Suamiku Anak Pembantu

Suamiku Anak Pembantu
S2~ Episode 131


__ADS_3

Assalamu'alaikum.


~HAPPY READING~


🐣🐣🐣


"Aku minta maaf karena telah membuatmu sakit hati. Dan aku minta sama kamu, tolong hilangkan rasa cintamu kepadaku!" sontak Rere langsung menoleh.


Gibran memegangi kedua pundak Rere dan menyuruh gadis itu menghadap ke arahnya. Ia menatapnya dalam lalu berkata, "Ayahku sudah menceritakan semuanya, dan aku hanya menganggapmu saudara, tidak lebih. Jadi kumohon hilangkan rasa cintamu kepadaku! Lupakan aku!"


Rere menundukkan wajahnya dan tak terasa air matanya kembali menetes, "T-tidak bisa Gibran, aku sudah terlanjur mencintaimu! Kau adalah cinta pertamaku, tidak semudah itu untuk melupakannya."


Gibran menghela nafas lalu mengusap air mata gadis di hadapannya, "Kita itu saudara, orang tuamu adalah Adek tiri dari Ayahku. Tidak mungkin bisa untuk bersatu!"


"Hanya tiri kan?" tanya Rere sambil menatap Pria di hadapannya dengan penuh harapan.


"Rere kumohon mengertilah, aku tidak mencintaimu. Lagian sudah ada wanita lain yang kucintai. Berhenti mengejarku, buang rasa cintamu kepadaku! Dan mulai buka hati untuk yang lain! Banyak lelaki di luaran sana yang lebih baik dariku!" ujar Gibran yang membuat mata Rere berkaca-kaca.


"Kenapa?! Kenapa kamu milih wanita lain Gibran?! Selama ini aku selalu memikirkanmu, tapi ternyata kamu di sana sedang bersenang-senang bersamanya. Kamu jahat Gibran! Apa kamu tidak memikirkan perasaanku?!" tanyannya dengan air mata yang terus mengalir.


"Aku mengerti! Dan sekarang aku memintamu untuk lupakan aku! Karena percuma saja, semakin besar rasa cintamu padaku. Akan semakin dalam sakit hatimu!" tegas Gibran.


Drrtt-drrtt-drttt!


Tiba-tiba terdengar suara dering ponsel Rere menandakan ada panggilan masuk. gadis itu langsung menghapus air matanya, ia merongoh ponsel di saku celananya lalu melihat siapa yang menelpon.


"Mommy?" gumamnya.


Call on.

__ADS_1


"Hallo?"


"Hallo sayang, kamu lagi ada di mana?" tanya Maminya di seberang sana.


"Aku lagi ada di taman Mi, kenapa?" tanya Rere.


"Pulang sayang bentar lagi mau Maghrib! Mami juga ingin mengatakan sesuatu sama kamu!"


"Tapi Mi--"


"Pokoknya Mami tunggu sekarang di rumah!"


Tut-tut-tut!


Maminya langsung mematikan telfon secara sepihak.


"Siapa?" tanya Gibran.


Gibran menatap kepergian gadis itu dengan merasa sangat bersalah, "Sebenarnya dulu aku tak tahu perasaanku gimana sama kamu. Entah itu cinta atau apa, tapi yang jelas setelah aku pindah ke sana, aku selalu kepikiran kamu. Aku juga merasa bungah saat kamu sering Chat aku," gummannya.


"Tapi setelah Ayah menceritakan semuanya dan menyuruhku agar tidak suka kepadamu. Aku hanya menurut, awalnya aku juga tidak bisa melupakanmu. Tapi perlahan aku bisa dan buktinya sekarang aku sudah memiliki seorang kekasih."


"Ternyata kamu di sini? Katanya mau ke toilet, tapi malah ada di sini. Pantesan lama!" ketus Keyra yang tiba-tiba datang entah darimana.


"Eh sayang, maaf yah lama. Tadi abis dari toilet malah nemu danau, karena adem aku ke sini aja. Sampe lupa kalau ada kamu yang nungguin," ujar Gibran berbohong sambil tersenyum.


"Auk ah kamu mah gitu!" ketusnya sambil cemberut.


"Utututu sayangku ngambek, udah ah ini udah mau Maghrib. Ayo cari taksi untuk pulang, rumah Omaku lumayan jauh juga sih. Takutnya kemalaman," ujar Gibran sambil mengacak-acak rambut kekasihnya.

__ADS_1


"Hmm, gimana kalau kita ke rumahku aja. Kebetulan tidak jauh dari sini kok," sahut Keyra.


"Really?" Keyra mengangguk, "Baiklah Ayo, aku tidak sabar ingin bertemu calon mertua!"


"Kamu ini ..." Keyra hanya menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tersenyum melihat kekasihnya yang langsung menariknya untuk segera pergi ketika mendengar ingin bertemu keluarganya.


*****


Sedangkan di sisi lain, Rere baru saja sampai di rumahnya. Ia melewati ruang keluarga yang terlihat Mami Papinya sedang duduk menunggunya.


"Assalamu'alaikum, Mi, Pi!"


"Wa'alaikumsalam. Sayang, sini duduk kita mau ngomongin hal penting ke kamu!" pinta Maminya yang langsung di turuti oleh Putri semata wayangnya.


"Ada apa Mi? Pi?"


"To the poin aja, kita ingin menjodohkanmu!" ucapnya yang membuat Rere kaget.


"Uhuk-uhukk ... A-apa maksud Mami sama Papi? Kalian bercanda kan?" Rere tersedak ludahnya sendiri, ia menatap kedua orang tuanya terlihat jika mereka sedang serius.


"Kita akan menikahkanmu dengan anak temen Mami!"


"Aku tidak mau Mi, Pi! Aku kan masih kuliah, lagian aku tidak cinta sama Pria itu! Bahkan kita tidak saling kenal!" bantah Rere.


"Tidak ada penolakan sayang, kita sudah merencanakan perjodohan ini beberapa tahun yang lalu. Jadi kamu turuti saja apa mau kita. Besok malam kamu dandan yang cantik, kita akan bertemu dengan calon suamimu untuk membahas tentang pernikahan kalian!" ujar Maminya.


"Terserah kalian saja! Rere ke kamar dulu, capek mau istirahat!" ucap Rere lemah dan berlalu pergi meninggalkan mereka menuju kamarnya.


>Bersambung ....

__ADS_1


Maaf yah Salsanya jarang muncul 😁 Karena terlalu banyak pemerannya dan menceritakan kisah masing-masing. Jadi susah ngatur epsnya🙏


__ADS_2