Suamiku Anak Pembantu

Suamiku Anak Pembantu
S2~ Episode 79


__ADS_3

Assalamu'alaikum.


~HAPPY READING~


🐣🐣🐣


"Kita harus cari kemana lagi yah? Kayaknya udah semua kita kelilingi, tapi gak ketemu. Dimana sih kamu Nak?" gumman Jaka sambil melihat ke sekelilingnya. Saat ini mereka sedang istirahat di halte bus yang tidak jauh dari sekolahan Salsa.


"Apa kita pulang dulu aja kali yah Mang?" tanya Jaka kepada Mang Ujang.


"Eh Den kayaknya ada yang belum kita datangi deh. Itu tuh ada sebuah gubuk, apa kita ke sana aja dulu? Siapa tahu ada Non Salsa di sana," ujar Mang Ujang yang sedari tadi fokus melihat-lihat sambil mengarahkan senternya ke sebuah arah.


"Mana Mang?" tanya Jaka sambil melihat ke arah yang di maksud oleh mang Ujang.


"Itu Den," sahut Mang Ujang.


"Oh iya, ya udah ayo kita ke sana. Semoga aja bener Salsa ada di sana yah," ucap Jaka yang di angguki oleh Mang Ujang. Dan tanpa berpikir panjang mereka pun langsung menghampiri gubuk tersebut.


"Assalammu'alaikum, permisi!"


"Salsa! Sayang! Kamu dimana Nak?!" panggil Jaka sambil melangkahkan kaki dengan perlahan ke dalam, setelah mengetahui kalau gubuk itu kosong.


"Non! Non Salsa!"


"Gak ada kayaknya deh Mang, gubuknya kosong. Udah malam juga, pulang aja yuk!" ujar Jaka.


"Eh Den bentar, itu kayaknya ada kaki deh. Kaki siapa yah?" kata Mang Ujang yang membuat Jaka langsung menghampiri ke arah yang di tunjuk karena penasaran. Memang benar ada sebuah kaki dan ...


"Ya ampun Salsa?!!" Jaka kaget melihat putrinya yang tergeletak tak sadarkan diri dengan pakaian basah, kotor dan lutut berluka bekas terjatuh tadi.


"Sayang bangun ... Kamu kenapa ada di sini sih? Ayah cariin kemana-mana gak ada. Ternyata ada di sini, ini lagi lutut kamu kenapa Nak? Bikin khawatir aja," cemas Jaka sambil menepuk-nepuk pipinya pelan.

__ADS_1


"Den Jaka mendingan kita bawa Non Salsa pulang aja. Kasihan dia," ujar Mang Ujang yang di angguki oleh Jaka.


Akhirnya setelah lama mencari mereka berhasil menemukan Salsa dan langsung membawanya pulang.


.


.


.


🍁🍁🍁


Setelah kejadian waktu itu, Salsa menjadi pendiam dan lebih suka mengurung dirinya di kamar. Berbicara dengan Ayah dan Bundanya pun hanya sepatah atau dua patah kata.


Gadis kecil yang dulu ceria dan sangat cerewet. Kini 100 persen berubah. Yang dulu sering menunggu kehadiran Adeknya pun sekarang setelah lahir hanya cuek-cuek aja. Ia sudah tidak peduli lagi. Salsa menganggap semuanya telah berubah, ia sadar dengan kondisinya sekarang. Ia mengira semuanya pasti tidak sayang dan tidak ada yang mau berteman lagi dengan dirinya. Jadi ia lebih memilih untuk menyendiri.


Hingga lima belas tahun kemudian. Kini usia Salsa akan menginjak dua puluh tahun. Yang bertanda ia sudah kuliah. Masih sama, sifatnya yang pendiam, cuek dan dingin.


Di universitas Garuda.


"Hai ..." balas para cewek yang di balas kedipan mata, "Ih ganteng banget sih!"


Kini di halaman kampus, terlihatlah most wanted. Lebih tepatnya para fakboy dan teman-teman sedang menggoda para kaum hawa yang lewat.


"Sssttt ... Bos!"


"Apaan?!" sahut orang yang di panggil bos.


"Bening banget bos," bisiknya sambil menunjuk seorang wanita cantik yang sedang duduk sambil membaca buku di sebuah taman.


"Weh, bening sih bening. Tapi lumpuh! Ngapain juga? Gak level!" sahut orang yang bernama Refan. Laki-laki tampan dan banyak gaya yang di incar banyak cewek. Tampan sih tampan, tapi sifat Playboy nya minta ampun.

__ADS_1


"Lumayan lah Bos, buat hiburan doang. Biasanya yang lain juga cuman di manfaatin aja, napa yang ini enggak?Cakep lho itu Bos," ujar Gio teman Refan.


"Ih gak mau! Gini-gini juga gue pilih-pilih, gue punya tipe kali!" kekeh Refan.


"Mmm gue punya ide!" sahut Ciko yang sedari tadi diam saja yang membuat Refan dan Gio langsung melihat ke arahnya.


"Apaan?!"


"Gimana kalau gue tantang Lo buat dapatin hatinya dalam waktu satu bulan. Apa Lo sanggup?" ujarnya yang membuat Refan tersenyum seringai.


"Boleh juga ntuh Cik, gue yakin si Bos kagak bakal dapat dah. Secara kan gue denger-denger cewek itu gak bakal mempan di deketin cewek ataupun cowok! Dia ntuh orangnya dingin dan cuek banget! Kagak peduli lingkungan sekitar," sahut Gio meremehkan Bosnya.


"Lo ngeremehin gue? Belum tahu siapa gue?" tanya Refan sambil menatap tajam ke arah Gio.


"Hehehe, tempe dong Bos. Bos kan anak orang kaya yang paling tampan dan menawan di kampus ini, yang di sukai banyak cewek. Dan satu lagi, Bos juga di cap sebagai Playboy cap buaya!" jawab Gio yang membuat Refan semakin menatapnya tajam.


"Sinting Lu! Beraninya ngatain Gue! Awas aja gak bakal gue kasih makan selama sebulan!" ucap Refan dingin.


"Lah jangan dong Bos, maafin ciptaan Tuhan yang tampan ini! Janji deh gak bakal ngeledek lagi! Tapi emang bener kan Bos Playboy cap Buaya!"


Refan tidak menggubris perkataan sahabatnya itu, ia memilih untuk tidak meladeni. Karena percuma saja meladeni orang gila kek dia, gak bakal kelar-kelar.


"Gue terima tantangan Lo! Kalau gue menang, mau kasih apa Lo ama gue?" ujar Refan kepada Ciko sambil melipat kedua tangannya di atas dada.


"Gue bakal kasih Lo senjata api termahal keluaran terbaru!" sahut Ciko yang membuat Refan tersenyum smrik.


"Oke, Deal!!! Gue terima tantangan Lo!" tutur Refan. Ia menerima tantangan dari Ciko bukan tak mampu membeli senjata api, hanya saja ia tidak ingin di remehkan hanya karena tantangan konyol seperti itu. Lagian ia juga senang mengoleksi senjata api, jadi lumayan juga jika ia menang bisa nambah-nambah.


"Hmm, Deal!!!" sahut Ciko sambil menjabat tangan Refan.


"Lihat aja nanti," gumman Refan sambil tersenyum menyeringai melihat ke arah kedua sahabatnya dan ke arah wanita yang akan menjadi korban taruhan tersebut.

__ADS_1


>Bersambung....


Maaf jarang up, Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan yah guys 🙏 Semangat puasanya, semoga lancar 🤗🥰


__ADS_2