Suamiku Anak Pembantu

Suamiku Anak Pembantu
S2~ Episode 152


__ADS_3

Assalamu'alaikum.


~HAPPY READING~


🐣🐣🐣


"Kenapa?!"


"Hanya saja tidak dengan Aca Pah. Sekarang dia sakit gara-gara donorin darahnya ke Sam. Apalagi sangat banyak itu membuat kondisinya lemah," jawab Sam sangat merasa bersalah. Memang Aqila sudah menceritakan semuanya jika Salsa mendonorkan darahnya sebanyak dua kantong.


"Salsa? Dia mendonorkan darahnya ke kamu?!" Sam mengangguk.


"Kondisinya sekarang sedang tidak baik-baik saja. Sam sangat khawatir, Sam juga khawatir karena merasa ada yang mengincarnya. Papah tau sendiri kan? Ada yang mencoba membunuhnya, tidak mungkin kan itu tanpa alasan?" ujar Sam yang di angguki Papahnya.


"Soal itu kamu tenang saja, Papah sudah nyuruh anak buah Papah untuk menyelidiki semuanya. Dan dimana Salsa sekarang?" sahut Papahnya.


"Terimakasih Pah, baru saja Sam mau nyuruh anak buah Sam untuk menyelidikinya. Aca sekarang ada di ruang inap anggrek yang ada di depan ruangan Sam," jawab Sam.


"Baiklah, nanti Papah akan mampir ke sana sekalian bertemu dengan Jaka."


Cklek!


Tiba-tiba saja Dokter datang dan masuk ke ruangan Sam sambil tersenyum ramah.


"Selamat pagi tuan Sam ... Bagaimana kondisinya? Apa sudah membaik?" sapa Dokter.


"Pagi Dok, Alhamdulillah sudah baikan," jawab Sam.


"Baiklah, mari saya periksa dulu," ucap Dokter dan mulai memeriksa keadaan Sam.


"Ya, kondisinya sudah mulai membaik. Tapi tetap saja Anda tidak boleh banyak gerak dulu karena jahitannya belum kering. Dan jangan terlalu banyak pikirin dulu. Ini saya kasih vitamin dan obat lainnya, di minum yah setelah makan. Nanti akan ada perawat yang membakan bubur. Kalau begitu saya permisi dulu, jika ada apa-apa panggil saja!" ujar Dokter sambil memberikan beberapa vitamin dan obat lainnya.


"Baik Dok, terimakasih."


Setelah kepergian Dokter, Aqila yang dengan hati-hati menaruh kepala Mamahnya di pahanya yang ia jadikan bantal. Ia mengelus-elus wanita yang paling berharga baginya dengan penuh kasih sayang.


"Tidurnya pulas banget, sampe gak kerasa aku mainin rambutnya. Pasti Mamah sangat kecapean," gumamn Aqila pelan sambil memperhatikan wajah Mamahnya.

__ADS_1


"Hnggg ..." karena merasa terusik membuat Lia mulai membuka matanya perlahan. Ia mengucek-ngucek matanya.


"Mamah udah bangun? Qila ganggu yah?" tanya Aqila.


"Qila? Mamah ada dimana? Apa sudah sampai?" tanyanya bingung.


"Iyah, Mamah lagi di ruangannya Abang Sam."


"Gimana keadaan Abang kamu?" tanya Mamahnya sedikit cemas.


"Sam baik-baik saja!" sahut David lalu mulai berjalan menuju mereka. Ia membantu Istrinya duduk di kursi roda lalu mendorongnya untuk menghampiri Sam.


"Nak, apa kamu baik-baik saja?" tanya Mamahnya khawatir.


Sam tersenyum, "Aku baik-baik saja Mah. Mam--"


Cklek!


"Pagi, saya bawakan bubur untuk tuan Samuel. Di makan yah," ucap suster sambil membawa semangkuk bubur dan segelas air.


"Baik, kalau begitu saya permisi."


"Nak ayo ini di makan buburnya," ucap Lia kepada Sam sambil menyuapi sesendok bubur. Walaupun susah ia tetap berusaha menyuapi Putranya.


"Mamah juga makan yah," ucap Sam sambil mengunyah bubur tersebut.


"Gak usah, kamu aja. Ayo ini di makan lagi," sahut Lia sambil tersenyum.


"Tapi Mah ..."


"Kamu makan aja Sam, Mamah sama Adek kamu biar Papah belikan makanan. Kalau begitu Papah keluar dulu buat nyari makanan sebentar," ujar Papahnya.


"Biar Qila aja Pah," pinta Aqila.


"Tidak usah, kamu di sini saja bantu jagain Abang kamu," ucap David lalu berlalu pergi.


🌹🌹🌹

__ADS_1


Setelah David membeli makanan dan semuanya sudah selesai makan. Kini di ruangan Sam terlihat mereka sedang santai menonton tv. Sebenarnya sangat jenuh juga berlama-lama diam di ruangan seperti itu. Sangat-sangat membosankan.


"Nak, Papah sama Mamah mau ketemu sama orang tuanya Salsa dulu. Sekalian jenguk Salsa, kamu di sini aja yah sama Aqila. Ruangannya di depan kan?" ujar Papahnya.


"Aku ikut Pah, pengen lihat juga gimana keadaannya Aca," sahut Sam.


"Tapi kamu kan baru selesai di operasi, apa gak sakit jika banyak gerak?"


"Gapapa Pah, aku udah baikan kok," jawab Sam sambil mencoba berusaha untuk turun.


David langsung membantu Putranya, "Pakai kursi roda aja yah? Kamu nekat banget sih. Kalau jahitannya kebuka gimana!"


"Gak perlu Pah, dekat ini ruangannya," sahut Sam santai.


"Mas, aku kebelet," nimbrung Lia yang sedari tadi merasa kebelet.


"Kamu itu keras kepala banget sih Sam! Qila bantuin Abang kamu, kalian duluan aja biar nanti kita nyusul. Papah mau anter Mamah ke kamar mandi dulu," ujar David yang di angguki oleh Putra-putrinya.


Aqila pun membantu Abangnya menuju ruangan Salsa. Sedangkan David mengantar istrinya ke kamar mandi.


Setelah sampai di depan ruangan Salsa. Sam mulai membuka pintunya secara perlahan dengan perasaan tidak sabar ingin bertemu gadis itu.


Deg!


Sam langsung terdiam melihat pemandangan di dalam ruangan. Terlihat ada seorang lelaki yang sedang menyuapi Salsa dengan sangat mesra sambil bercanda. Terlihatlah Salsa sedang memegang buket bunga juga.


'Siapa dia? Apa kekasihnya?' batin Sam merasa sakit hati.


"Abang, kenapa? Ayo jalan, kenapa diam?" tanya Aqila membuyarkan lamunannya.


"Ah Abang gak papa, kita kembali ke ruangan aja. Tiba-tiba kepala Abang merasa sangat pusing. Abang ingin istirahat," bohong Sam sambil berniat kembali ke ruangannya.


>Bersambung ...


Ini sebenarnya nulisnya udh dari kemarin. Tapi baru sempet di lanjut sekarang;)


Mom maaf jika banyak typo bertebaran;v

__ADS_1


__ADS_2