
Assalamu'alaikum.
~HAPPY READING~
π£π£π£
Posisi mereka sangat dekat sekarang, bukan pertama kalinya Jaka menolong Salma yang selalu saja ceroboh. Gadis itu menatap intens mata teduh milik suaminya yang selalu membuatnya nyaman, dan tanpa sadar tangannya ia kalungkan ke leher pria tampan di hadapannya. Wajahnya mulai mendekat, semakin mendekat dan ...
"Nanti malam ..." bisik Salma tepat sekali di telinga suaminya yang membuat cowok itu bergidik ngeri.
Jaka menautkan kedua alisnya heran, "Nanti malam apa?" tanyannya yang membuat Salma salah tingkah dan langsung menjauhkan dirinya.
"Ah i-itu mmm ... lupakan aja! Oh iyah ini tadi aku peresnya gak benar yah? Ajarin dong," ujar Salma mengalihkan pembicaraan yang langsung mengambil kain pelnya kembali.
Jaka menghela nafas lalu tersenyum tipis melihat tingkah istrinya. Ia pun mulai mendekat dan mengajarkan istrinya cara memeras kain pel dan ngepel lantai yang benar.
"Huh, capek juga yah," keluh Salma yang baru saja selesai mengepel, ia merebahkan tubuhnya di sofa dan menajamkan matanya.
"Mau saya pijitin?" tawar Jaka yang duduk di sampingnya.
Gadis itu kembali membuka matanya sambil menatap suaminya dalam, "Mmm, boleh," ucapnya kemudian lalu merubah posisi rebahannya. Ia menaruh kepalanya di ujung sofa dan meletakan kakinya di atas paha suaminya.
Jaka meneguk salivanya dengan susah payah. Bagaimana tidak? Saat ini Salma memakai dress polos berwarna hitam selutut yang memperlihatkan kaki mulusnya. Udah tahu suaminya itu laki-laki normal ia malah cuek bebek aja tidak memperdulikan suaminya yang sedari tadi meneguk salivanya beberapa kali dengan susah payah.
Kalau begini caranya nanti yang ada bukan enakan karena abis di pijit, bisa-bisa malah gak bisa jalan selama seminggu karena di terkam oleh suaminya. Dengan perlahan Jaka mulai menyentuh kaki mulus istrinya dan memijitnya sambil mengalihkan pandangannya ke arah lain.
"Kamu kenapa?" tanya Salma sambil mengernyitkan dahinya heran melihat suaminya yang tampak gelisah.
__ADS_1
"Eng-enggak, eh itu aurat kamu. Gak sebaiknya sebelum di pijit ganti baju dulu?" ujar Jaka.
"Emangnya kenapa? Kamu kan suami aku, ya nanti juga kamu bakal liat semuanya kok," sahut Salma santai sambil meraih snack yang ada di meja.
Jaka menampilkan wajah bingungnya, ini Salma kenapa sih? Semenjak pulang dari rumah sakit kenapa jadi gesrek gini? Pikirannya ke situ mulu, tadi aja bahas soal anak. Udah kebelet pengen punya anak kali, tapi suaminya gak peka. Ya makanya jadi kode-kodean gini.
"Ehemm ... Serius? Tapi kapan saya bisa lihat tubuh kamu?" balas Jaka dengan ekspresi wajah setenang mungkin, yang sebenarnya jantungnya sedari tadi tidak bisa di ajak kompromi. Jantungnya dag-dig-dug terus seperti hatinya juga yang ikut dag-dig-dug karena senang.
"Hmm, nanti malam mungkin. Kalau mau sekarang juga boleh," jawab Salma yang masih asyik mengunyah Snacknya yang juga dengan ekspresi setenang mungkin. Padahal sedari ia sudah tidak tahan menahan tawa melihat ekspresi wajah suaminya yang terlihat tegang.
"Kamu gak lagi bercanda kan? Saya gak suka di PHP in," ujar Jaka datar.
πππ
Malam hari pukul 21.15 WIB.
Terlihat Salma yang sedang duduk di tepi ranjang dengan perasaan gelisah, karena ulahnya tadi siang malah membuat ia terjebak masuk ke kandang singa. Padahalkan tadi dia hanya bercanda, tapi suaminya menganggap serius dan tetap menagih janjinya untuk malam ini.
Cklek!
Pintu kamar mandi terbuka, terlihatlah Jaka yang berjalan menuju ke arahnya dengan senyuman manisnya. Melihat kedatangan suaminya malah membuat Salma mendadak tegang, 'Duh gimana nih, gue benar-benar gak bisa lolos lagi nih. kayaknya ini adalah malam terakhir keperawanan gue. Hikss ... Setelah ini gue udah gak pw lagi,' batin Salma sambil menatap suaminya sendu.
"Kamu yakin mau kasih sekarang?" tanya Jaka dan dengan ragu Salma mengangguk, "Kalau belum siap gapapa kok, nanti aja. Saya bisa menahannya kok," lanjutnya.
"Aku beneran kok, ini emang sudah tugas aku sebagai seorang istri melayani kamu. Ya memang sebelumnya juga Aku minta maaf karena telah egois," ucap Salma sambil menunduk malu.
"Tapi sepertinya kamu gak yakin deh, kamu juga belum cinta kan sama saya? Saya gak mau memaksa, kalau memang kamu belum siap. Ya udah nanti aja, lagian saya juga tadi cuman bercanda nagih janji kamu. Saya gak suka lihat kamu bilang iyah tapi hatinya ragu, say--" belum selesai Jaka ngomong bibir mungil Salma sudah menyentuh bibirnya.
__ADS_1
Jaka yang terkejut membulatkan matanya sempurna. Namun tidak mau menyia-nyiakan kesempatan emas ini, secara perlahan ia mulai membalas c*um*n hangat dari istrinya.
Salma melepaskan ciumannya lalu menatap wajah tampan suaminya dalam, "Kita menikah udah hampir mau dua bulan dan aku tega biarin kamu menahannya. Jadi aku serius mau kasih hak kamu malam ini. Dan kalau soal cinta memang aku belum cinta sama kamu. Tapi gak tahu kenapa kalau dekat sama kamu rasanya itu nyaman. Siapa tahu setelah ini kita bisa saling mengerti dan memiliki perasaan masing-masing. Tapi janji yah setelah ini gak ada lagi wanita lain selain aku?" ujarnya yang di angguki oleh Jaka sambil tersenyum.
Tak tahu kenapa bibirnya tiba-tiba kelu, ia tidak bisa berkata apa-apa di hadapan istrinya karena merasa sangat senang. Ternyata selama ini ia tidak sia-sia memperjuangkan wanita di hadapannya, ya walaupun tidak saling cinta. Seenggaknya rumah tangga mereka bisa bertahan tanpa adanya kata perceraian. Memang kalau soal cinta gampang karena cinta akan muncul dengan sendirinya seiring berjalannya waktu jika kita selalu bersama.
Karena sudah mendapatkan izin dari istrinya dengan perlahan Jaka mulai mendekatkan wajahnya dan kini bibir mereka kembali bertemu. Namun kini berbeda dari sebelumnya, kali ini c*um*n yang Jaka berikan sangat dalam.
Semakin ke sini c*um*n yang mereka lakukan malah semakin memanas seakan meminta yang lebih dari ini. Jaka melepaskan p*gut*n bibirnya karena merasa tidak tega melihat istrinya yang kehabisan oksigen. Lalu ia kembali merenggut bibir mungil istrinya dengan ganas dan tanpa sadar tangannya sudah berkeliaran kemana-mana. Begitupun bibir dan lidahnya yang kini beralih ke leher istrinya. Yang membuat suara aneh keluar dari mulut Salma.
"Eh Jaka tunggu!" tiba-tiba Salma mendorong pelan tubuh suaminya, ia mengancingkan kembali kancing piyamanya yang tadi sempat di lepaskan oleh Jaka. Lalu ia berlari ke kamar mandi tanpa memperdulikan suaminya yang terlihat keheranan.
Jaka memicingkan matanya melihat kepergian istrinya yang terlihat buru-buru berlari ke kamar mandi. Ia menghela nafas kasar sambil mengerjap-ngerjapkan matanya beberapa kali. Baru saja ia senang dapat izin dari istrinya untuk mengambil hak nya, eh kini wanita itu malah pergi meninggalkannya di saat pas lagi tegang-tegangnya.
"Huftt ..."
"JAKA!" teriak Salma di dalam kamar mandi yang membuat Jaka langsung membuka matanya.
"Iyah kenapa?!" tanya Jaka dengan sedikit berteriak karena khawatir.
"Tolong ambiliin pembalut di lemari!! Sama CD nya sekalian!!!" pinta Salma.
Jaka kembali menghela nafas kasar sambil mengerjap-ngerjapkan matanya beberapa kali. Kesal setelah tahu istrinya ternyata sedang kedatangan tamu bulanannya. Datang tak di undang, pulang tak di antar. Jaka jadi teringat kata-kata itu, ngapain juga dia bertamu di saat yang tidak tepat. Hmm, inilah akibatnya sebelum melakukan sesuatu tanpa mengucap basmallah duluπ.
>Bersambung ....
Guys beberapa episode lagi Jan lupa siapin tisu yah guysπ Canda dehπ
__ADS_1
Jan lupa sebelum/sesudah membaca biasakan pencet tombol LIKE karena LIKE itu gratis lho guys π₯°
See you π