
Assalamu'alaikum.
~HAPPY READING~
🐣🐣🐣
Di ruangan Salsa yang tadi Sam lihat tapi ia tidak mendengar pembicaraan mereka.
"Kak ayo dong ini di makan dulu. Janji deh kalau Kakak mau makan nanti aku bakal turutin apa mau Kakak," ucap Gibran berusaha membujuk Kakaknya untuk makan. Sedari tadi Salsa sedang memainkan Bunga di tangannya, pemberian Kakeknya yang di titipkan ke Gibran tadi.
"Kakak akan makan, tapi janji kamu harus beliin Kakak es krim nanti. kali-kali traktir Kakak, jangan Keyra terus!" ujar Salsa.
"Baiklah aku akan belikan Kakak es krim nanti kalau udah sembuh. Ayo ini di makan dulu," Gibran mulai menyuapi Kakaknya.
"Ayo sedikit lagi, ini yang terakhir Aaaa ..." ucap Gibran sambil menyodorkan sesendok bubur yang terakhir.
Salsa hanya menurut, ia mulai membuka mulutnya lebar-lebar untuk menerima sesendok bubur tersebut. Namun gak ada akhlaknya Gibran malah memasukkan bubur itu ke mulutnya sendiri.
"Am nyam-nyam ... enak Kak," ucap Gibran sedikit meledek yang membuat Kakaknya cemburut.
Namun tidak dengan Gibran, ia malah tersenyum meledek. Melihat itu membuat Salsa kesal, dan tanpa aba-aba langsung menggelitikinya.
"Hahahaha, ampun-ampun Kak hahaha ..." tawa Gibran sambil berusaha membujuk Salsa agar berhenti menggelitikinya.
"Hahaha, siapa suruh jailin Kakak. Huh ... udah ah capek," Salsa berhenti menggelitiki Gibran, lalu ia menyenderkan tubuhnya ke belakang karena merasa lelah dan merasa sedikit pusing juga.
"Kakak? Kakak gapapa kan?" tanya Gibran khawatir yang melihat Kakaknya langsung menyenderkan kepalanya sambil memejamkan matanya, ia memijit pelipisnya perlahan.
"Huh, air!" pinta Salsa yang membuat Gibran langsung mengambil air di atas nakas dan memberikan kepada Kakaknya.
Sedangkan di luar sana, Sam yang berniat kembali ke ruangannya. Kebetulan ia masih sangat dekat dengan ruangan Salsa membuatnya mendengar suara tawa di dalam sana yang lumayan keras.
__ADS_1
'Ckk, siapa sebenarnya laki-laki itu!' batinnya merasa kesal pluss cemburu.
"Abang! Kak Salsa sama siapa di dalam? Seperti suara laki-laki?" tanya Aqila penasaran.
Sam yang masih sibuk dengan pikirannya tiba-tiba terbuyar. Sontak ia menoleh ke arah Adeknya.
"Tidak tahu!" jawabnya cuek.
"Lho kalian kok balik lagi?" tanya Mamahnya yang kebetulan sekali Mamah Papahnya baru saja keluar ingin ke ruangan Salsa.
"Mamah sama Papah kalau mau ke ruangan Aca, ke sana saja. Tiba-tiba kepala Sam sedikit pusing, Sam mau istirahat saja," ujar Sam sedikit cuek lalu kembali berjalan menuju ruangannya.
'Bau-baunya lagi cemburu nih. Aku kerjain ah pasti seru,' batin Aqila sambil tersenyum iseng.
Mamah Papahnya mengerutkan keningnya heran. Tapi mereka tetap kembali ke niat awalnya, berniat ke ruangan Salsa. Namun saat ingin masuk ruangan, tepat sekali tiba-tiba saja Salma dan Jaka baru saja datang ingin masuk ke ruangan itu juga.
"Jaka?! Salma?!"
"David?! Lia?! Kalian ada di sini juga?!"
"Kita baik, iyah kalian kemana aja?" sahut Jaka masih berpelukan.
Sedangkan Salma menghampiri Lia yang ada di kursi roda. Ia pun sama saling cipika-cipiki dengannya, sudah sangat lama tidak bertemu membuat mereka sangat merindukan masa beberapa tahun yang lalu.
"Kamu kemana saja? Gak kangen sama aku?" tanya Salma kepada Lia sambil memeluknya.
"Ya kangen dong," jawab Lia sambil membalas pelukannya.
"Kita ngobrolnya di dalam saja. Mari masuk," ucap Jaka mempersilahkan mereka masuk.
David mengangguk, ia berniat mendorong kursi roda istrinya. Namun udah keduluan oleh Salma.
__ADS_1
"Biar aku saja," ucapnya mendorong Lia masuk. Mereka pun masuk ke dalam yang membuat Gibran dan Salsa yang sedang mengobrol sontak menoleh.
"Assalamu'alaikum."
"Wa'alaikumsalam," jawab Gibran dan Salsa.
"Ayah, Bunda, bawa siapa ke sini?" tanya Gibran yang langsung beranjak dari tempat duduknya.
"Ini temen lama Ayah sama Bunda. Namanya Tante Lia sama Om David," jawab Jaka.
"Oh hai Om, Tante," sapa Gibran sambil menyalami tangan mereka.
"Hai, ini anak kalian yang ke dua?"
"Iyah, namanya Gibran," jawab Jaka.
'Pantas tadi Sam mukanya di tekuk gitu. Sepertinya ia melihat Salsa sedang berduaan dengan adiknya yang ia kira kekasihnya,' batin Lia.
David mengangguk lalu menghampiri Salsa, "Jadi ini Salsa? Gak kerasa udah besar aja, makin cantik lagi. Pantas Sam sampai tergila-gila ngejar-ngejar kamu," ucapnya yang membuat Salsa tersenyum malu.
"Hai Om," Salsa menyalami tangan David.
"Oh iyah, sebenarnya kita ke sini sekalian itu Sam ingin melamar Salsa. Kita atur aja dulu biar setelah mereka pulang dari rumah sakit langsung tunangan gitu," ucap David yang membuat semuanya terkejut. Termasuk istrinya, karena sebelumnya ia tidak membicarakan apa-apa.
"Hah?!"
>Bersambung ....
Mon maaf jika banyak typo bertebaran;)
__ADS_1
Dirgahayu republik Indonesia ke-76
🇮🇩❤️