Suamiku Anak Pembantu

Suamiku Anak Pembantu
S2~ Episode 144


__ADS_3

Assalamu'alaikum.


~HAPPY READING~


🐣🐣🐣


Sam berjalan masuk ke dalam rumahnya dengan rambut dan pakaian acak-acakan. Setelah bertemu dengan Salsa di kantor tadi. Rasanya ia tidak semangat lagi untuk bekerja, ia memilih untuk pulang.


Saat melewati ruang keluarga, tidak sengaja ia mendengar pembicaraan Mamanya bersama Aqila.


"Sudah beberapa cara kita coba untuk bujuk Salsa agar bisa memaafkan Kakak kamu. Tapi tetep saja tidak bisa, kita harus pakai cara apa lagi?" ujar Mamanya kepada Aqila. Mereka masih belum menyadari keberadaan Sam.


"Mama sabar dulu yah, kita coba lagi. Kak Salsa pasti bisa memaafkan Abang," ucap Aqila sambil mengelus-elus punggung Mamanya.


"Tapi Nak, Mama kasihan sama Abang kamu. Mama tidak tega melihat dia terus-terusan di hantui rasa bersalah. Mama juga tidak tega melihatnya di cuekin oleh Salsa seperti itu, padahal sudah bertahun-tahun ia sangat merindukan gadis itu."


"Jadi selama ini kalian mencoba membujuk Salsa tanpa sepengetahuanku?!!!" tanya Sam terlihat marah yang sedari tadi merasa geram mendengar pembicaraan mereka.


"Bang Sam?!"


"Nak, Mama bisa jelasin ... Mama ngelakuin ini demi kamu. Mama gak tega lihat kamu yang terus-terusan di hantui rasa bersalah!" ujar Mamanya mencoba menjelaskan merasa takut melihat anaknya yang terlihat marah.


"Kalian tahu gak?! Justru dengan perbuatan kalian seperti ini malah buat dia menjauh dariku!! Karena kalian aku tidak bisa dekat dengannya lagi!!" Sam tidak bisa mengontrol emosinya, padahal ia sedang berbicara dengan orang tua.


"Apa maksudmu Nak?" tanya Mamanya bingung.

__ADS_1


"Salsa membatalkan kerjasamanya dengan perusahaanku tanpa alasan! Bahkan dia rela ganti rugi besar! Tidak mungkin akan seperti itu jika tidak ada alasannya! Mungkin ini gara-gara kalian!" ucapnya dingin.


"Apa?! Nak, maafkan Mama ..."


Sam menghela nafas kasar, "Sudahlah, lain kali jangan ikut campur urusanku! Tadinya aku ingin mencoba meminta maaf dengannya dengan perlahan, tapi kalian malah menghancurkan semuanya!" Sam mulai melangkahkan kakinya menuju kamar.


"Nak, kamu mau kemana?!" teriak Mamanya masih merasa bersalah.


"Sam capek mau istirahat!!" jawabnya dingin tanpa menoleh ke arah Mamanya.


"Sam!!"


🌹🌹🌹


Sedangkan di sisi lain, setelah dari perusahaan Sam tadi. Kini Salsa memilih pulang, terlihatlah saat ini sedang terisak di ruang keluarga.


"Hikss, maafkan aku Kak Sam, sebenarnya hati kecilku sudah memaafkanmu. Tapi rasa benci itu terus muncul. Kau bukan seperti Kak Sam yang dulu. Kamu seorang pembunuh! Bahkan kamu hampir saja membunuhku! Dan kenapa aku membencimu?! Gara-garamu menculikku, Bunda jadi ikutan terluka. Dia jatuh dari tangga dan mengalami koma. Itu semua gara-garamu! Aku benci kamu yang sekarang!! Hikss-hikss..." teriaknya frustasi, ia menutupi wajahnya menggunakan kedua tangannya sambil terisak.


"Kakak kenapa nangis?!" tanya Gibran yang entah datang darimana. Ia langsung menghampiri Kakaknya, sontak membuat Salsa langsung menoleh dan menghapus air matanya.


"Mmm, eh Gibran kamu kapan datang? Kenapa gak ngasih tahu?" tanya Salsa mengalihkan pembicaraan. Memang Gibran baru saja kembali ke Japan setelah bermain ke Indonesia Minggu lalu.


"Aku baru saja sampai, tadi aku juga panggillin Kakak gak nyahut-nyahut. Eh taunya lagi di sini, kenapa Kakak nangis?" ujar Gibran.


"A-aku gak nangis. Oh iyah dimana Ayah sama Bunda?" tanya Salsa yang lagi-lagi mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


"Ayah sama Bunda gak taunya pulangnya kapan. Oma masih kangen katanya, bahkan dia nyuruh kita untuk kembali tinggal di Indonesia," sahut Gibran.


"Tapikan Kakak kerja. Kamu juga harus kuliah," ucap Salsa.


"Iyah gak tau Kak, Gibran juga bingung. Udah betah di sini, masa harus pindah-pindah mulu!" gumman Gibran sambil menyenderkan punggungnya di sofa dan mulai memejamkan matanya.


Salsa yang melihat itu merasa kasihan melihat wajah lelah Adiknya setelah perjalanan jauh.


"Kamu istirahat di kamar gih, jangan tidur di sini!" pinta Salsa yang membuat Gibran langsung membuka matanya.


"Tapi Kakak beneran gapapa? Tadi kenapa nangis? Kalau ada yang nyakitin Kakak bilang aja sama Gibran!" tanya Gibran memastikan kembali jika Kakaknya tidak kenapa-napa.


"Tidak apa-apa, kamu istirahat gih," jawab Salsa sambil tersenyum.


"Baiklah."


Gibran pun pergi menuju kamarnya meninggalkan Salsa sendirian. Gadis itu menatap kepergian Adiknya dengan mata sembab bekas menangis.


Ting!


Tiba-tiba terdengar bunyi pesan masuk di ponselnya. Ia langsung mengambil ponselnya di meja dan melihat siapa yang mengirim pesan.


'Apa dia sama sekali tidak memikirkan kejadian beberapa tahun yang lalu?!! Bahkan dia tidak meminta maaf kepadaku dan hanya menganggapnya biasa saja, seperti tidak ada masalah. Justru malah Mama dan Adiknya yang minta maaf. Dan sekarang dia membujukku apa hanya karena ingin untung perusahaannya saja?!' batinnya sambil tersenyum kecut melihat sebuah pesan dari seseorang tersebut.


'Ckk, dia memang sudah berubah?!'

__ADS_1


>Bersambung ....


Maaf jika banyak typo bertebaran;v


__ADS_2