
Assalamu'alaikum.
~HAPPY READING~
🐣🐣🐣
Di sebuah ruangan yang sangat gelap. Terlihatlah Salsa yang masih pingsan dengan keadaan kaki dan tangan di ikat di sebuah kursi. Ia mulai membuka matanya perlahan, menatap keselilingnya dengan tubuh gemetaran.
"D-dimana aku? Kenapa gelap sekali?" tanyanya semakin ketakutan melihat dirinya di ikat, "Ayah Bunda tolong aku," lirihnya.
"Tolong!!! Siapapun di sana tolong aku!!! Aku mohon tolong aku!!!" teriaknya sambil menangis. Bayangan masa kecilnya kini terbayang kembali, ia memejamkan matanya sambil terus berteriak.
"Berisik!!!" tiba-tiba ada seseorang yang menghampirinya.
"Siapapun kamu tolong aku! Aku mohon ..." pinta Salsa, Pria itu mendekat. Namun bukan melepaskan Salsa dan membawanya keluar dari tempat itu. Melainkan ia malah mencengkeram dagu gadis itu sangat kuat.
"Apa kau tidak bisa diam?!!!" bentaknya semakin kuat mencengkram dagu Salsa.
"Ahkk! Sa-kit ... Tolong lepasin!" ringis Salsa kesakitan.
"Ckk, gitu aja nangis! Dasar cengeng!" Pria itu melepaskan cengkeraman, lalu menepuk tangannya menandakan memanggil anak buahnya.
"Ada apa Tuan?"
__ADS_1
"Tolong nyalakan lampunya!" suruhnya dingin.
"Baik Tuan."
Tak lama lampu pun menyala, Salsa menghela nafas. Ia sudah sedikit tenang, kini terlihat jelas siapa Pria yang sedang berdiri di hadapannya sambil menatapnya tajam.
Deg!
'Kenapa wajahnya sangat tidak asing?' batinya merasa tidak asing dengan Pria tersebut.
"Kenapa kau menatapku seperti itu?! Hah?!" tanyannya yang kembali mencengkeram dagu Salsa kuat.
"Ahkk! M-maaf saya hanya merasa wajah tuan tidak asing. Tuan sangat mirip denga--"
"Ahkk sakit ... Lepasin! K-kenapa kamu kasar sekali sama perempuan?" ringis Salsa.
"Kau tanya kenapa?! KARENA AKU SANGAT BENCI WANITA! SEMUA WANITA ITU SAMA SAJA! SAMA-SAMA BR3NGS3K! TAK TAU DI UNTUNG!" bentaknya semakin menguatkan jambakan dan cengkraman di dagu Salsa.
"Ahkk!! Sakit hikss ... hikss ..."
"Ckk," Pria itu mulai melepaskan jambakan dan cengkramannya.
Sedangkan Salsa menunduk ketakutan sambil secara diam-diam. Kepala dan dagunya masih terasa sangat sakit. Ia benar-benar tidak tahu harus apa.
__ADS_1
"Kenapa kau diam?!! Apa kau sudah mengakui jika kau juga seperti itu?!" tanyannya dingin.
Salsa mendongak, "Aku bukan wanita seperti itu. Kamu tidak tau aku, dan kenapa kamu menculikku?"
"Sudah ku bilang semua wanita itu sama saja! Hmm, tadinya aku menculikmu hanya ingin memancing pacar bodohmu itu! Tapi setelah ku pikir-pikir sepertinya tidak akan seru jika itu saja."
"Jadi sekarang aku berubah pikiran, sepertinya akan lebih seru jika menjadikanmu sebagai mainanku. Oh baiklah ayo sekarang kita bermain-main dengan pisau kesayanganku ini gadis manis," ujarnya sambil mengeluarkan sebuah pisau kecil yang tajam. Salsa yang melihat itu bergetar ketakutan.
"J-jangan l-lakukan itu! Aku mohon jangan," pinta Salsa semakin bergetar hebat.
"Kenapa sayang?! Kau mau milih?! Baiklah, kau tinggal pilih sekarang. Ingin bermain dengan pisau kesayanganku atau pistol ini?" tanyannya lembut sambil mengeluarkan lagi sebuah pistol. Salsa menggeleng dengan cepat, tubuhnya berguncang hebat.
"Tapi sepertinya kau akan kesakitan jika memakai pistol ini, aku kasihan kepadamu. Baiklah, kita bermain dengan pisau kesayanganku ini saja yah sayang. Sepertinya kau akan tambah cantik jika aku melukis wajahmu dengan pisau ini," ujarnya sambil mengelus lembut pipi Salsa dengan senyuman manis. Namun sangat susah di artikan.
Salsa memejamkan matanya, ia hanya bisa pasrah. Mau memohon-mohon bagaimanapun seperti dia tidak akan mendengarkannya. Jadi lebih baik ia terima saja perlakuan Pria itu.
"AHKK!" ringis Salsa saat Pria itu berhasil menggoreskan pisau tersebut ke pipinya.
>Bersambung....
Ini mafia atau psykopat yah?
Bodo amat lah kagak tau gw juga 😒
__ADS_1