
Assalamu'alaikum.
~HAPPY READING~
🐣🐣🐣
"Aqila! Aku bisa jelasin!" teriaknya sambil meraih lengan Aqila.
"Apa lagi sih?! Ih lepasin ..." ketus Aqila sambil mencoba melepaskan tangannya.
Bukannya melepaskan ia malah mengeratkan genggamannya. Oh tidak, bukan lagi genggaman melainkan cengkraman kuat, "Waktu itu kamu salah paham, aku bisa jelasin!"
"Awhhk! Sa-kit ..." rintih Aqila merasa kesakitan.
"Jangan kasar sama cewek!!" ucap Refan ikut nimbrung yang sedari tadi merasa geram melihatnya kasar sama perempuan.
"Siapa Lo ikut campur urusan gue?!" tanya Bima sambil menatap Refan tak suka.
Dia adalah mantan pacar Aqila yang telah mengkhianatinya, dia juga selalu kasar kepadanya. Memang selama Sam jadi Mafia dan punya markas di Indonesia, ia selalu ikut dengan Abangnya ke sana. Ia juga punya pacar yang selalu kasar kepadanya tanpa sepengetahuan Sam. Bima sengaja mengancamnya karena ia tahu jika Sam adalah Mafia.
"Lo gak perlu tahu siapa gue! Jika Lo cowok, ayo lawan gue! Dasar pengecut beraninya sama cewek!!" ujar Refan yang membuat Bima mengepalkan tangannya kuat sambil menggertak-gertakkan giginya. Dengan kasar ia menghempaskan tangan mungil Aqila dan langsung menyerang Refan.
Buggh!
__ADS_1
Buggh!
Buggh!
Buggh!
Beberapa pukulan melesat karena Refan berhasil menangkisnya. Ia tidak menyerah dan terjadilah pertengkaran yang sebenarnya, saling baku hantam.
Buggh!
"Ckk, sial ... Awas aja Lo! Untuk Lo Qila, gue gak akan lepasin Lo! Lo bakal jadi milik gue!" ancam Geri yang langsung pergi dengan muka babak belur.
"Abang gapapa?!" tanya Rere khawatir langsung menghampiri Abangnya.
"Abang gapapa kok," jawab Refan sambil tersenyum tipis.
"Hmm," sahut Refan dingin.
"Abang gak usah dingin-dingin! Kakak, gapapa? Itu tangannya merah gitu, apa gak sakit?" tanya Rere kepada Aqila yang membuat gadis itu langsung mendongak.
"Gapapa kok, maaf yah tadi aku udah bentak kamu," ucap Aqila sambil tersenyum.
"Iyah santai aja Kak, tapi itu tangan Kakak apa mau Rere obatin?" tawar Rere.
__ADS_1
"Ga---"
"Gak usah peduliin orang lain! Ayo kita pulang!" di saat Aqila ingin menjawab tiba-tiba Refan memotongnya. Ia langsung menarik lembut lengan Rere pergi dari sana.
"Eh Abang, ishh! Ya udah Kakak aku duluan yah," teriak Rere sambil melambaikan tangan kepada Aqila. Memang Rere itu sebenarnya orangnya penyayang, selalu ceria, ngegemesin lagi.
Aqila hanya tersenyum tipis menatap kepergian mereka. Namun tiba-tiba ada seseorang yang memegang lengannya.
"Ternyata kamu di sini, Abang cariin kemana-mana gak ada! Ayo pulang, kita siap-siap pulang ke Jerman!" ujar Sam yang tiba-tiba saja datang entah darimana, "Gak usah ngebantah! Kamu harus sekolah!" lanjutnya yang melihat Adeknya ingin berbicara.
Dengan segera Sam menarik lengan Adeknya yang membuat Aqila merasa kesakitan karena lengannya sedang memar gara-gara mantan pacarnya tadi.
"Iyah Bang, t-tapi pelan-pelan dong. Sakit nih!" pintanya yang tidak di gubris oleh Sam.
"Segini aja sakit, dasar lebay!" ledek Sam tanpa melihat ke arah Adeknya yang benar-benar kesakitan.
"Awhhk! T-tapi ini sa-kit Bang ..." rilihnya yang membuat Sam sontak menoleh dan melepaskan genggamannya.
"Perasaan tadi nariknya pelan deh, kok bisa sampai merah gini?" Sam melihat lengan Adeknya lalu beberapa menit kemudian ia langsung menatap tajam wajahnya.
"Apa ada yang menyakitimu?! Jawab!" tanyannya tegas.
"Ah eng-enggak kok, i-ini gapapa kok tanganku memang selalu merah gini. Bentar lagi juga sembuh," elak Aqila sambil mengalihkan pandangannya.
__ADS_1
"Gak usah berbohong! Udah jelas-jelas tangan kamu memar! Siapa yang melakukannya?! Bilang sama Abang!!" ujar Sam dingin.
>Bersambung ....