
Bubur sumsum dalam gelas
Assalamu'alaikum guys ....
~HAPPY READING~
🐣🐣🐣
Refan berjalan menuju markasnya hendak menemui seseorang. Ya yang menelponnya tadi adalah Mafioso nya. Yang mengatakan ada orang yang ingin menjual-beli senjata api.
🍁🍁🍁
Sedangkan di sisi lain, setelah pulang kampus tadi. Salsa lebih memilih mengurung dirinya di kamar. Dirinya masih memikirkan kejadian tadi.
Itulah yang ia takutkan dari dulu jika dekat dengan seseorang. Makanya ia lebih memilih tidak mempunyai teman daripada seperti ini.
"Argghhh! Aku ini salah apa ya Allah! Kenapa semuanya terlihat sangat benci sama aku?! Apakah aku itu semenjijikkan itu?!" tanya Salsa kepada dirinya sendiri sambil mengacak-acak rambutnya prustasi. Ia merebahkan tubuhnya di atas ranjang sambil memejamkan matanya.
Tok-tok-tok!
"Kak, makan siang dulu yuk!" ucap Gibran dari seberang pintu.
Salsa tidak menyahut, ia masih memejamkan matanya sambil memijat-memijat pelipisnya.
Cklek!
"Kak," panggil Gibran pelan sambil berjalan mendekat, yang membuat Salsa langsung membuka matanya.
"Ada apa?" tanyanya dingin.
__ADS_1
"Makan dulu yuk."
"Duluan aja, Kakak mau Sholat dulu. Kayaknya sebentar lagi juga adzan," ucap Salsa.
"Oh iyah lupa, ya udah bareng aja. Aku yang jadi imam yah," ujar Gibran.
"Ya udah, mandi dulu sana!"
Bukannya menurut, Gibran malah terdiam. Lalu tak lama ia mulai menanyakan sesuatu dengan ragu.
"Kakak lagi ada masalah?" tanya Gibran yang membuat Salsa langsung menggeleng.
"Eng-enggak! Enggak kok," jawab Salsa gugup.
"Cerita aja Kak, Gibran tau Kakak lagi punya masalah. Gi---"
Gibran hanya mengangguk, lalu berlalu pergi menuju kamarnya untuk siap-siap.
Setelah selesai Sholat Dzuhur dan usai makan siang. Gibran mengajak Salsa untuk jalan-jalan ke taman. Awalnya Salsa menolak, namun karena terus di paksa akhirnya ia pun mau.
"Bunda aku sama Kak Salsa mau ke taman dulu yah," ujar Gibran kepada Salma.
"Udah Sholat?" tanya Salma.
"Udah Bun."
"Udah makan?" tanya Salma lagi.
"Udah juga."
__ADS_1
"Ya udah, jangan lama-lama yah. Di luar panas banget soalnya," ujar Salma yang di angguki oleh mereka.
"Kita pamit yah Bun, Assalammu'alaikum!"
"Wa'alaikumsalam."
Salsa dan Gibran berjalan menuju taman. Karena tamannya dekat, mereka memilih untuk berjalan kaki. Sedari tadi hanya ada keheningan di antara mereka.
"Kamu mau bawa Kakak kemana sih?" tanya Salsa.
Gibran tersenyum lalu menjawab, "Ke danau Kak, kebetulan di dekat taman ini ada danau," ucapnya dan tak lama mereka pun telah sampai di sebuah danau dekat taman.
"Kakak tunggu di sini dulu yah sebentar," ujar Gibran sambil menyuruh Kakaknya untuk duduk di rumput dekat danau tersebut.
"Heh Gibran, kamu mau kemana?!" tanya Salsa yang melihat Adiknya ingin berlalu pergi.
"Kakak tunggu aja di sini, Gibran gak akan tinggalin Kakak kok," ucap Gibran sambil tersenyum dan berlalu pergi entah kemana.
Sudah sekitar dua puluh menitan Gibran tak kunjung datang juga. Membuat Salsa merasa kesal, ia menatap keselilingnya sangat sepi.
"Duh Gibran kemana sih? Apa jangan-jangan dia ninggalin aku di sini sendirian?" gummannya.
Tak lama terdengar suara orang berjalan di belakangnya dengan sangat pelan. Salsa mencoba untuk menoleh sambil memejamkan matanya. Dan ...
>Bersambung .....
Guys maaf yah karena jarang up. Aku gak up bukan karena gak ada ide yah🤣 Tapi gak sempet aja buat nulisnya. Soalnya lagi sibuk real live, secara kan kalau nulis membutuhkan banyak waktu. Episode ini aja di cicil sampe beberapa hari 😁
Dahlah. Tong hilap, Like, komen, sareng vote na nya😄
__ADS_1