
Assalamu'alaikum.
~HAPPY READING~
🐣🐣🐣
Seminggu kemudian.
Sam dan Salsa sudah sembuh tapi masih belum pulih. Mereka sudah boleh pulang ke rumah masing-masing.
Kebetulan sekali Sam masih punya markas yang sangat besar seperti rumah di sana. Jadi mereka memutuskan untuk tinggal di sana dulu untuk sementara. Kebetulan Salsa juga tinggal di rumah Neneknya. Sedangkan Aqila ia kembali ke Jepang karena harus kuliah. Begitupun dengan Gibran dan pacarnya itu.
Kini beberapa hari kemudian. Akhir-akhir ini Sam sangat dekat sekali dengan Salsa. Dan buktinya sekarang mereka sedang berada di danau taman dekat rumah Orang tuanya Salma.
Terlihat Salsa yang sedang menikmati permen kapas yang Sam belikan tadi. Sedangkan Sam sedari tadi terus memandang gadis itu sambil tersenyum-senyum sendiri.
Permen kapasnya ☝️
'Kamu tidak berubah yah, masih sama kayak dulu. Sangat cantik dan menggemaskan. Aku jadi gak sabar ingin cepat-cepat memilikimu,' batin Sam.
"Ih Kak lihat deh tadi ada ikan lompat gede banget. Jadi pen nangkap terus nanti aku jadiin ikan bakar deh," ucap Salsa sambil menunjuk ke arah danau dengan girang.
'Dia kalau sedang bekerja sangat profesional, sangat tegas dan serius banget. Tapi kalau sedang gini kenapa jadi kayak anak kecil yah,' batin Sam sambil tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Kamu mau ikan bakar? Ayo kita beli," tawarnya yang membuat gadis itu langsung menoleh.
"Hehe enggak, aku cuman bercanda," sahutnya sambil nyengir.
"Kalau bener juga gapapa, ayo aku traktir deh," ajak Sam.
"Gak ah Kak makasih, ini masih siang. Aku masih kenyang juga," ucap Salsa sambil kembali melahap permen kapasnya.
__ADS_1
"Baiklah, mmm kamu tahu gak bedanya ikan sama aku?" tanya Sam yang membuat Salsa kembali menoleh.
Gadis itu menggelengkan kepalanya pelan, "Gak tau, apa emangnya Kak?" tanyanya penasaran.
"Kalau ikan gak bisa hidup tanpa Air. Kalau aku gak bisa hidup tanpa kamu," jawab Sam sambil tersenyum yang membuat Salsa ngeblush.
"Ih Kakak apaan sih," Salsa mengalihkan pandangannya dan kembali memakan permen kapasnya. Ia berusaha menyembunyikan pipinya yang memerah.
"Oh iyah masih ada lagi, kamu tau gak bedanya kamu sama permen kapas itu?" tanya Sam sambil menunjuk permen kapas yang di pegang Salsa yang tersisa sedikit.
Gadis itu menggeleng sambil mengerutkan keningnya. Sam terdiam ia sengaja tidak menjawab yang membuat Salsa penasaran.
"Apa sih Kak?"
"Ya gak ada bedanya, sama-sama manis," jawab Sam yang membuat Salsa tidak tahu kenapa pipinya kembali memanas. Padahal Sam hanya mengucapkan seperti itu. Ia kembali mengalihkan pandangannya dan langsung menghabiskan permen kapasnya.
"Ih udah ah Kak, kita pulang aja yuk. Aku ingin istirahat rasanya sangat lelah," ucap Salsa mengalihkan pembicaraan. Ia mulai beranjak dari tempat duduknya.
"Tapi Kak, aku merasa sangat lelah, " ucap Salsa yang membuat Sam merasa kasihan.
'Oh iyah aku lupa belum menyiapkan semuanya. Kenapa sampe lupa sih,' batin Sam.
"Ah baiklah mari aku antarkan pulang. Oh iyah nanti malam dandan yang cantik yah. Aku ingin mengajakmu dinner," ucap Sam sambil berjalan beriringan dengan Salsa, yang membuat gadis itu langsung menoleh.
"Dinner?"
"Ya, apa kamu ada waktu? Jika ada aku harap kamu mau diner bersamaku. Jika tidak mau ya sudah tidak apa-apa," ujar Sam sambil menunduk.
"Baiklah, aku mau dinner bersama Kak Sam."
"Wah terimakasih, aku akan menjemputmu nanti malam jam 7," ucap Sam sangat senang.
Mereka pun kembali melanjutkan langkahnya hingga tak terasa sudah sampai rumah Neneknya Salsa yang kebetulan sangat dekat.
__ADS_1
"Sudah sampai, kamu masuklah. Istirahat yang banyak, jangan lupa nanti malam dandan yang cantik," ucap Sam sambil tersenyum.
"Baiklah terimakasih, Kakak hati-hati di jalan yah. Bawa mobilnya jangan ngebut-ngebut," ujar Salsa yang memang Sam bawa mobil yang ia simpan di sana.
"Iyah, aku pamit assalamu'alaikum!" ucap Sam.
"Wa'alaikumsalam!"
Setelah kepergian Sam, Salsa masuk ke dalam rumah dan langsung ke kamarnya. Ia merebahkan tubuhnya di kasur empuk dengan posisi terlentang, sambil memejamkan matanya sejenak.
"Huftt ..."
Ting!
Tiba-tiba terdengar suara pesan masuk dari ponselnya. Ia segera meraih ponselnya untuk melihat pesan tersebut yang ia kira itu adalah dari Sam.
"Nomor tidak di kenal?" gumamnya sambil mengerutkan keningnya bingung melihat layar ponselnya.
Karena penasaran Salsa pun membuka pesan dari nomor tidak di kenal tersebut.
💌 Hai cantik ...
...Siapa kamu?...
💌 Apa kamu tidak mengingatku?
💌 Ah tidak peduli kamu mengingatku atau tidak. Yang pasti aku tidak akan membiarkan hidupmu tenang. Aku tidak mau kamu bahagia bersama Pria lain, sayang ...
Melihat pesan tersebut membuat Salsa terkejut karena orang itu berani memanggilnya sayang. Ia juga merasa takut karena perkataannya.
'S-siapa dia sebenarnya?'
>Bersambung ....
__ADS_1