Suamiku Anak Pembantu

Suamiku Anak Pembantu
Episode 57


__ADS_3

Assalamu'alaikum.


~HAPPY READING~


🐣🐣🐣


Seminggu telah berlalu, Daniel telah sembuh dan sudah di perbolehkan untuk pulang. Selama seminggu ini hanya Salma yang menemaninya di rumah sakit. Ia sengaja melarang Salma untuk menghubungi keluarganya atau calon istri palsunya itu.


"Kita mau pulang kemana? Aku kan gak tau rumah kamu?" tanya Salma.


"Gak usah, aku kan udah sembuh jadi aku aja yang anterin kamu pulang. Nanti aku mau pulang sendiri," ujar Daniel yang sebenarnya ia ingin menyelesaikan masalahnya. Ia ingin menemui Papahnya agar semuanya cepat selesai.


"Tap---"


"Sssttt ... Gapapa, aku udah baikan kok. Kamu tenang aja yah, oh iyah sebelumya maaf dan makasih karena selama seminggu ini aku udah nyusahin kamu," ucapnya sambil tersenyum.


"Gapapa," jawab Salma membalas senyumannya. 'Malah aku senang bisa rawat kamu di sini, gak tau kenapa setelah ketemu kamu aku merasa gak sedih lagi. Bukan karena wajah kamu mirip dengannya, namun gak tau kenapa hatiku selalu merasa nyaman sama seperti dulu saat bersamanya.'


Setelah beres semuanya mereka pun memilih untuk segera pulang. Daniel mengemudikan mobilnya yang kebetulan masih ada di rumah sakit, ia mengantarkan Salma pulang.


"Makasih yah udah anterin aku sampe rumah, kamu hati-hati di jalan. Ingat jangan ngebut-ngebut, kamu baru sembuh masih belum pulih total," ujar Salma.


"Harusnya aku yang berterimakasih sama kamu. Iyah-iyah aku pamit yah, maaf gak bisa mampir dulu. Jangan lupa salamin sama Mamah dan Papah kamu," Daniel melambaikan tangannya ke arah Salma sambil tersenyum.

__ADS_1


'Tunggu aku sebentar lagi akan kembali pulang ke rumah yang sama seperti kamu. Kita akan tinggal bareng lagi, satu atap seperti dulu.' batin Daniel.


Daniel pun memilih untuk segera pergi meninggalkan rumah kediaman keluarga Alexander. Ia berniat untuk mencari Papahnya, namun kebetulan sekali yang sedang di carinya terlihat sedang berada di pinggir jalan sambil mengecek ban mobilnya yang sepertinya kempes.


Daniel segera turun dari mobil lalu menghampirinya dengan perasaan geram. Pak Doni menoleh melihat seseorang yang datang, ia tersenyum melihat anaknya yang akhirnya bisa ketemu juga.


"Daniel, kamu kemana aja selama ini Nak? Papah khawatir banget cariin kamu gak ketemu-ketemu, di rumah juga gak ada," ujarnya sambil memegangi tangan Daniel.


"Jangan panggil saya dengan nama itu," ucapnya sambil menghempaskan tangan Papahnya.


"Kamu kenapa sih Daniel? Kenapa bilang gitu?" tanya Pak Doni heran.


"Saya bilang jangan panggil saya dengan nama itu. Saya sudah tahu semuanya, saya selama ini hilang ingatan kan? Dan anda malah memanfaatkan semuanya, anda malah membawa saya pergi dari sini, mengganti nama saya dan yang lebih parah anda malah ingin menikahkan saya dengan orang lain yang padahal sebenarnya saya sudah mempunyai istri yang saat ini ia sedang mengandung anak saya," ujar Daniel mulai terbawa emosi.


Deg!


"Saya minta kepada anda, batalkan rencana anda yang akan menikahkan saya dengan Sherin! Dan saya kasih tahu kepada anda kalau saya Jaka, bukan Daniel!" ujar Daniel lagi dan berniat untuk pergi. Namun dengan cepat Pak Doni langsung mencegahnya.


"Nak, Papah mohon jangan pergi. Iyah Papah minta maaf tentang semua ini, Papah benar-benar nyesel," rilih Pak Doni.


"Anda bukan Papah saya!" tutur Jaka yang membuat hati Pak Doni terasa sakit.


"Aku Papah kamu, aku Papah kandung kamu. Maafin Papah karena dulu udah ninggalin kamu sama Ibu kamu. Papah memang Pria br*ngs*k! Tapi Papah juga terpaksa melakuin itu," ujar Pak Doni dan tak terasa air matanya lolos membasahi pipinya.

__ADS_1


Jaka mengepalkan kedua tangannya erat, ia mengerjap-ngerjapkan matanya beberapa kali sambil mengatur nafasnya agar sedikit tenang. Pokoknya dia tidak boleh terbawa emosi, tidak boleh menyakitinya sedikit pun. Karena seburuk-seburuknya dia dan sekejam- kejamnya dia tetap Ayah kandungnya.


"Sekarang anda mengakui kalau saya anak anda. Kemana aja anda dulu? Hah?! Kenapa baru mengakui sekarang? Dan kenapa anda malah tiba-tiba datang, lalu memisahkan saya dan istri saya yang membuatnya menderita? Kenapa?!" pertanyaan bertubi-tubi dari Daniel atau Jaka membuat Pak Doni terdiam. Rasanya lidahnya sangat kelu untuk berucap.


"Maaf Nak, Papah benar-benar minta maaf. Papah emang bodoh, tidak berpikir dulu sebelum bertindak. Papah tidak memikirkan semuanya, gara-gara Papah semuanya jadi menderita. Tapi Papah terpaksa ngelukuin ini ... Hikss ... Papah terpaksa memanfaatkan kesempatan ini karena berniat untuk membahagiakan kamu. Papah ingin menebus semua kesalahan Papah dulu," Pak Doni menundukkan kepalanya sambil terisak.


"Dengan cara memisahkan saya dengan istri dan calon anak saya, lalu menikahkan saya dengan orang lain? Gitu yang anda bilang kebahagiaan?" tanyanya yang tidak di jawab oleh Pak Doni, ia masih menundukkan kepalanya. "Asal Bapak tahu yah, kebahagiaan saya itu hanya satu. Bisa bersama orang-orang yang saya sayangi, termasuk istri dan calon anak saya! Jika Bapak memisahkan saya seperti itu, justru malah membuat saya menderita! Bukan harta yang saya inginkan, tetapi sebuah kesederhanaan yang saya rasakan bersama orang-orang yang saya sayangi!" tak terasa air matanya lolos membasahi pipi mulusnya.


Jaka terisak sambil mengusap wajahnya kasar lalu mengacak-acak rambutnya frustasi.


"Papah tau Papah memang salah, kesalahan Papah sudah sangat fatal. Jadi sekarang Papah akan melakukan apapun yang kamu mau, asal kamu mau memaafkan semua kesalahan Papah. Ayo katakan kamu ingin apa? Jika kamu menginginkan nyawa Papah sekarang juga, Papah ikhlas! Lelaki br*ngs*k dan b*jing*n seperti saya memang gak pantes hidup!" ujar Pak Doni yang berniat untuk melukai dirinya. Ia melihat mobil truk yang melaju sangat kencang yang kebetulan tidak jauh dari tempat mereka berada.


Pak Doni berniat untuk berlari agar dirinya tertabrak. Namun dengan cepat Jaka mencegahnya, "Jangan lakukan itu!"


"Sebrengsek-brengseknya anda, sebajing-bajingannya anda, dan seburuk apapun anda. Anda tetap Papah kandung saya, walaupun baru sekarang anda mengakuinya!" tutur Jaka yang membuat Pak Doni senang karena di akui Papahnya.


Hening, suasana menjadi hening. Mereka sibuk dengan pikirannya masing-masing dengan mata yang masih terisak. Namun tiba-tiba mereka di kejutkan dengan seseorang yang baru saja datang.


"J-jadi ternyata benar Jaka itu anak Papah?!" tanya orang tersebut yang tak lain adalah Reza. Ia tiba-tiba saja datang tak tau darimana dengan wajah yang sudah basah dengan air mata.


"Reza?!"


>Bersambung....

__ADS_1


Gimana episode kali ini guys? Oh iyah jika tembus 30 like dan 15 komen, di episode ini saja dan hari ini saja author bakal crazy up. Eh tapi gak janji deh, insyaallah soalnya jadwal latihan volly di tambah daring lagi 😭


Dahlan see you guys ❤️


__ADS_2