
Assalamu'alaikum.
~HAPPY READING~
🐣🐣🐣
Salma tersadar dari pingsannya. Ia menatap sekelilingnya heran, lalu pandangannya terhenti melihat sosok lelaki yang sedang duduk di sofa sambil menyilangkan kedua kakinya. Yang tidak jauh dari tempatnya tertidur sambil memainkan ponsel di tangannya yang berlogo apel di gigit.
"J-jaka?" Pria itu menoleh lalu berjalan menghampirinya.
"Kamu udah siuman? Gimana keadaannya?" tanyanya.
"Aku gak mimpi kan? Kamu beneran Jaka?" tanya Salma memastikan.
"Oh iyah kenalin Aku Daniel bukan Jaka. Panggil aja Daniel," ucapnya sambil mengulurkan tangan.
"Hmm, Salma," sahut Salma lemas.
'Ternyata dia memang bukan Jaka. Aku terlalu banyak berharap, seharusnya aku cepat-cepat melupakannya agar aku tidak terus-terusan sedih kayak gini,' rilih Salma dalam hati.
"Hei, kamu kenapa bengong? Oh iyah kamu tadi ke mall sendirian kan? Suami kamu mana? Kok dia tega biarin kamu sendirian sih? Kamu kan lagi hamil, gak khawatir apa?" tanyanya bertubi-tubi yang membuat Salma langsung terdiam sambil menunduk ketika di tanyakan keberadaan suaminya.
"S-suamiku ... Suamiku sudah meninggal. Dia sangat mirip sekali denganmu, makannya dari tadi aku panggil kamu dengan namanya," jawabnya dan tak terasa air matanya lolos membasahi pipi mulusnya.
"Ah maaf aku gak tahu, maaf juga yah gara-gara aku kamu jadi sedih gini," ucapnya merasa bersalah.
Salma mengusap air matanya lalu tersenyum tipis, "Iyah gapapa, oh ya temen kamu mana?" tanyanya yang baru inget seseorang.
Lelaki yang bernama Daniel itu menautkan kedua alisnya bingung, "Siapa?"
"Yang tadi di mall," jawab Salma.
"Oh Sherin calon istri aku. Hmm tadi dia nyuruh aku bawa kamu sendirian ke rumah sakit. Katanya dia ada urusan," jawabnya yang membuat Salma langsung terdiam mendengar kata 'Calon istri'.
Dadanya terasa sesak, seperti ada batu besar yang menghantamnya dengan keras. Salma mencoba untuk tenang dan tetap biasa aja di hadapannya. Rasanya sekarang juga ia ingin berteriak dan menangis. Namun ia harus menahannya, tidak boleh terlihat lemah di hadapan orang lain. Apalagi orang yang baru ia kenal.
"A-ah selamat yah, semoga kalian langgeng terus," hanya itu yang bisa Salma ucapkan. Ia benar-benar tidak bisa berkata-kata.
__ADS_1
Rasanya Salma ingin segera pergi dari hadapannya. Berlama-lama dengannya malah semakin membuat Salma sedih. Dan ia pasti semakin susah untuk melupakan almarhum suaminya.
"Hmm, makasih yah. Oh iyah rumah kamu dimana? Mau aku anterin pulang? Atau mau tetap di sini dulu untuk sementara? Soalnya aku lagi buru-buru nih, Papahku udah chat aku terus dari tadi," ujarnya yang langsung di balas gelengan kepala oleh Salma.
"Gak usah, nanti aku telfon Mamah aja suruh ke sini. Pasti sekarang dia khawatir banget nyariin aku yang gak ada di mall, soalnya tadi aku ke sana berdua sama Mamah. Sekalian aku mau cek-up kandungan juga di sini. Kalau kamu lagi buru-buru gapapa tinggalin aja aku di sini. Mmm makasih udah bantuin aku bawa ke rumah sakit pas pingsan tadi, btw maaf juga karena tadi aku yang maen peluk-peluk aja pas di mall," sahut Salma.
"It's okay sama-sama, sans aja kali. Mau aku tungguin dulu di sini sampe Mamah kamu datang?" tanyanya.
Salma menggeleng, "Gak perlu, nanti coba aku hubungin dulu Mamahku. Dia cepat kok pasti langsung ke sini."
"Kenapa?" tanya Daniel sambil mengernyitkan dahinya melihat Salma yang nampak kebingungan.
"Ponselku kayaknya ketinggalan deh di cafe tadi, sama belanjaaanku juga pasti ketinggalan di sana," jawab Salma.
"Ya udah kamu pake ponselku aja untuk hubungin dia. Kalau masalah ponsel kamu siapa tahu nanti Mamah kamu ke sana nyariin kamu dan lihat barang-barang kamu yang tertinggal," ujar Daniel sambil menyodorkan ponselnya yang berlogo apel di gigit itu.
"Bener juga sih," gumman Salma dengan ragu mengambil ponsel yang di sodorkan tadi, "Pinjem yah," ucapnya yang di angguki oleh Daniel.
Tidak mau membuang-buang waktu Salma pun segera mengetik nomor Mamanya di layar ponsel tersebut. Dan memencet tombol Panggil. Tidak membutuhkan waktu lama panggilan pun terhubung.
Call on.
"Hallo Mah, ini Salma!" sahut Salma.
"Ya ampun sayang, kamu gapapa kan? Calon cucu Mamah baik-baik aja kan? Tadi Mamah ke cafe cuman ada barang-barang kamu aja di sana. Dan kata orang-orang katanya kamu tadi pingsan terus langsung di bawa ke rumah sakit terdekat. Ini juga Mamah udah ada di depan nih, kamu di ruangan mana?" cerocos Bu Sazkia.
Salma menjauhkan ponselnya dari telinganya lalu bertanya kepada Daniel, "Ini di ruangan apa?"
"Ruang mawar no. 10 di lantai dua, " sahut Daniel.
Salma hanya manggut-manggut lalu kembali meletakkan ponsel tersebut ke telinganya, "Di ruang mawar no. 10 di lantai dua," ucapnya kepada orang di seberang sana.
"Mamah otw ke sana."
Call of.
Tepat saat panggilan berakhir tiba-tiba ponsel yang masih di pegang Salma bergetar menandakan ada panggilan masuk. Salma mengerutkan keningnya melihat nama yang tertera di layar ponsel.
__ADS_1
'Papah Doni?'
"Udah?" tanya Daniel yang membuat Salma langsung menoleh.
"E-eh iyah udah, nih ada telfon dari Papah kamu. Makasih yah," sahut Salma sambil menyerahkan kembali ponselnya.
"Sama-sama, aku angkat telfon dulu yah?" Daniel menerima ponselnya lalu menjauh setelah mendapat anggukkan kecil dari Salma berniat untuk mengangkat telfon.
Call on.
"Kamu dimana?" tanya orang di seberang sana.
"Aku masih di rumah sakit Pah, tadi bantuin orang yang pingsan. Kasihan juga dia, mana lagi hamil lagi," sahut Daniel.
"Ya udah abis ini langsung pulang!"
tut-tut!
Papahnya langsung mematikan panggilannya secara sepihak. Sedangkan Daniel hanya menghela nafas lalu kembali menghampiri Salma.
"Maaf yah aku harus pulang sekarang. Gapapa kan aku tinggal?" tanyanya merasa tak enak.
"Oh iyah gapapa, Mamahku juga udah otw ke sini kok. Malah aku berterimakasih banget sama kamu, maaf udah ngerepotin," sahut Salma.
"Ok sama-sama, santai aja gak ngerepotin kok. Kalau gitu aku permisi!" ucapnya yang langsung berlalu pergi keluar dari ruangan meninggalkan Salma sendirian.
Baru saja beberapa menit Daniel pergi tiba-tiba Bu Sazkia datang.
"Sayang kamu gapapa kan? Mamah khawatir banget sama kamu! Maafin Mamah yah tadi udah ninggalin kamu sendirian!" tanya Bu Sazkia khawatir sambil menangkup wajah Putrinya.
"Gapapa Mah, tadi aku cuman kaget aja ada orang yang mirip banget sama almarhum Jaka. Tapi penampilannya aja yang beda, namanya Daniel. Dia juga yang nolongin aku dan kasih pinjem ponselnya buat hubungin Mamah. Apa Mamah tadi ketemu sama dia? Dia baru aja pamit beberapa menit yang lalu," ujar Salma yang di balas kerutan kening oleh Mamanya.
"Gak lihat tuh, kamu yakin wajahnya beneran mirip?"
Salma mengangguk, "Iyah Mah, malah aku juga tadi nyangkanya itu Jaka. Sampai-sampai aku tiba-tiba peluk dia."
"Kalau memang mirip kita cari tahu aja dia beneran Jaka atau kebetulan mirip," sahut Bu Sazkia yang di angguki oleh Salma.
__ADS_1
>Bersambung....