
Assalamualaikum.
~HAPPY READING~
🐣🐣🐣
Malam hari Jaka sudah pulang bersama Memet dan Ujang. Sebenarnya ia dari kampung ke Jakarta tidak memakai motor kesayangannya. Melainkan naik mobil truk yang kebetulan lewat ingin ke Jakarta, karena Jaka berpikir jika ia memakai Ujang ke Jakarta pasti akan membutuhkan waktu yang cukup lama. Jadi Jaka memilih naik mobil bak bersama Ujang dan Memet.
Dan kini di taman belakang rumah kediaman Alexander. Terlihatlah Jaka yang sedang berduduk santai bersama Memet, si Ayam jago kesayangannya yang selama ini ia rindukan.
"Lagi apa, Den?" tanya Pak Mamat seperti biasa yang tiba-tiba datang entah darimana.
"Kebiasaan deh, kalau datang itu ucapin salam dulu kek," ujar Jaka mengingatkan.
"Eh iyah lupa, kalau gitu di ulang lagi yah," Pak Mamat yang tadi ingin duduk kembali bangkit dan berjalan menuju pos, lalu kembali lagi ke tempat Jaka duduk. Sedangkan Jaka hanya mengernyitkan keningnya heran.
"Assalamu'alaikum," ucap Pak Mamat yang kembali duduk di dekat Jaka, "Aden lagi apa-apa malam begini sendirian lagi?" tanyanya.
"Wa'alaikumsalam, nah gitu dong. Biasalah Pak, lagi nyantai aja sambil nenangin Memet," jawab Jaka sambil mengelus-elus Ayamnya.
"Emangnya Memet kenapa?" tanya Pak Mamat sambil melihat Ayam yang ada di pangkuan Jaka terlihat murung.
"Lagi patah hati dia," jawab Jaka sambil menaik turunkan kedua alisnya.
Pak Mamat yang mendengar itu mengerutkan keningnya heran sambil menahan tawanya, "Pfff ... Emangnya bisa yah Ayam patah hati?" tanyanya penasaran.
"Ya bisa dong Pak, ini buktinya si Memet. Dari tadi murung terus gara-gara di putusin si Memey, pacarnya yang ada di kampung," jawab Jaka yang membuat Pak Mamat semakin bingung.
"Memey siapa, Den?" tanyanya lagi.
"Ayam tetangga yang ada di kampung. Dia putusin Memet gara-gara si Memetnya mau pindah ke sini," jelas Jaka.
"Hahahaha ... Ha-ha-ha si Aden ada-ada aja masa Ayam tau yang namanya pacaran. Hahaha ... Jangan ngadi-ngadi deh Den," Pak Mamat malah tertawa berbahak-bahak masih tidak percaya apa yang Jaka katakan.
"Kalau memang benar, kacihan deh lu Met di tinggal pacar pas lagi sayang-sayangnya. Ha-ha-ha ..." ledek Pak Mamat yang masih tertawa berbahak-bahak.
Sedangkan Memet yang merasa kesal karena di ledek langsung bangkit dari pangkuan Jaka dan terbang ke wajah Pak Mamat. Lalu ia menunggingkan pantatnya dan mengeluarkan kotoran tepat di mulut Pak Mamat yang sedang terbuka lebar karena tertawa. Dan ...
__ADS_1
****!
"Huwekkk ... Huwekkk ..." Pak Mamat menyingkirkan Memet dan langsung berlari pergi menuju kamar mandi.
"Met kamu apa-apaan sih, gak sopan tau!" ujar Jaka yang tidak di hiraukan oleh Memet.
"Hmmm, udah malam nih mendingan sekarang kita tidur yah. Karena kamu belum punya tempat tidur, jadi sekarang ikut sama saya aja yah," ujar Jaka masih mengajak ngobrol Ayamnya, lalu mereka pun segera pergi meninggalkan taman menuju kamarnya.
Setelah sampai Jaka membuka pintu kamar dengan sangat perlahan, dan ia tidak menemukan Salma di sana. "Aman ..." ucap Jaka senang karena tidak ada istrinya yang kalau tahu ia membawa Memet pasti akan membuat kupingnya sakit.
Karena takut Salma keburu datang ia mengambil selimut dan menyimpan di lantai belakang sofa tempatnya tidur, lalu ia menidurkan Memet.
"Met untuk sementara kamu tidur di sini dulu yah, jangan kemana-mana. Dan jangan sampai kamu buat masalah, inget itu. Jangan kecewain aku yah," pinta Jaka sambil mengelus-elus kepala Memet.
"Hoaammm ..." Jaka menguap dan karena merasa sangat mengantuk ia memilih untuk segera tidur tanpa melakukan rutinitas malamnya dulu.
Sedangkan Memet ia bangkit dari tempatnya tidur, karena rasa penasarannya yang amat dalam Memet sampai lupa dengan pesan Jaka yang memintanya untuk diam saja di sana.
Namun, kini Memet tidak bisa diam. Ia malah berkeliling melihat-lihat kamar yang menurutnya seratus persen jauh berbeda dengan kamar Jaka yang ada di kampung.
Cklek!
"Wih ada wanita cantik tuh, samperin ah," ucap Memet dalam hati.
Memet pun menghampiri Salma yang masih berdiri di depan pintu kamar mandi. Dan ...
"AAAAAAA! JAKAAAAA!" teriak Salma yang kaget melihat ada Ayam di kamarnya.
Ia langsung naik ke atas kasur dan melempar-lemparkan bantal ke arah Memet berniat untuk mengusirnya, "Hus-hus ... Pergi Lo!" usir Salma masih melempar-lemparkan bantal ke Memet.
Memet yang tidak terima langsung menyerang Salma. Ia terbang ke atas kasur dan menghampiri Salma.
"Hiss Ayam rese, pergi Lo!" Salma berusaha menyingkirkan Memet yang naik ke atas kepalanya sambil mengacak-acak rambutnya. Tidak hanya rambut, wajah Salma pun ia cakar menggunakan kuku tajamnya.
Setelah puas menyerang, Memet pun memilih bermain di kasur Salma sambil meninggalkan banyak kotoran di sana.
"JAKA! Huwekkk ..." teriak Salma kepada Jaka, ia bangkit dari kasur sambil menutupi hidungnya yang merasa jijik dengan kotoran Memet.
__ADS_1
Sedangkan Jaka yang merasa terganggu karena berisik, ia pun terbangun dari tidurnya. Terkejutnya Jaka yang melihat keadaan kamar itu benar-benar terlihat kacau dengan bantal tergeletak dimana-mana, lantai yang kotor bekas kaki Memet, kasur berantakan.
Dan yang lebih kagetnya ia melihat keadaan istrinya yang terlihat kacau dengan rambut berantakan, dan wajah terluka bekas cakaran Memet.
"Astagfirullah, Salma!" kaget Jaka melihat keadaan istrinya, ia langsung berlari menghampiri Salma.
"Kamu gapapa?" tanya Jaka khawatir.
"Gapapa gimana? Lihat nih rambut dan wajah gue berantakan kayak gini! Mendingan cepet deh usir itu Ayam, huwekkk ..." gerutu Salma yang sudah tidak tahan dengan baunya.
Jaka pun beralih ke arah Memet yang terlihat sedang asyik mengacak-acak tempat tidur Salma. Dengan rahang yang sudah mengeras dan perasaan geram Jaka langsung menangkap Memet dan memasukannya ke tempat Ayam yang tadi ia bawa dari kampung.
Kira-kira tempatnya seperti itu 👆
Jaka telah selesai mengurus Ayam jago kesayangannya yang telah merusuh di kamar Salma, "Udah, mendingan sekarang kita bersihin dulu yuk luka kamu. Kalau di biarin nanti takutnya malah tambah parah," ajak Jaka yang di angguki oleh Salma.
Mereka pun pergi meninggalkan kamarnya menuju ruang keluarga.
"Salma kamu kenapa sih malam-malam teriak-teriak. Bukannya ti--," ucapan Mamanya terpotong yang melihat keadaan Salma yang sangat kacau.
"Astagfirullah, kamu kenapa?" tanyanya khawatir.
"Ini semua gara-gara ayam rese itu! Lagian siapa sih yang bawa-bawa Ayam ke kamar! Pasti kamu yah?" ucap Salma menuduh suaminya.
Jaka hanya menunduk, "Tuh kan udah aku duga, pasti kamu!" gerutu Salma.
"Udah-udah gak usah berantem, Jaka mendingan sekarang kamu obatin dulu lukanya Salma!" ujar Papah Devan.
"Iyah Pah, ayok duduk dulu saya mau ambil air dingin dulu buat bersihin lukanya," ucap Jaka menyuruh Salma untuk duduk dan ia pun pergi meninggalkan Salma dan Mamah Papahnya, berniat untuk mengambil air dingin berserta kotak P3k.
>Bersambung....
Holla guys, gimana Episode kali ini? Ambyarr banget yah, hahaha. Oh iyah siapa tau ada yang mau lihat si Memet, nih saya tunjukin.
__ADS_1
Tuh, Gimana? Ayamnya keren gak?😌
...See you guys ❤️...