
Assalamu'alaikum.
~HAPPY READING~
π£π£π£
"Aca?!" ulang Mamanya sambil menatap Putranya dengan raut wajah bingung.
Salsa hanya terdiam, ia menatap Sam dengan tatapan tidak bisa di artikan. Sam yang tersadar langsung mengalihkan pandangannya sebentar. Lalu ia kembali menatap Salsa, "M-maaf maksudnya Nona Salsa. Mmm oh iyah saya sampai lupa, Anda ke sini untuk membahas tentang rancangan kerjasama kita yah?" ujarnya yang di balas anggukan kecil oleh gadis itu.
"Jadi gadis ini adalah rekan bisnis kamu?" tanya Mamanya masih bingung.
"Iyah, apa Mama kenal?" tanya Sam baru sadar ternyata Mamanya tadi datang bersama Salsa.
"Dia yang membantu Mama tadi," jawab Mamanya.
Sontak Sam langsung menoleh ke arah Salsa, "Ah terimakasih Nona," ucapnya canggung. Sebenarnya hatinya terasa sesak saat memanggil gadis itu dengan sebutan Nona.
Mau gimana lagi? Gadis itu tidak mau memaafkannya, ia juga malah berpura-pura tidak mengenalinya. Mau tidak mau ia harus bisa menerima kenyataan. Memang ini semua karena kesalahannya dulu.
"Oh iyah mari Nona silahkan masuk, kita bahas di ruangan saya saja. Mmm kalau gitu Mama pulang yah, aku suruh salah satu anak buatku buat anterin Mama," ujar Sam sambil membukakan pintu ruangannya. Lalu ia kembali berjongkok di hadapan Mamanya.
__ADS_1
"Mama gak mau pulang, bosen di rumah terus! Mama masih ingin di sini! Ya kalau kamu mau kerja mah kerja aja. Mau mau cari angin aja sambil lihat-lihat perusahaan kamu!" sahut Mamanya kekeh tidak mau pulang.
"Tapi Ma--"
"Sudah Tuan tidak apa-apa, kita bahas bisnis kita nanti saja. Lagian sekretarisku sedang tidak ada," pinta Salsa yang membuat Sam langsung mendongakkan wajahnya dan beranjak dari jongkoknya.
"Tapi Nona, saya merasa tidak enak. Anda sudah datang ke sini masa tidak jadi?"
Salsa tidak mempedulikan itu, kini gantian ia yang berjongkok di depan kursi roda Mamanya Sam.
"Tante apakah ingin ikut denganku makan di restoran? Salsa yang traktir, nanti sekalian jalan-jalan di taman deh. Apakah mau?" tawar Salsa lembut, tak tau kenapa ia yang biasanya gila pekerjaan. Kini malah tidak memikirkan lagi dengan tujuan awalnya yang ingin membahas tentang rancangan kerjasamanya dengan Sam. Entah kenapa ia masih ingin bersama dengan sahabat Mamanya yang sudah lama tidak bertemu dengannya itu.
"Tidak sama sekali Tante, Ayo! Tuan saya pinjem Tantenya sebentar yah. Tuan lanjutkan saja pekerjanya," ujar Salsa sambil berniat mendorong kursi rodanya.
"Tunggu! Apakah tidak akan merepotkan? Sebaiknya tidak perlu Nona, Mama saya biar di bawa pulang saja!" ucap Sam.
"Tidak apa-apa, kalau gitu kita permisi!" Salsa langsung membawa Tante Lia keluar dari perusahaan menuju restoran terdekat.
Sesuai perkataannya tadi, Salsa membawa Mamanya Sam ke restoran dan setelah itu ia mengajaknya untuk jalan-jalan di taman.
Baru saja bertemu mereka sudah terlihat akrab. Kini di sebuah taman, Salsa sedang bercanda sambil tertawa bareng bersama Tante Lia.
__ADS_1
"Salsa ..." panggil Tante Lia sambil menatap gadis di depannya yang sedang duduk di bangku taman sambil meneguk minumannya.
"Iyah Tante?" sahut Salsa sambil tersenyum.
"Tidak apa-apa, melihat kamu Tante jadi ingat Putri sahabat Tante yang ada di Indonesia. Sudah sangat lama kita tidak bertemu, Tante juga tidak tahu kabar mereka sekarang," ujarnya sambil menatap wajah gadis di depannya yang masih terdiam.
"Apa kamu tahu?" Salsa menggelengkan kepalanya pelan sambil mengerutkan keningnya, "Nama gadis itupun hampir sama denganmu. Dulu gadis itu masih kecil, dia sangat imut dan menggemaskan. Mungkin sekarang dia sudah besar, seumuran denganmu. Dia sangat cantik, namun dulu sebelum Tante pergi dia mengalami kecelakaan yang membuat tangan kirinya lumpuh hikss ... Sebenarnya Tante tidak tega pergi dari mereka, apalagi dengan Sam yang sangat tidak ingin jauh dari gadis itu. Namun mau tidak mau kita tetap harus pindah karena pekerjaan suami Tante di pindahkan," jelas Tante Lia yang tidak tahu sebenarnya gadis itu ada di hadapannya sekarang.
Salsa menundukkan wajahnya dan tak terasa air matanya menetes. Namun dengan cepat ia langsung menghapusnya sebelum ketahuan Tante Lia.
"Kamu nangis?!"
>Bersambung ...
Maaf jika banyak typo bertebaran ...
Oh iyah guys jika aku jarang up lagi maaf yah, tapi di usahain up deh. Soalnya lagi berduka, saudaraku meninggal lagi π₯Ί Baru aja beberapa hari cucunya meninggal, skrng Neneknya. Mana anaknya lagi sakit di negara lain π
π₯Ίπ₯Ί
__ADS_1