
Assalamu'alaikum.
~HAPPY READING~
🐣🐣🐣
Sam menatap Alex, "Apa kau tau aku dulu seperti apa, Alex?" tanyanya yang di angguki oleh tangan kanannya tersebut. Ia tahu jika Bosnya seorang Mafia kejam dan sangat benci wanita. Memang ia sudah lumayan lama bekerja di perusahaan tersebut.
Sam kembali menundukkan wajahnya dengan helaan nafas panjang, "Wanita tadi adalah teman masa kecilku. Bukan hanya teman, bahkan aku sangat menyayanginya sudah seperti Adekku sendiri. Dulu Aku terpaksa meninggalkannya karena ikut dengan ortuku. Dan asal kau tau, beberapa tahun silam ..." Sam memejamkan matanya sejenak sambil menutup wajahnya menggunakan kedua
tangan.
"Aku tega menyakitinya hingga dia kritis dan koma akibat ulahku. Aku benar-benar Pria br3ngs3k yang menyakitinya hingga seperti itu. Aku benar-benar menyesal, dulu aku memang gak tau jika itu adalah dia karena aku hilang ingatan. Dan sekarang hikss ... Aku gak tau harus dengan cara apa agar dia bisa memaafkanku. Aku yakin jika dia tidak akan pernah memaafkan Pria br3ngs3k sepertiku ..." ujarnya sambil terisak.
"Tuan yang sabar yah ... Percayalah aku yakin jika dia akan memaafkan Tuan. Semangat ... jangan menyerah, Tuan pasti bisa! Masa Tuan muda yang dulu dan kenal kejam jadi cengeng seperti ini," ucap Alex sambil tersenyum.
Sam mengusap wajahnya lalu mencoba untuk tetap cool, "Mana ada, aku tidak cengeng!" ujarnya yang di balas senyuman oleh Alex. Walaupun hanya sekretaris, tetapi Pria itu sudah seperti teman sendiri bagi Sam.
🌹🌹🌹
__ADS_1
Sedangkan di sisi lain, setelah bertemu dengan kliennya tadi yang ternyata adalah Samuel. Salsa terlihat sedikit murung, hingga tidak fokus saat bekerja. Yang biasanya ia sangat bersemangat jika urusan pekerjaan. Tidak ada lagi yang ia pikirkan selain kerja, kerja dan kerja.
Dan sekarang terlihat Salsa yang sedang berada di ruangan sambil menatap layar komputer di depannya. Namun sedari tadi ia malah melamun memikirkan sesuatu.
"Arghh! Kenapa sih kita harus bertemu lagi?! Dan kamu juga Salsa, kenapa mau nerima gitu aja bekerjasama dengan perusahaannya! Jika seperti ini pasti akan sering bertemu dengannya!" teriak Salsa frustasi sambil mengusap wajahnya kasar.
"Tidak-tidak! Huftt ..." ia menghela nafas panjang lalu menghempaskannya, "Ini soal pekerjaan Salsa, mau tidak mau kamu harus nerima. Toh sangat untung bekerjasama dengannya dan soal dia. Anggap saja klien biasa dan tidak mengenalnya sebelumnya. Harus tetap tenang saat bersamanya dan lupakan kejadian beberapa tahun yang lalu itu ..." ujarnya sambil mencoba untuk tenang.
🌹🌹🌹
Siang hari, di Indonesia. Kini di dalam sebuah mobil, terlihat Kelvin yang ingin mengantarkan calon istrinya pulang. Kebetulan sekali ini jam istirahat, dan lagian tidak ada pasien yang parah juga jadi ia memilih menjemput Rere dan mengantarkannya pulang.
Seperti biasa, suasana selalu saja hening. Memang Rere yang belum mengenal Pria di sampingnya, ia jadi merasa canggung.
"Di kasih Mommy, kenapa hmm?" sahut Kelvin.
"T-tidak apa-apa."
"Hmm, apa kamu selalu pulang jam segini?" tanya Kelvin mengalihkan pembicaraan.
__ADS_1
"Tidak, biasanya agak sore. Tapi karena dosennya lagi rapat jadi jam segini udah pulang," jawab Rere.
"Hmm," Kelvin manggut-manggut dan kembali fokus menyetir.
'Perasaan hmm-hmm terus dari tadi, kayak Nissa sabyan aja!' gumman Rere dalam hati.
Drrtt-drrtt-drttt!
Tiba-tiba terdengar suara dering ponsel Kelvin menandakan ada panggilan masuk. Ia langsung menepikan mobilnya dan melihat siapa yang menelfon.
"Mommy?" gumamnya sambil mengerutkan keningnya menatap layar ponselnya.
Call on.
"Hallo, My!"
"....."
"Baiklah aku pulang sekarang!"
__ADS_1
tut-tut-tut!
>Bersambung .....