
Bubur sumsum dalam gelas.
Assalamu'alaikum guys ...
~HAPPY READING~
π£π£π£
"CLARA! LO APA-APAAN SIH?!" bentak Refan yang membuat Clara langsung terdiam.
"K-kamu bentak aku karena belain cewek ini?!" tanya Clara.
"Iyah! Lagian Lo juga, ngapain kayak gitu ke Salsa?!"
"Kamu kan pacar aku, ngapain dekat-dekat sama cewek lumpuh ini?!" sahutnya.
"Hah pacar?! Bukannya Lo sendiri yang kemarin minta putus?! Ya gue sih oke-oke aja," balas Refan.
"Kemarin a-aku cuman bercanda."
"Tapi gue nganggapnya serius, mending Lo pergi deh! Kita udah gak ada hubungan apa-apa lagi!" usir Refan yang membuat Clara berdecak kesal.
"Heh, ini semua gara-gara Lo yah!!!" bentaknya sambil menunjuk-nunjuk wajah Salsa yang masih menundukkan wajahnya.
"Ckk, awas aja Lo!!" decaknya sambil mendorong tubuh Salsa sebelum berlalu pergi.
"Ayo guys!" ajaknya kepada teman-temannya.
Setelah kepergian Clara dan teman-temannya membuat kantin menjadi ricuh membicarakan Salsa. Memang kebetulan sekali lagi istirahat.
"Sa, maafin aku yah. Gara-gara ak--" belum sempat Refan berbicara Salsa sudah berlalu pergi tanpa memperdulikannya.
__ADS_1
"Sa!!!" di saat Refan ingin mengejar Salsa tiba-tiba saja ada sebuah tangan memegangi lengannya.
Refan menoleh menatap siapa orang tersebut, "Ckk, apaan sih?"
"Kamu mau kemana, sayang? Sini temenin aku makan aja. Aku laper nih," ucap seorang wanita tak tau siapa, dengan suara manjanya.
"Ya laper tinggal makan aja! Lagian Lo siapa sih pake panggil gue sayang segala?!" sahut Refan kesal.
"Kamu lupa yah? Aku Vanes, pacar kamu. Kita kan udah pacaran semalem, sekarang kamu temenin aku makan yah," jawabnya dengan nada bicara sangat lebay.
Refan terdiam mencoba untuk mengingat siapa wanita di hadapannya, "Hmm, ya udah kalau mau makan makan aja sendiri! Manja banget pake segala pengen di temenin!" ucapnya setelah mengingat kejadian semalam di saat ia sedang mabuk.
"Udah ayo sini!" ajak Vanes sambil menarik tangan Refan untuk segera duduk.
"Mau pesen apa?"
"Lo aja, gue gak laper!" sahut Refan.
"Yang! Ih sayang kamu kenapa diam aja sih?!"
"Hmm apaan sih?!" sahut Refan ketus.
"Kamu kenapa sih dari tadi kayak lagi kesal gitu? Ada masalah?" tanya Vanes penasaran.
"Bukan urusan Lo!"
'Perasaan gue kenapa gak enak gini yah? Apa terjadi sesuatu sama Salsa? Secara Clara kan kalau ada orang buat masalah sama dia gak bakal tinggal diam. Dia juga seneng banget ngebully,' batin Refan yang tak tau kenapa merasa khawatir.
Tanpa berpikir panjang Refan langsung beranjak dari tempat duduknya, "Yang! Mau kemana?!" tanya Vanes sambil mencekal lengannya.
"Gue ke toilet dulu," ucap Refan yang langsung berlalu pergi tanpa memperdulikan Vanes.
__ADS_1
Refan berjalan menuju sebuah toilet terpencil yang tidak jauh dari kantin. Sepertinya ucapannya tadi yang ingin ke toilet. Sangat sepi, tidak ada satu atau dua orang pun di sana.
Langkah kakinya tiba-tiba terhenti ketika melewati toilet wanita. Samar-samar ia mendengar lirih seseorang minta tolong.
"Ayah Bunda, aku takut! Hikss ... Siapapun di sana tolong aku!" lirih seseorang di dalam sana.
"Apakah ada orang di dalam?!" tanya Refan sedikit teriak.
Hening, tidak ada jawaban. Refan kembali berteriak sambil mengetuk-ngetuk pintu kamar mandi tersebut. Sesekali ia mencoba untuk membuka pintu yang di kunci itu.
"Tolong!! Tolong buka pintunya!!" tak lama terdengar suara di dalam sana yang tidak asing menurut Refan.
"Salsa?!! Lo minggir gue akan dobrak pintunya!!"
Karena khawatir Refan pun langsung mendobrak pintu kamar mandi tersebut. Tak lama pintu terbuka, terlihatlah Salsa yang sedang terisak dengan kondisi wajah pucat, rambut berantakan dan baju basah.
"Refan!" gadis itu langsung berhambur masuk ke dalam pelukannya.
"Lo kenapa? Siapa yang ngelakuin ini semua sama Lo?" tanya Refan yang tanpa sadar memeluknya. Gak tau kenapa pelukan dari gadis itu membuatnya nyaman.
Salsa tidak menjawab, ia masih terisak di pelukan Refan dengan tubuh bergetar. Dan tak lama tidak terdengar suara isakan lagi yang membuat Refan penasaran.
"Salsa? Lo gapapa kan? Salsa?!" Refan sedikit melonggarkan pelukannya. Pantas saja Salsa tidak menyahut, ternyata gadis itu pingsan.
Refan langsung bergegas membawanya ke UKS. Meninggalkan toilet yang sangat gelap itu.
>Bersambung....
Holla guys pakabar? Maaf udah lama gak up. Gak ada waktu, dan gak ada ide jugaβπ€£ Ide dah mentok π
Eh btw Minal aidzin walfaidzin mohon di sayang jangan di tinggalkan;v Canda guys π Minal aidzin walfaidzin mohon maaf lahir dan batin π Maafin aku yah kalau ada salah, maaf juga karena jarang upππ₯° Maaf telat, gapapalah masih lebaran iniπ
__ADS_1