Bug! Bug!


BRAKK!


Samuel menghancurkan barang-barang yang ada di sana, ia menonjok tembak dengan sangat keras hingga tangannya berdarah. Dan ia juga menendang sebuah meja.


"Abang hentikan!!! MAFIOSO!" Aqila mencoba menghentikan Abangnya, namun ia kewalahan. Tenaga Sam sangat kuat, dan ia pun memilih memanggil para Mafioso. Karena sudah di suruh oleh Nyonya nya, para Mafioso pun membantu menghentikan Sam. Mereka memegangi tangan Sam agar menghentikan semuanya.


"Lepaskan!!! Lepaskan aku!!!" teriak Sam histeris.


"Abang tenang dulu," ucap Aqila mencoba menenangkan.


Sam menatap Aqila sendu dengan mata berkaca-kaca. Ia terduduk di lantai sambil menangis, "Hikss-hikss ... Aku telah menyakiti gadis kecilku yang selama ini selalu kurindukan! Bahkan aku ... Aku hikss-hikss ... " Sam menundukkan kepalanya sambil terisak, ia benci dirinya. Ia sangat menyesal karena selama ini selalu menyakiti Salsa. Bahkan mungkin sekarang gadis itu sedang berjuang antara hidup dan mati.


Sam tidak bisa bayangkan jika sampai gadis itu benar-benar pergi karenanya. Ia pasti tidak akan memaafkan dirinya, "Aca maafkan Kak Sam ... Seharusnya Kakak lindungi kamu, bukan malah nyakitin kamu. Hikss Kak Sam menyesal, benar-benar menyesal!" rilihnya masih terisak.

__ADS_1


>Bersambung.....


Guys maaf yah, Sebenarnya aku udah buat eps ini dari malam. Tapi pas di cek takut ada typo, eh malah ketiduran 🤦🤦


__ADS_2