
Assalamu'alaikum.
~HAPPY READING~
🐣🐣🐣
"Kamu gapapa kan?" tanya Daniel yang melihat Salma meringis kesakitan.
Salma tersenyum sambil memegangi perutnya, "Gapapa kok, ini tadi pas mau berdiri baby nya tiba-tiba nendang. Kaget aja, maaf yah udah ganggu kamu telfon," ujarnya sambil mengelus-elus perutnya lembut.
"Iyah kah? Baby nya nendang? Aku mau rasain dong? Gimana tendangannya kencang gak?" tanya Daniel antusias yang langsung meletakkan telinganya di atas perut buncit Salma.
"Baby nendangnya jangan kencang-kencang yah kasihan Mamah kamu," ujarnya kembali mengajak ngobrol baby yang ada di dalam kandungan Salma sambil mengelusnya lembut.
"Wah romantis banget yah mereka," ucap Ibu-ibu yang kebetulan lewat mau ziarah.
"Iyah, suaminya perhatian banget sama istrinya yang lagi hamil," sahut ibu-ibu yang lain.
"Suaminya ganteng, istrinya juga cantik. Nanti pasti anaknya ganteng atau gak cantik."
Salma dan Daniel menoleh sambil tersenyum tipis. Karena merasa tidak enak Daniel pun langsung menjauhkan wajahnya dari perut Salma.
"Maaf yah Ibu-ibu, tap--"
"Udah berapa bulan usia kandungannya? Pasti udah gak sabar banget nunggu kelahiran bayinya yah?" ujar Ibu-ibu tidak menghiraukan Daniel yang sedang berbicara.
"Mmm baru jalan enam bulan Bu. Hehehe iyah, kalau begitu kita permisi dulu yah," sahut Salma berusaha berdiri di bantu Daniel. Lalu mereka pun pergi meninggalkan para ibu-ibu kepo itu.
Daniel membantu Salma berjalan menuju parkiran dan membukakan pintu mobil untuknya. Setelah Salma berhasil masuk ia pun memutari mobil dan ikut masuk.
"Maaf yah yang tadi saking penasarannya aku gak sopan sama kamu," ucap Daniel tiba-tiba sambil fokus melajukan mobilnya.
"Iyah gapapa, hmm kalau aku lihat-lihat kamu kayaknya seneng banget sama anak kecil deh. Tadi aja pas bayinya nendang langsung antusias gitu?" ujar Salma.
__ADS_1
"Hehehe, kebelet pengen punya anak," sahut Daniel sambil nyengir seperti kuda.
"Ya cepetan nikah dong, calon istri udah ada. Tunggu apa lagi?" tutur Salma. Mulutnya bisa berkata seperti itu, tapi rasanya hatinya sangat tidak rela dan sakit.
"Hmm, iyah nanti," balas Daniel seperti tidak bersemangat.
'Sebenarnya pikiranku masih bimbang, Papah bilang Sherin adalah calon istriku. Tapi aku selalu tidak pernah merasakan kenyamanan saat dekat dengannya. Rasanya aku lebih nyaman dengan sama kamu Salma. Walaupun kita baru ketemu, tapi aku selalu merasakan kenyamanan, "batin Daniel sambil melirik sekilas wajah cantik Salma yang sedang nunduk sambil mengelus-elus perutnya.
"Ehem, rumah kamu dimana?" yang deket taman kompleks tadi?" tanya Daniel memecahkan keheningan.
Salma mendongak, "Iyah deket kok dari situ," jawab Salma sambil tersenyum tipis.
"Kebetulan dong aku juga sebenarnya rumahnya deket situ. Tadi juga ketemu kamu kebetulan lewat," sahut Daniel.
"Iyah kah? Di kompleks sebelah dong?" tanya Salma yang di balas anggukan kecil, "Tapi aku kok gak pernah lihat kamu yah?" tanya Salma lagi heran.
"Aku baru pindah ke sini, aku juga baru pulang dari Singapura. Kata Papahku niatnya ke sini mau bahas pernikahanku dengan Sherin yang memang orang tuanya ada di sini," jawab Daniel.
"Oh, semoga nanti lancar yah acara nikahannya. Hmm kalau boleh tau kamu udah lama hubungan sama Sherin?" tanya Salma penasaran.
Hening, suasana menjadi hening. Namun tiba-tiba Salma menyuruh Daniel untuk menghentikan mobilnya.
"Eh-eh Daniel, boleh berhenti sebentar gak?"
"Ada apa?" tanya Daniel heran sambil menghentikan mobilnya.
"Beli es krim dulu sebentar yah, baby nya pengen es krim nih. Kalau gak di turutin nanti ileran," ucap Salma sambil membuka pintu mobil yang sepertinya sudah tidak sabar untuk membeli es krim yang kebetulan ada di pinggir jalan.
Daniel hanya tersenyum, namun melihat Salma yang akan turun dari mobil. Ia pun langsung turun dan memutari mobil menuju pintu mobil Salma berniat untuk membantunya.
Setelah berhasil turun mereka pun berjalan menuju pedagang es krim tersebut.
"Pak, es krimnya dua yah," pinta Salma kepada pedagang es krim tersebut.
__ADS_1
Daniel hanya tersenyum, ia kira Salma memesan dua untuk dirinya juga. Namun ternyata Salma malah memakannya sendirian dengan lahap, sampe bibirnya pun belepotan.
"Kamu mau? Beli aja sendiri yah," tanya Salma yang belum di jawab oleh Daniel, namun ia sudah menjawabnya sendiri.
Daniel hanya tersenyum tipis sambil menggeleng, lalu ia mulai mendekatkan jempolnya ke sudut bibir Salma berniat untuk membersihkan es krim yang belepotan.
Deg!
Salma terdiam memaku yang langsung menghentikan memakan es krimnya karena perlakuan Daniel yang kembali bersikap manis. Tiba-tiba bayangannya dulu bersama suaminya di saat Salma sedang memakan es krim sampe belepotan dan Jaka pun membersihkannya kembali terlintas.
Ia menatap Daniel dengan sangat dalam. Mata itu, Salma melihat mata teduhnya yang merasa sangat nyaman sama seperti mata teduh suaminya yang selama ini selalu ia rindukan. Karena keasyikan saling menatap sampe-sampe mereka tidak sadar ada orang yang datang.
"Daniel?!" Daniel dan Salma langsung menoleh ke arah sumber suara.
"Oh jadi begini, tadi katanya ada urusan penting. Jadi urusan pentingnya berduaan sama dia sampe-sampe gak mau anterin aku ke mall? Telfonku juga pake di matiin lagi, terus tadi suara ringisan siapa? Hah?! Abis ngapain kalian?!" tanya orang yang tak lain adalah Sherin.
Karena mendengar suara rintihan tadi terus Daniel tiba-tiba mematikan telfonnya membuat ia penasaran dan memilih untuk mencari calon suaminya itu. Yang ternyata sedang bermesraan dengan wanita lain.
"Sher kamu salah paham, tadi itu ak--"
"Diem! Hei kamu," Sherin mendekati Salma yang sedang menunduk.
"Kemarin saya izinin Daniel buat antar kamu ke rumah sakit karena kasihan kamu lagi hamil. Tapi sekarang saya nyesel sudah biarin dia antar kamu sendirian. Sepertinya kemarin kamu godain dia, makannya sekarang dia mau nempel terus sama kamu sampe gak mau nganter calon istrinya karena ada urusan penting katanya!"
"Hmm, ternyata saya salah yah. Ternyata kamu bukan perempuan baik-baik, ingat kamu udah punya suami dan lagi mengandung anaknya! Jangan malah deketin calon suami orang! Dasar genit!" lanjutnya.
"Ayo anterin aku ke mall, abis itu kita ke Papah kamu. Bilang ke dia kalau pernikahan kita di percepat jadi sebulan lagi!" ucap Sherin sambil menarik paksa tangan Daniel untuk masuk ke dalam mobilnya meninggalkan Salma sendirian.
Inilah yang Salma takutkan dan akhirnya terjadi. Sepertinya lebih baik ia seperti dulu, mengurung diri di dalam kamar dan gak keluar rumah biar hidupnya aman tanpa ada masalah.
Salma mendongakkan wajahnya menatap kepergian mereka sendu. Dan tak terasa air matanya sedari tadi lolos membasahi pipi mulusnya. Padahal cuman kata-kata seperti itu yang Sherin lontarkan, tapi rasanya nyesek di katakan perempuan gak baik, genit sama calon suami orang. Apalagi kondisinya yang sedang hamil malah membuatnya sensitif.
Salma mengelap air matanya lalu ia memilih berjalan menjauh dari sana sekalian sambil mencari taksi lewat. Tak terasa Salma berjalan sudah lumayan jauh dan sampe sekarang tidak ada taksi satu pun yang lewat. Hingga mobil putih tiba-tiba berhenti di dekatnya dan keluarlah seorang Pria yang menghampirinya.
__ADS_1
Salma menoleh lalu segera menjauh sebelum Pria itu mendekatinya. Ia berjalan cepat tidak memperdulikan kondisinya yang sedang hamil akan berbahaya dengan baby di dalam kandungannya.
>Bersambung....