Suamiku Anak Pembantu

Suamiku Anak Pembantu
Episode 29


__ADS_3

Assalamu'alaikum.


~HAPPY READING~


🐣🐣🐣


Salma dan Jaka hanya mengangguk, "Iyah benar saya Jaka, Oma." ucap Jaka sambil tersenyum.


"Oma kenapa mukanya seperti tidak suka gitu sama Jaka?" tanya Salma yang melihat Omanya malah mendelikkan matanya tidak suka.


Bukannya menjawab Omanya malah diam. Jaka yang melihat itu merasa semakin risih dan memilih untuk menundukkan kepalanya. Namun tiba-tiba terdengar suara orang tertawa.


"Oma kenapa malah tertawa?" tanya Salma lagi sambil mengerutkan keningnya heran.


"Hahahaha, Oma itu cuman lagi jahilin suami kamu. Tuh lihat wajahnya sampe kayak gitu," jawab Omanya yang membuat Jaka malah semakin menundukkan wajahnya malu.


"Oma iseng banget sih, Jaka kamu gak usah malu. Oma orangnya emang kayak gitu, sini duduk aja," ujar Salma sambil menyuruh suaminya untuk duduk di dekatnya.


Dengan ragu Jaka mulai mendudukkan tubuhnya, "Mau Jaka pijitin Oma?" tanya Jaka yang di angguki oleh Omanya.


Sedangkan Salma, Pak Devan dan Bu Sazkia yang sedari tadi hanya diam saja sambil tersenyum.


"Oh iyah Oma udah makan?" tanya Salma.


"Belum Nak, dari kemarin Oma susah banget makan. Kalau di kasih makan gak mau, malah minta cicit terus," sahut Bu Sazkia.


"Oma harus makan yah, nanti kalau Oma gak makan malah tambah sakit," ujar Salma khawatir.


"Gak, Oma gak mau makan! Oma maunya cicit dari kamu! Karena sekarang kamu kan udah nikah, jadi Oma pengen banget punya cicit," ucap Oma sambil mengalihkan pandangannya.


Salma terdiam sejenak lalu menghela nafasnya kasar, "Oma harus makan yah terus abis ini minum obat. Salma janji deh nanti bakal kasih cicit buat Oma," bujuknya.


'Sepertinya Salma sayang banget sama Omanya. Sampe-sampe dia mau turutin permintaan Omanya.' ucap Jaka dalam hati yang masih memijit kaki Omanya.


"Beneran?" tanya Oma girang.


"Iyah Oma, tapi gak sekarang karena bikin anak itu kan gak gampang. Itu juga sesuai yang maha kuasa mau kasihnya kapan. Ya udah sekarang Oma makan dulu yah," ujar Salma lagi sambil mengambil makanan atas nakas dan berniat untuk menyuapi Omanya.


"Oma mau makan tapi gak mau makanan itu!" tolak Omanya.


"Kenapa Oma?" tanya Salma sambil mengernyitkan dahinya.


"Pokoknya gak mau!"


"Oma kan lagi sakit, jadi harus makan biar cepet sembuh. Gimana kalau Jaka bikinin bubur aja?" ujar Jaka ikut nimbrung.


Omanya Salma hanya mengangguk, 'Sepertinya dia memang anak baik-baik.' batinnya sambil menatap wajah tampan Jaka.


Jaka mulai beranjak dari tempat duduknya, "Ya udah kalau Mah, Pah, Oma, Salma kalau gitu Jaka bikin bubur dulu yah. Dan kalau boleh tahu dapurnya di mana yah?" ucap Jaka sambil bertanya.

__ADS_1


"Kamu tinggal turun aja, nanti di dekat tangga lurus sedikit terus belok kiri, lurus lagi terus belok kanan. Nah nanti di sana ada dapur, " sahut Bu Sazkia.


"Oke makasih Mah, Jaka permisi dulu. Assalamu'alaikum," ucap Jaka dan berlalu pergi.


"Wa'alaikumsalam."


"Salma, kamu kenapa malah diam aja di sini?" tanya Bu Sazkia kepada anaknya sambil menatap tajam.


"Ya terus Salma harus ngapain dong?" tanya Salma santai.


"Kamu ini gimana sih, ya susulin dong suami kamu. Sana cepetan! Dia juga kan baru masuk ke rumah ini, pasti gak tahu tempatnya di mana!" ujar Bu Sazkia.


"Duh Mah di bawah kan ada Bi Sisil, pasti dia bakal kasih tau Jaka dong," bantah Salma.


"Gak usah ngebantah! Ayo cepetan, sekalian belajar masak sana. Udah nikah juga masa gak bisa masak sih? Suami kamu aja bisa masak, malu-maluin aja!" suruh Bu Sazkia sambil menarik-narik tangan Salma.


"Tapi Mah ..."


"SALMA! Kamu ini keras kepala banget sih! Udah sana bantuin suami kamu! Kamu ini udah nikah, jadi kamu harus berubah jangan seperti ini terus! Jangan malu-maluin Mamah sama Papah!" bentak Pak Devan kepada Salma yang langsung terdiam.


"Iyah Salma minta maaf selama ini selalu nyusahin Mamah sama Papah. Maaf juga karena Salma selalu tidak nurut sama kalian, kalau gitu Salma susulin Jaka dulu sesuai permintaan kalian," ucap Salma sambil menunduk dan berlalu pergi.


"Pah, Papah ini apa-apaan sih? Papah tau kan kalau Salma itu gak suka di bentak-bentak," ucap Bu Sazkia kepada Pak Devan setelah kepergian Salma.


"Biarin aja Mah biar dia sadar. Masa udah nikah sikapnya kayak gitu terus sih. Papah itu ingin dia berubah, Papah gak mau dia terus-terusan seperti itu. Sepertinya Papah harus bicara sama Jaka untuk membuat Salma berubah," sahut Pak Devan.


Sedangkan Salma, setelah keluar dari kamar Omanya ia berjalan menuruni anak tangga menuju dapur dengan perasaan kesal, "Papah kenapa sih sekarang suka banget bentak-bentak! Udah tau gue itu paling gak suka di bentak," gerutu Salma sambil melipat kedua tangannya di atas dada.


"Aaaaaaa!" teriak Salma ketika sampai di anak tangga paling akhir yang hampir saja terjatuh karena ia berjalan tidak melihat ke bawah.


Namun tiba-tiba Jaka yang kebetulan saja lewat langsung menangkapnya. Pria itu menarik tubuh Salma ke dalam pelukannya. Karena refleks Salma mengalungkan tangannya ke leher Jaka. Tatapan mereka kembali bertemu, Salma menatap dalam mata sendu suaminya. Ia merasakan ada keteduhan di sana.


"Adeh-adeh ... Non cantik sama Non ganteng kalau mau mesra-mesraan jangan di sini dong. Ini di tangga nanti kalau ada yang mau lewat malah nge ganggu, gak enak lho Non, Den kalau lagi mesra-mesraan eh tiba-tiba malah ada yang ganggu," ucap Bi Sisil yang juga kebetulan lewat.


"Bibi ngomong apaan sih," sahut Salma yang langsung melepaskan tangannya dari leher Jaka dan menjauhkan dirinya.


"Oh iyah Jaka kamu ngapain di sini? Tadi katanya mau bikin bubur buat Oma?" tanya Salma mengalihkan pembicaraan.


"Nah itu tadi saya teh malah nyasar, abisnya ini rumah gede banget sih. Kayak istana," sahut Jaka.


"Kamu ada-ada aja, ya udah ayo aku antar. Bi kita duluan yah," ucap Salma sambil menggandeng tangan Jaka tanpa sadar.


"Eleh-elehhh ... Si Non sama Si Aden cocok banget yah. Moga aja mereka langgeng dan cepat-cepat di kasih momongan," ucap Bi Sisil sambil menatap kepergian majikannya.


Setelah sampai di dapur. Jaka langsung menyiapkan bahan dan alat yang di butuhkan untuk membuat bubur. Sedangkan Salma hanya bisa memperhatikan suaminya yang fokus berkutat dengan bahan dan alat-alat dapur.


"Aku bantuin yah," ucap Salma tiba-tiba.


"Gak usah kamu lihatin aja, kalau mau kamu duduk dulu aja," sahut Jaka.

__ADS_1


"Gak, pokoknya aku mau bantuin!" bantah Salma.


Jaka menghela nafasnya, "Ya udah kamu irisin bawang ini aja yang udah di kupas."


Salma hanya mengangguk, ia mengambil pisau dan mulai mengiris bawang merah yang tadi sudah di kupas oleh Jaka, "Emangnya bubur harus pake bawang merah yah?" tanya Salma sambil mengiris bawang merah tersebut dengan sangat hati-hati.


"Sebenarnya enggak harus juga sih, bawang ini mau di buat bawang goreng aja. Nanti bawang gorengnya di tabur ke bubur biar tambah enak," jawab Jaka.


"Aduh kenapa mataku jadi perih begini yah? Awww!" tiba-tiba jari Salma ikut teriris pisau, memang ia malah memejamkan matanya karena merasa perih.


"Salma?!" Jaka langsung menarik jari Salma dan memasukkan ke dalam mulutnya berniat untuk menghisap darahnya yang keluar.


"Ih udah ih lepasin aku gapapa kok! Jorok banget sih!" pinta Salma sambil menarik jarinya.


"Gapapa gimana? Itu tangan kamu sampe berdarah begitu!" ujar Jaka.


"Udah gapapa nanti juga sembuh sendiri kok."


"Duh mataku kenapa malah semakin perih yah," gumman Salma sambil mengucek-ngucek matanya.


Jaka yang melihat itu langsung memarahinya, "Salma jangan di kucek nanti malah semakin perih! Sini saya tiupin," Jaka mulai meniup-niup mata Salma yang sedikit memerah akibat di kucek.


"Udah mendingan?" tanya Jaka setelah selesai meniup mata istrinya.


"Iyah udah mendingan sih, tapi ini tanganku masih perih," jawab Salma.


"Ya udah mending sekarang kamu cuci tangannya dulu," ujar Jaka yang di angguki oleh Salma.


Setelah selesai mencuci tangannya Jaka memakaikan plester luka bergambar love ke jari Salma.


"Udah selesai mending sekarang kamu duduk aja yah biar saya aja yang masak," ucap Jaka.


"Gak aku tunggu di sini aja lihatin kamu masak," balas Salma. "Eh ini plesternya kenapa gambar hati kayak gini?"


"Yah adanya juga cuman yang itu aja, mau gimana lagi?" Jaka malah balik bertanya.


"Hhmmm."


Hening, suasana menjadi hening. Jaka yang fokus berkutat dengan bahan dan alat-alat dapurnya. Sedangkan Salma hanya bisa memperhatikan suaminya.


"Oh iyah, kamu yang bilang ke Oma tadi beneran?" tanya Jaka tiba-tiba.


Salma mengerutkan keningnya heran, "Yang mana?"


"Yang bilang mau kasih cicit," jawab Jaka.


>Bersambung....


Maaf telat update 🙏

__ADS_1


__ADS_2