
Assalamu'alaikum.
~HAPPY READING~
🐣🐣🐣
"Hmm, dia jadi seperti itu gara-gara mantanya yang udah mengkhianatinya. Bahkan mantanya itu melukai Mamah, makanya sekarang dia benci sama wanita, terkecuali aku sama Mamah. Dia nganggap wanita itu sama saja, tapi padahal kan tidak semua wanita seperti itu. Dan sepertinya kamu juga wanita baik-baik, siapa namamu?" ujarnya kepada Salsa.
"Salsa," jawab Salsa sambil tersenyum.
"Nama yang bagus, apa aku boleh memanggilmu Caca? Kak Caca maksudnya, sepertinya Kamu lebih tua dariku. Berapa umurmu Kak?" tanyannya.
"Boleh, memang itu nama panggilanku dari kecil. Beberapa hari lagi umurku dua puluh tahun," jawab Salsa.
"Wah bahkan aku mau tujuh belas tahun aja masih lama. Maaf yah Kak tadi aku sudah tidak sopan kepadamu," ucapnya merasa tidak enak.
"Tidak apa-apa, kamu ini sangat lucu sekali. Siapa namamu gadis manis?" tanya Salsa sambil tersenyum.
"Kakak juga manis, hehe namaku Aqila. Panggil aja Kila," ucapnya yang membuat Salsa terdiam.
__ADS_1
"K-kalau boleh tau siapa nama Abangmu tadi?" tanya Salsa.
"Bang Samuel, kenapa Kak?"
Deg!
'Namanya Samuel dan Adiknya Aqila? A-apa dia memang Kak Sam yang selama ini selalu ku rindukan?'
"A-apa kamu pernah tinggal di Indonesia dan pindah ke Australia?" tanya Salsa memastikan.
"Aku tidak tahu, yang pasti aku di besarkan di Australia dan beberapa tahun yang lalu kami pindah ke Jerman dan menetap di sana. Memangnya kenapa Kak?" jawab dan tanya Aqila.
"Aku hanya memastikan jika Abangmu itu Kak Sam ku atau bukan," jawab Salsa sambil tersenyum.
"Dia adalah teman masa kecilku, kami sangat dekat sekali. Bahkan sudah seperti Kakak beradik, dia sangat baik kepadaku dan dia yang selalu melindungiku jika ada yang jahat kepadaku. Namanya Samuel dan dia juga mempunyai Adik sama sepertimu, namanya Aqila. Aku tidak tahu itu kalian atau bukan," ujar Salsa.
"Kenapa bisa sama? Apa ini hanya kebetulan? Atau yang di ceritain Kak Caca itu emang Abang?" tanya Aqila tidak percaya.
"Aku juga tidak tahu, dia juga sama tinggal di Australia. Dulu dia pindah ke Australia dan menetap di sana karena Papahnya ada urusan bisnis. Namun sebelum pergi ia sempet memberikanku sesuatu," Salsa mencoba menggulung lengan bajunya untuk memperlihatkan gelang pemberian Sam.
__ADS_1
"Ini, dia memberikan gelang ini kepadaku," ucap Salsa sambil menunjukkan gelangnya.
"Nah benar, gelang itu sangat mirip dengan gelang milik Abang! Tapi gantungannya saja yang berbeda," ucap Aqila.
"Apa gantungannya berbentuk kunci?" tanya Salsa memastikan.
Aqila mengangguk, "Iyah, aku sering melihat gelang itu di lemari Abang. Dia jarang memakainya."
"J-jadi benar dia Kak Sam yang selama ini selalu ku rindukan? Tapi kenapa dia sama sekali tidak mengingatku? Bahkan sangat jahat kepadaku," tanya Salsa sambil menundukkan kepalanya.
"Maaf yah Kak, jadi selama ini Abang ... Mmm ..."
"Cerita aja gapapa," ucap Salsa.
Aqila menghela nafas, "Apa Kakak yakin ingin mendengar semuanya?" tanyannya yang di angguki oleh Salsa.
"Kata Mamah selama bertahun-tahun Abang selalu murung, dia sangat tidak suka di dekati perempuan. Dia juga selalu meminta ke Mamah Papah untuk menemui Kakak. Bahkan dia selalu nekat ingin pergi sendiri mencari Kakak ke sini. Namun Mamah sama Papah selalu melarangnya karena khawatir. Tidak mau melihat Abang terus-terusan seperti itu. Mamah selalu menyuruh Abang untuk tidak memikirkan Kakak lagi, awalnya Abang selalu menolak. Namun karena terus di paksa akhirnya dia mulai melupakan Kakak dan mmm ... Apa Kakak tidak marah?"
Salsa menggeleng lalu tersenyum tipis, "Buat apa aku marah? Hmm, lanjutkan saja ceritamu," ucapnya.
__ADS_1
Aqila kembali menghela nafas lalu ia mulai melanjutkan ceritanya," .... "
>Bersambung....