
Assalamu'alaikum.
~HAPPY READING~
🐣🐣🐣
Beberapa hari kemudian, semenjak Salsa menolak Sam. Sam sedikit berbeda, ia memilih menghabiskan waktunya di rumah. Walaupun sering sesekali bertemu dengan Salsa tapi tidak seperti biasanya. Ia tidak banyak bicara seperti biasanya. Jujur dia sedikit kecewa, bela-belaan dia menyiapkan semuanya untuk melamar gadis itu dan malah di tolak mentah-mentah.
Kini sore hari di sebuah taman. Salsa kini terlihat sedang berkeliling di taman sendirian. Namun tiba-tiba ia merasa kebelet. Dengan segera wanita itu bergegas menuju toilet umum. Tanpa di sadari ternyata sedari tadi ada yang mengikutinya.
Selesai buang air kecil, kini Salsa sedang membasuh tangannya sambil bercermin. Namun tiba-tiba ia di kagetkan oleh seorang Pria menggunakan penutup wajah yang tiba-tiba masuk ke dalam. Kebetulan hanya ada gadis itu di sana.
"S-siapa kamu?!" tanya Salsa ketakutan karena Pria itu mencoba mendekatinya.
Pria misterius itu tidak menjawab, ia terus mendekati Salsa dan langsung memojokkannya ke tembok.
"Siapa kamu?! Ahk lepasin ..." Salsa mencoba melepaskan tangannya yang di cengkram kuat oleh Pria itu.
Pria tersebut langsung membuka penutup wajahnya yang membuat Salsa terkejut sekaligus semakin ketakutan, "K-kamu?!"
"Ya, apa kamu masih ingat Aku Nona Salsa Alexander?!" tanyanya sambil memberikan penekanan.
"M-mau ngapain kamu?! Lepasin!" Salsa terus berusaha melepaskan tangannya yang di letakan di atas kepala sambil di cengkram kuat oleh Pria itu.
__ADS_1
"Kamu bilang mau ngapain?! Apa kamu tidak ingat dengan kejadian beberapa bulan yang lalu?!" tanyannya sambil mengcengkram tangan dan dagu Salsa kuat.
"Gara-gara kamu, semenjak kejadian itu aku kehilangan semuanya! Gara-garamu namaku sebagai seorang CEO sukses tercemar buruk, gara-garamu tidak ada lagi yang mau berkerja sama dengan perusahaanku, gara-garamu perusahaanku terancam bangkrut. Dan yang paling aku benci, gara-gara kejadian waktu itu aku kehilangan Istri dan calon anakku!! AKU KEHILANGAN SEMUANYA KARENA KAMU!" bentaknya semakin menguatkan cengkramannya yang membuat Salsa meringis kesakitan.
"Ahk s-sakit ..."
"Ini gak seberapa di bandingkan rasa sakitku kehilangan istri dan calon anakku!!" bentaknya.
"Lepasin aku mohon hikss ..." mohon Salsa sambil meneteskan air matanya karena tidak bisa menahan rasa sakitnya. Memang Pria itu mencengkram tangan dan dagu Salsa sangat kuat hingga memerah.
Tiba-tiba terdengar suara knop pintu yang di putar membuat Pria itu langsung menoleh ke arah tersebut. Merasa ada kesempatan Salsa langsung menggigit tangan Pria itu dan menginjak Kakinya dengan kuat. Gadis itu langsung berlari keluar dari toilet tersebut.
"Ahkk! Kurang ajar! Awas saja aku tidak akan membiarkanmu merasakan kebahagiaan di atas penderitaanku!" ucapnya sambil tersenyum smrik, ia memegangi kaki dan tangannya yang di injak dan di gigit Salsa tadi.
"Ahkk!"
"Mbak, maaf saya gak sengaja! Saya lagi buru-buru!" ucap Salsa mencoba membangunkan orang yang tertabraknya dan langsung berlalu pergi karena takut Pria tadi akan mengejarnya.
Salsa terus berlari sambil sesekali melihat kebelakang hingga dia tidak fokus melihat ke depan. Dan ...
Bruk!
Untuk kedua kalinya Salsa menabrak seseorang. Namun kali ini yang ia tabrak adalah cowok.
__ADS_1
"Aduh, m-maaf Mas saya gak sengaja!" Salsa yang ikut jatuh mencoba berdiri.
"Gimana sih Mbak, kalau jalan itu lihat-lihat dong!" ucap orang yang di tabrak Salsa kesal. Ia ikut berdiri sambil mengusap-usap bokong dan tangannya yang kotor.
"Sekali lagi saya minta maaf Mas, saya benar-benar gak sengaja!" ucap Salsa sambil sesekali melihat ke arah belakang dengan perasaan cemas. Ia takut Pria di toilet tadi mengejarnya.
"S-salsa?!" kaget Pria di hadapannya sekaligus senang.
Mendengar itu membuat Salsa langsung menoleh, "R-refan?!" Salsa tak kalah terkejut yang ternyata Pria yang ia tabrak adalah Refan.
Refan memegangi kedua pundak gadis itu, "I-ini beneran kamu kan?!" tanyanya tidak percaya yang hanya di angguki oleh Salsa.
Dengan perasaan senang Refan langsung memeluk gadis itu. Salsa yang tiba-tiba di peluk merasa terkejut, ia berusaha melepaskan pelukannya. Namun pelukan dari Refan sangat erat.
"Kamu kemana aja?! Bertahun-tahun aku cari kamu, kamu baik-baik aja kan?!" tanya Refan masih memeluk Salsa yang membuat gadis itu merasa risih.
Sedangkan tidak jauh dari tempat mereka berpelukan. Sam yang kebetulan berada di sana berniat ke danau yang ada di taman tersebut karena merasa bosan di rumah. Ia berniat menenangkan dirinya. Namun bukannya tenang ia malah di suguhkan pemandangan yang membuat hatinya sakit.
Sam tidak sengaja melihat Salsa sedang berpelukan dengan Pria. Melihat itu membuat hatinya terasa sangat sesak. Ia mengepalkan tangannya kuat sambil tersenyum kecut.
"Jadi ini alasanmu menolakku? Aku bener tidak menyangka Aca. Bahkan kamu diam saja di peluk Pria seperti itu. Tapi saat bersamaku belakangan ini aku memegang tanganmu saja kamu selalu menghindar!" gumam Sam merasa sangat kecewa.
>Bersambung .....
__ADS_1
Sorry baru up, malam kemarinnya lagi gak enak badan 🙂 Maaf juga kalau ceritanya makin aneh;)