
Assalamu'alaikum.
~HAPPY READING~
🐣🐣🐣
Seminggu kemudian, Salsa sudah sembuh walaupun belum pulih total. Ia sudah di perbolehkan pulang ke rumah baru mereka di Japan. Awalnya Salsa kaget karena ia tidak tahu jika di bawa pindah ke negara lain. Memang dari awal ia sudah curiga karena Dokter dan perawat rumah sakit di sana semuanya berbicara bahasa Jepang.
Ia kira memang Dokternya orang saja yang bekerja dengan Indonesia, tapi ternyata bukan. Memang sih sedikit-sedikit ia ngerti bahasanya karena kebetulan ia suka menghapal terjemahan bahasa dari beberapa negara.
Hingga kini tak terasa, beberapa tahun kemudian. Salsa sudah lulus S1 di universitas tempat tinggalnya sekarang. Begitupun dengan Gibran yang sudah masuk kuliah beberapa bulan yang lalu.
Selama ini mereka hidup dengan aman dan tentram. Tanpa ada masalah seperti sebelumnya. Perusahaan pemberian dari Pak Devan yang Jaka pegang juga kini sudah semakin maju. Berkat bantuan Salsa juga, memang ia berkerja di sana untuk membantu Ayahnya.
Awalnya Jaka menolak, ia meminta Putrinya untuk melanjutkan S2. Namun Salsa kekeh tidak mau, ia memilih tetap ingin bekerja untuk membantu Ayahnya. Jika melanjutkan kuliah sambil bekerja pasti akan kesusahan. Lagian toh S1 juga bagus, ngapain kuliah tinggi-tinggi jika ujung-ujungnya akan ke dapur jika sudah punya suami nanti.
Oh iyah ada yang ketinggalan, berkat pengobatan dan sering terapi di sana. Kini allhamdullah tangan kiri Salsa sudah bisa di gerakkan walau masih agak kaku. Tapi perlahan mulai kembali normal.
Dan kini hari Minggu, terlihatlah mereka sedang bersiap untuk terbang ke Indonesia berniat mengunjungi orang tuannya Salma yang katanya Bu Saskia sedang sakit.
Salma dan Jaka tidak lupa selalu mengunjungi orang tuannya walaupun tidak setiap bulan, tapi mereka sering mengunjungi dan menghubunginya untuk menanyakan kabar. Dan karena berbulan-bulan ini mereka selalu sibuk, tidak sempet untuk mengunjunginya.
__ADS_1
"Ayo sudah siap belum? Pesawatnya bentar lagi berangkat," ujar Jaka.
"Kalian duluan saja, nanti Gibran nyusul," pinta Gibran yang membuat Ayahnya mengerutkan keningnya.
"Tidak mau bareng aja?" tanya Jaka.
"Tidak Ayah, nanti Gibran nyusul aja," sahutnya sambil tersenyum.
Jaka yang mengerti hanya mengangguk, "Baiklah, Ayo Salsa, Salma kita berangkat. Takutnya ketinggalan pesawat!" teriak Jaka kepada istri dan Putrinya yang masih berdandan.
Setelah selesai, mereka pun berlalu pergi meninggalkan rumahnya menuju bandara. Kecuali dengan Gibran yang hanya diam di rumah karena dia akan menyusul nanti.
***
Karena sudah merasa sangat lelah, mereka segera pergi menuju kediaman keluarga Alexander menggunakan taksi.
.
.
.
__ADS_1
🌹🌹🌹
Seorang gadis cantik sedang berjalan sendirian entah ingin kemana. Yang jelas ia sedang berjalan-jalan karena merasa bosan diam di rumah. Sedari tadi ia melamun memikirkan seseorang.
'Ayolah kembali, aku menantimu ...' gummannya dalam hati.
Ketika sedang asyik dalam lamunannya tiba-tiba tidak sengaja ia mendengar percakapan sepasang kekasih. Yang kebetulan sedang lewat tidak jauh darinya.
"Sayang, kamu bilang orang tuamu ada di sini? Dimana mereka, aku ingin bertemu," tanya seorang laki-laki kepada kekasihnya.
"Kamu yakin ingin ke rumahku untuk bertemu dengan orang tuaku? Sudah kubilang bukan kalau aku ini orang miskin. Rumahku jelek, kecil, kumuh, tidak ada AC dan kamu pasti tidak akan betah di sana. Lagian kamu juga sudah tahu jika aku kuliah di sana karena beasiswa. Sudah lihat kontrakanku di sana bukan? Begitu kecil, apa kamu masih mau sama aku?" ujar gadis di sampingnya.
Pria itu langsung mengacak-acak rambutnya gemas sambil tersenyum, "Kamu ngomong apa sih? Kamu pikir aku tipe Pria yang memandang harta? Sudah kubilang kalau aku tidak peduli siapapun kamu. Aku akan tetap mencintaimu! Dan aku hanya ingin bertemu dengan calon mertuaku, apa tidak boleh?"
"Ishh kamu mah, baiklah-baiklah, nanti kita ke sana yah. Aku juga sudah kangen dengan mereka."
Sedangkan gadis yang melihat kemesraan mereka, yang tak lain adalah Rere. Ia merasa tidak asing melihat Pria yang sedang bersama kekasihnya itu.
Deg!!
"B-bukankah i-itu ...?"
__ADS_1
>Bersambung ....
Aku cepetin alurnya yah. Hmm Jan lupa kasih dukungannya biar tambah semangat lagi up nya🙂