Suamiku Anak Pembantu

Suamiku Anak Pembantu
S2~ Episode 167


__ADS_3

Assalamu'alaikum.


~HAPPY READING~


Mom maaf jika banyak typo bertebaran;)


๐Ÿฃ๐Ÿฃ๐Ÿฃ


Salma masuk ke dalam kamar Salsa dengan membawa segelas minuman dan beberapa cemilan.


"Sam, maaf Tante lama. Ini di minum dulu," ucap Salma sambil berjalan menghampiri Sam dengan membawa nampan.


"Terimakasih Tante, Sam jadi ngerepotin," ucap Sam sambil merubah posisi yang tadinya duduk di pinggir ranjang jadi berdiri.


"Tidak apa-apa, eh ini tangan kamu kenapa?!" tanya Salma baru sadar melihat tangan Sam yang terluka. Lalu ia melihat ke lantai yang dimana banyak tetesan darah di sana, "Apa yang terjadi Sam? Apa Salsa berbuat yang macam-macam lagi?"


"Ah ini hanya luka dikit Tante tadi gak sengaja kena pisau," ucap Sam.


"Kecil gimana itu lukanya parah, kamu duduk dulu di sana biar Tante obatin lukanya!" ujar Salma sambil mengambil kotak P3k di laci.


Sam pun hanya menurut, jujur sebenarnya sedari tadi ia menahan sakit. Kini Salma mulai mengobati luka Sam, walaupun sudah beberapa kali di tolak karena tidak enak. Namun Salma tetap mengobati lukanya.


"Ada-ada aja, sebenarnya apa yang terjadi? Ngomong aja ke Tante," ucap Salma sambil fokus mengobati luka Sam.


"Sebenarnya tadi Aca kelihatan ketakutan lihat Sam. Dia ngambil pisau dan berniat melukai dirinya sendiri, karena khawatir Sam rebut pisaunya secara Paksa," jelas Sam yang membuat Salma menghela nafas panjang lalu menatap ke arah Putrinya sendu.


"Tante jadi semakin takut, Tante khawatir lihat dia terus-terusan seperti itu. Tante kasihan Sam, Salsa masih muda. Di berhak bahagia, Tante sedih lihat hidupnya menderita terus," rilih Salma sambil menundukkan wajahnya dan tak terasa air matanya menetes.


"Tante tenang aja yah, Tante tidak usah khawatir. Sam bakal coba buat Aca ceria seperti dulu lagi. Sam sayang sama Aca Tan, Sam akan lakuin apapun demi dia. Sam janji akan berusaha buat Aca bahagia," ujar Sam tegas.


"Terimakasih Sam, Tante sangat berharap Salsa bahagia," ucap Salma sambil tersenyum mengusap air matanya.


****


Tiga Minggu telah berlalu, selama ini Sam selalu berusaha menyembuhkan depresi yang di alami Salsa. Ia selalu berkunjung setiap hari dan mengajak Salsa jalan-jalan ke taman. Walaupun awalnya Salsa selalu ketakutan bertemu dengannya, namun lama-lama gadis itu mulai sadar jika itu adalah Sam. Ia perlahan mulai melupakan kejadian malam itu, Sam juga terus berusaha menghibur Aca agar selalu ceria.


Dengan kehadiran Sam, sedikit demi sedikit mulai melupakan kejadian yang di alaminya. Ia kembali ceria, walaupun tidak seceria dulu. Dan kini sore hari, Sam dan Salsa sedang berada di mobil. Pria itu berniat membawa Salsa menuju ke suatu tempat.


"Kak, kita sebenarnya ingin kemana?" tanya Salsa penasaran.

__ADS_1


Sam menoleh ke samping sambil tersenyum, "Kamu lihat aja nanti," ucap Sam yang membuat Salsa mengerucutkan bibirnya.


"Kenapa itu bibir di maju-majuin gitu? Mau di cium? Bibirmu kayaknya manis," goda Sam sambil tersenyum, tapi tidak dengan Salsa yang malah langsung terdiam karena teringat dengan Pria yang sudah lancang menciumi lehernya hingga membuat banyak tanda merah.


Sam yang sadar akan perubahan Salsa berniat menghentikan mobilnya. Ia melihat ke depan yang kebetulan sudah sampai di tempat yang dituju, ia mulai memarkirkan mobilnya.


"Aca maafkan aku, aku tidak bermaksud membuatmu mengingat kejadian itu. Sudah jangan di pikirin lagi yah, lupakan semuanya. Anggap saja itu hanya angin," ujar Sam merasa bersalah, ia langsung mendekap Aca ke dalam pelukannya sambil mengelus-elus rambutnya lembut. Memang jika berbicara sedikit saja mengenai kejadian malam itu, Salsa pasti akan seperti itu.


"Sudah yah, ayo kita turun udah sampai," ucap Sam sambil melepaskan pelukannya perlahan. Ia menatap gadis itu sambil tersenyum, lalu mengajaknya untuk turun.


Salsa hanya menurut, mulai turun dan terpana melihat sekelilingnya. Sam yang melihat wajah Salsa tersenyum lalu mulai menggandeng gadis itu. Saat ini ternyata Sam mengajaknya ke Pantai. Dan untuk pertama kalinya Salsa ke pantai.


"Ini beneran di pantai? Pemandangannya indah banget! Wah ..." Salsa tersenyum antusias, lalu mulai berlari menuju air sambil merentangkan tangannya.


"Aca hei, mau kemana tungguin!!" teriak Sam sambil mengejar gadis itu. Bukannya berhenti Salsa malah semakin berlari sambil tersenyum senang.


"Tangkap aku kalau bisa, wlee ..." ejek Salsa sambil terus berlari. Sam yang melihat gadis itu ceria tersenyum senang, ternyata tidak sia-sia membawanya ke sini pikirnya. Tidak mau menyiakan ini, Sam berlari mengejar Salsa.


"Awas kamu yah kalau ke tangkap!" teriaknya sambil terus berlari mengejar.


"Wlee coba aja ..." ejek Salsa lagi sambil terus berlari dan tertawa riang.


"Yah ..." Salsa cemberut karena dirinya berhasil tertangkap.


Sam tersenyum penuh kemenangan, ia mulai meregangkan pelukannya dan membalikkan tubuh gadis itu secara perlahan agar menghadapnya. Ia menggenggam kedua tangan Salsa sambil menatap gadis itu dengan wajah serius.


"Aca, ini kedua kalinya aku ingin mengatakan kepadamu. Aku ingin mengatakan bahwaku cinta sama kamu, aku sangat menyayangimu. Walaupun kamu dulu pernah menolakku, aku tidak akan menyerah. Jika kamu butuh waktu aku akan memberikanmu waktu," Sam mengambil sesuatu dari sakunya. Yang ternyata adalah sebuah cincin yang dulu hampir ia sematkan ke jari manis gadis itu.


"Will you marry me, Salsabila ... Aku akan menunggumu jika belum siap," ucap Sam sangat-sangat berharap jika gadis itu kali ini akan menerimanya.


"T-tapi Kak, kenapa Kakak pilih aku? Banyak wanita di luaran sana yang lebih sempurna dariku!" ujar Salsa sambil menatap Sam sendu.


"Kamu ngomong apa sih, menurutmu kamu adalah wanita paling sempurna yang pernah aku kenal," ucap Sam sambil tersenyum.


"Aku tidak pantas buat Kakak, aku kot--"


"Sssttt ..." Sam meletakkan jari telunjuknya di bibir Salsa, "Plisss ... Aku sangat berharap kamu menerimamu. Aku janji akan membahagiakanmu, aku tidak akan membuatmu sedih. Aku sangat mencintaimu Aca, aku berharap kamu juga begitu."


Salsa menatap wajah Sam yang terlihat sangat berharap. Gadis itu menghela nafas pelan lalu tersenyum, "S-sebenarnya aku juga cinta sama Kak Sam," ucapnya pelan sambil menundukkan wajahnya malu.

__ADS_1


"Lalu?!"


"Lalu apa?" tanyanya polos.


"Apa kamu mau nerima aku atau tidak?" tanya Sam serius. Terlihat wajahnya yang tegang menunggu jawaban Salsa.


"Mmmm ... A-aku terima!" jawabnya yang membuat Sam tersenyum senang, ia mulai menyematkan cincinnya ke jari manis Salsa.


Sam berhambur memeluk tubuh mungil gadis itu sambil menangis terharu, "Terimakasih sudah mau nerimaku," ucapnya sambil mengecup keningnya pelan.


Sam menggenggam tangan gadis itu erat seakan tidak mau kehilangan. Ia tersenyum melihat gelang yang di pakai gadisnya.


"Ternyata kamu masih memakainya," gumam Sam sambil mengambil kembali sesuatu di saku celananya. Ia mengeluarkan sebuah gelang yang sama dengan Salsa lalu memakainya.


"Kamu masih ingat gak? Dulu aku kasih gelang ini pas aku masih SD. Dan sekarang tidak menyangka aku sudah dewasa sekarang. Dan sebentar lagi mau menikah, dengan orang yang dulu aku anggap adek sendiri!" ujar Sam sambil mencolek hidung mancung Salsa.


Salsa tersenyum malu, "Siapa juga yang mau menikah!" ucapnya berusaha tenang.


"Kita!" jawab Sam pede.


"Siapa juga coba yang mau nikah sama kamu? Aku terima cincin ini ya terima aja karena bagus," ujarSalsa yang membuat raut wajah Sam berubah.


"J-jadi k-kamu gak mau menikah denganku?" tanyannya dengan wajah sendu di tambah dengan anggukan kepala dari Salsa membuatnya sedih.


"Ya udah gapapa."


"Hahaha, aku cuman bercanda Kak ..." ucap Salsa sambil tertawa.


"Ih kamu ngeselin banget deh," Sam mencubit gemas pipi tembem Salsa.


"Aw-aw sakit Kak ..." ringisnya sambil mengusap-usap pipinya yang di cubit Sam.


>Bersambung ...


Maaf jarang up, huhuuuuu belum ikhlas banget Cerita ini sebentar lagi tamat. Maaf jika tidak sesuai ekspektasi, Sebenarnya dari alur yg udah aku rencanain ceritanya masih panjang bwangetttt .... Aku tadinya mau buat kisah mereka setelah menikah melewati banyak rintangan.


Tapi gimana yah, cerita ini mau aku pindahin ke apk lain dengan judul, nama tokoh berbeda dan alur sama tapi jauh berbeda. Karena kebetulan cerita ini sudah kontrak takutnya di bawa ke apk lain malah jadi masalah. Jadi buat readers setia aku ucapin terimakasih banyak udah ngikutin cerita receh ini sampai sejauh ini๐Ÿฅบ


Tidak mau buat kalian kecewa karena di gantung gitu aja, aku bakal tamatin dulu ceritanya mungkin ada beberapa eps lagi. Gomawo ....

__ADS_1


__ADS_2