
Assalamu'alaikum.
~HAPPY READING~
🐣🐣🐣
Satu bulan setelah kepergian Jaka. Salma berubah, akhir-akhir ini ia selalu mengurung dirinya di kamar karena masih merasa bersalah. Sifatnya sekarang sedikit dingin dan selalu cuek dengan lingkungan sekitar. Ia sudah mengetahui tentang kebakaran rumahnya yang ternyata bukan oleh Jaka dari Pak Mamat.
Pak Mamat menceritakan bahwa waktu itu pas dia abis dari kamar mandi tidak sengaja melihat ada seorang yang sedang menaburkan bensin di rumah majikannya lalu membakarnya. Pak Mamat terkejut, tadinya ia ingin segera menghampiri orang tersebut. Namun ia urungkan karena tidak lama Jaka datang dengan di bawa mobil hitam lalu ... you know lah. Karena panik melihat rumahnya terbakar Jaka tidak sadar bahwa tadi penjahatnya yang sudah entah kemana sebelum pergi menyuruh Jaka untuk memegangi jerigen bensin.
Salma juga sudah mengetahui tentang Vidio Jaka sedang berc*um*n bersama cewek itu hanyalah salah paham saja. Salma sudah mengetahui semuanya tentang berkas abal-abalan dan flashdisk nya yang ternyata itu adalah rencana Reza dan adiknya. Ia sudah melihatnya sendiri lewat Cctv perusahaannya. Mungkin karena keteredoran Reza sebelum bertindak membuat semuanya rencana gagal.
Bukannya hubungannya semakin dekat karena sudah tidak penghalang lagi. Namun justru Salma malah membencinya dan tidak ingin bertemu dengannya lagi. Jangankan mau menerimanya sebagai kekasih, mengakui sebagai teman atau sahabat pun Salma tidak ingin. Ia benar-benar kecewa sama Reza. Dia bilang tidak akan mengganggunya lagi, tapi apa? Justru dia malah membuat kesalahan yang sangat patal.
***
Di sebuah tempat serba putih seorang perempuan cantik berjalan kecil sambil menatap keselilingnya bingung.
"A-aku dimana?" tanyannya bingung.
Tidak lama datanglah seorang Pria bersama gadis kecil sekitar lima tahunan yang sangat cantik menghampirinya dengan pakaian serba putih. Ia tersenyum hangat ke arah wanita cantik yang sedang kebingungan itu.
"J-jaka? Kamu kembali? Syukurlah, aku kangen ..." ucapnya senang dan berusaha untuk memeluknya namun tidak bisa.
Bukannya menjawab Pria tampan yang bernama Jaka itu malah tersenyum lalu ia memberikan gadis kecil yang sedang di gandengnya.
"Saya titip anak ini yah, jaga dan sayangi dia. Jangan sampe kamu menyakitinya," ucapnya tidak menghiraukan wajah wanita di hadapannya yang terlihat kebingungan ia berbalik dan pergi menjauh dari mereka.
"Jaka! Jangan pergi lagi ... Aku mohon kembalilah! Kasih Aku kesempatan buat menebus semua kesalahanku! Hikss ..." teriaknya mencoba mengejar Pria yang bernama Jaka itu. Namun semakin dia mengejarnya Jaka malah semakin jauh. Tidak dengan gadis kecil yang sedari tadi hanya tersenyum sambil melambai-lambaikan tangannya.
"Kembalikanlah Aku mohon ..." ia terduduk lemas sambil terisak.
__ADS_1
***
"Jangan pergi lagi ... Aku mohon kembalilah! Kasih aku kesempatan buat menebus semua kesalahanku!"
"Sayang hei, bangun!" Bu Sazkia menepuk-nepuk pelan pipi putrinya yang sedari tadi teriak-teriak sambil menangis dengan mata yang masih terpejam.
"Kembalikanlah Aku mohon ..."
"Sayang bangun, sholat subuh!" Bu Sazkia kembali membangunkan putrinya.
Tidak lama Salma pun langsung terbangun dengan nafas terengah-engah, "Hossh ... Hossh ..."
"Kamu tenang dulu, tarik nafas ... Buangkan ..." Salma menuruti perkataan Mamahnya, menarik nafas dan buangkan hingga beberapa kali.
"Kamu mimpiin dia lagi?" tanya Bu Sazkia setelah melihat putrinya sudah tenang.
Salma menatap wajah Mamanya sendu sambil terdiam melamun. Namun tidak lama ia langsung berhambur masuk ke dalam pelukan Mamanya.
"Iyah Mah, Salma mimpiin dia lagi. Hikss ... Tapi kali ini beda," ujarnya yang membuat Bu Sazkia memicingkan matanya.
"D-dia datang nyamperin Salma bersama seorang gadis kecil cantik. Lalu ia memberikan anak kecil itu sambil berkata
Saya titip anak ini yah, jaga dan sayangi dia. Jangan sampe kamu menyakitinya. Setelah mengucapkan itu dia langsung pergi meninggalkan kita entah kemana. Salma berusaha mengejarnya, namun semakin di kejar malah semakin susah untuk menggapainya. Dia malah semakin jauh," jelas Salma masih terisak.
"Dan yang Salma anehin, anak kecil itu mirip Aku sama Jaka. Bibir dan matanya mirip dia, hidung dan pipi lesungnya mirip banget sama Aku. Dan kalau alis gak tau mirip siapa, alisnya tebal banget," ucap Salma.
"Mungkin mirip kamu sayang, kamu juga tebal," sahut Bu Sazkia.
"Iyah sih, tapi aku gak terlalu tebal Mah."
"Hmm, dari ciri-cirinya anak itu mirip kalian. Apa jangan-jangan kamu ..." Bu Sazkia menggantungkan perkataannya yang membuat anaknya penasaran.
__ADS_1
"Jangan-jangan apa Mah?"
"Ah sudahlah jangan di pikirin. Mending sekarang kamu ambil wudhu terus sholat biar lebih tenang," ujar Bu Sazkia mengalihkan pembicaraan.
"Ya udah kalau gitu Mamah pamit dulu yah sayang, jangan terlalu banyak pikiran," ucapnya lagi sambil mengelus-elus puncak kepala putrinya lembut lalu mengecup keningnya. Ia pun segera pergi meninggalkan anaknya sendirian.
Salma menatap kepergian Mamanya sendu, lalu ia menoleh kesamping nya. Bayang-bayangan saat bersama suaminya kini kembali melintas lagi di pikirannya.
"Dulu setiap kali Aku bangun untuk sholat subuh. Wajah tampan kamulah yang pertama kali aku lihat. Diam-diam juga Aku selalu memelukmu di saat kamu tidur. Pelukan hangat yang selalu membuatku nyaman, aku kangen itu ..." rilihnya dan tak terasa air matanya kembali lolos.
Tidak mau membuang-buang waktu Salma pun beranjak dari tempat tidurnya. Berjalan menuju kamar mandi untuk segera membersihkan diri sekalian mengambil air wudhu untuk melaksanakan sholat subuh.
Setelah selesai dengan rutinitasnya dan juga sudah rapi berpakaian. Ia memakai mukenanya lalu menggelar sajadahnya.
"Dulu kamu yang selalu ada di depan mengimami Aku. Tapi kini Aku hanya sholat sendirian tanpa ada yang mengimami," ucapnya sambil menatap ke depan sendu.
***
Usai melaksanakan Sholat subuh. Salma terduduk termenung memeluk foto pernikahannya sambil terisak. Matanya sembab karena terlalu banyak menangis. Hingga tiba-tiba ia merasa kepalanya sangat pusing dan perutnya terasa mual.
Dengan cepat Salma berlari ke wastafel untuk memuntahkan isi perutnya yang memang belum terisi apa-apa.
"Huwekkk ... Huwekkk ..."
Setelah merasa lega Salma kembali ke kamarnya. Namun baru saja duduk ia tiba-tiba merasa mual lagi. Ia kembali berlari menuju wastafel dengan menutup mulutnya sambil memegangi kepalanya yang terasa pusing.
"Huwekkk ... Huwekkk ..."
"Sayang kamu kenapa?" tanya Bu Sazkia khawatir yang baru saja datang dan langsung menghampiri anaknya.
"Gak tau Mah perut Salma mual banget, kepala juga pusing. Mungkin masuk angin kali karena telat makan," ujar Salma sambil memegangi kepalanya yang malah bertambah pusing karena muntah-muntah tanpa ada yang keluar.
__ADS_1
Tatapan Salma kembali buram, tubuhnya gontai. Hingga akhirnya matanya kembali terpejam dan ambruk di pelukan Bu Sazkia yang gercep langsung menangkapnya.
>Bersambung ...