Suamiku Anak Pembantu

Suamiku Anak Pembantu
S2~ Episode 75


__ADS_3

Assalamu'alaikum.


~HAPPY READING~


🐣🐣🐣


"Kamu jangan banyak gerak dulu yah sayang, kamu masih sakit. Sekarang Ayah mau tanya sama kamu, kamu kenal gak sama orang waktu itu?" ucap Jaka lalu bertanya.


Salsa terdiam lalu menggeleng pelan, "Lalu Ayah sama Bunda sering ajarin apa kalau sama orang yang baru kenal?" tanya Jaka lagi.


"Kata Ayah cama Bunda kalau ketemu cama Olang balu kenal jangan mau kalau di kacih apa-apa. Telus jangan gampang pelcaya," jawab Salsa.


"Nah pinter, jadi sekarang gimana? Masih mau percaya sama orang yang gak kamu kenal itu atau Ayah sama Bunda yang selama ini selalu ada di samping kamu?" tanya Jaka yang membuat Salsa terdiam mencoba mencerna perkataannya tadi.


"Ayah cama Bunda," jawab Salsa yang membuat semuanya tersenyum.


Jaka mengelus kening Putrinya lembut lalu menciumnya, "Lain kali jangan gampang percaya gitu aja yah sayang. Kamu ini anak kandung kita! Anak kandung Ayah sama Bunda," ujarnya yang membuat Salsa menundukkan kepalanya.


"Maafin Caca Ayah, maaf kalna Caca maen pelcaya gitu aja. Dan maaf udah bilang gitu tadi cama Ayah. Ayah pasti cakit ati gak di anggap anak kandungnya yah?" rilihnya sambil memberikan pertanyaan yang membuat Jaka tersenyum tipis.


"Gak papa sayang gak usah di pikirin. Ayah ngerti kok gimana perasaan kamu pas tau kalau kamu bukan anak kandung Ayah. Pasti kamu kecewa banget sampe-sampe gak bisa berpikir dan maen percaya gitu aja. Ayah gapapa, anggap aja ini sebuah pelajaran bagi kamu yah sayang. Jangan maen percaya, sekarang kamu minum obat dulu terus istirahat yah? Udah selesaikan makannya? Biar cepat sembuh nanti bisa main lagi," ujar Jaka.


"Iyah Ayah cekali lagi Caca minta maaf. Tapi Caca ndak mau minum obat ah pait," sahut Salsa.


"Kalau kamu gak mau minum obat lama sembuhnya dong sayang. Emangnya kamu betah tinggal di sini lama-lama? Gak kangen bermain? Oh iyah kamu bilang juga ke Ayah katanya mau puasa, sekarang udah bulan puasa lho sayang," bujuk Jaka.


"Ya udah Caca mau puaca aja," ucap Salsa.

__ADS_1


"Tapi kamu kan masih sakit sayang, kalau udah sembuh baru boleh puasa dan bisa main lagi. Iyahkah Sam? Kamu puasa gak?" tanya Jaka kepada Samuel.


"Iyah Om, puasa dong," jawab Samuel.


"Tuh Kak Sam aja puasa, kamu gak mau puasa sayang? Bentar lagi juga lebaran lho, gak mau beli baju baru?" ujar Jaka masih mencoba membujuk Putrinya.


"Mau dong Ayah! Atu mau puaca cama beli baju balu," jawab Salsa.


"Ya udah kalau gitu minum obatnya dulu yah, abis itu kamu istirahat," pinta Jaka yang dengan ragu di angguki oleh Putrinya.


Jaka tersenyum lalu mengambil obat di atas nakas yang memang di sudah di sediakan, lalu ia pun membantu putrinya untuk minum obat. Kebetulan Dokter juga sudah meminta Jaka dan Salma untuk menyuruh Salsa meminum obatnya jika sudah sadar.


'Kenapa kepalaku dari tadi pusing banget yah,' batin Salma yang sedari tadi hanya terdiam menatap Putri dan suaminya.


"Abang, kayaknya Salsanya mau istirahat deh. Mendingan kita pulang aja yuk, kasihan Adek kamu nih udah tidur. Kayaknya kecapek'an gara-gara tadi main sama kamu," ucap Lia kepada Samuel.


"Kak Cam jangan pelgi, temanin Aca di cini!" pinta Salsa.


"Tap--" belum sempat Sam ngomong Jaka udah memotongnya.


"Tungguin sampe dia tidur yah Sam, om mohon ..." bisik Jaka yang dengan ragu Samuel mengangguk.


"Ya udah Kak Sam gak jadi pergi, sekarang Aca istirahat yah. Kak Sam temenin," ucap Sam kepada Salsa.


"Benelan?" tanya Salsa memastikan.


"Iyah Aca, mendingan sekarang kamu tidur yah. Harus banyakin istirahat biar cepat sembuh," sahut Samuel sambil mengelus puncak kepala Salsa lembut.

__ADS_1


Salsa tersenyum, ia mengangguk pelan lalu mulai memejamkan matanya.


"Kayaknya Salsa udah tidur tuh, kalau gitu kita permisi dulu yah Sal, Mas Jaka. Maaf gak bisa lama, semoga Salsa cepat sembuh yah," ujar Lia kepada Jaka dan Salma.


"Iyah gapapa, kalian jenguk ke sini aja kita udah senang banget. Amin, makasih yah," sahut Jaka yang di angguki oleh Lia sambil tersenyum.


"Kita pamit yah Bro, insyaallah nanti kalau ada waktu ke sini lagi. Jangan di pikirin mulu, cepat sembuh yah buat anaknya," ucap David sambil menepuk-nepuk pundak Jaka.


"Iyah amin ... Makasih lho Bro."


"Om, Tante Sam pamit yah," ucap Samuel sambil menciumi punggung tangan Jaka dan Salma.


"Iyah hati-hati yah Sam, makasih udah bantu kita bujuk Salsa biar mau makan sama minum obat," ucap Jaka.


"Ya udah kalau gitu kita permisi yah, Assalammu'alaikum!"


"Wa'alaikumsalam, hati-hati!"


Setelah kepergian mereka, Jaka mendekati istrinya yang sedari tadi diam saja. Melihat Salma yang terdiam malah membuatnya khawatir. Karena tidak seperti biasanya dia seperti itu.


"Sal, kamu kenapa dari tadi diam aja? Kamu sakit? Itu muka kamu pucat gitu," tanya Jaka khawatir.


"Ak--" belum sempat Salma ngomong tiba-tiba ia merasakan sakit di kepalanya semakin sakit dan pandangannya mulai kabur.


Salma hampir saja terjatuh, namun dengan cepat Jaka langsung menangkupnya. Ia pun ambruk di dalam pelukan suaminya.


"Sal bangun, sayang! Kamu kenapa sih?"

__ADS_1


>Bersambung ....


__ADS_2