
Assalamu'alaikum.
~HAPPY READING~
🐣🐣🐣
Pagi hari di kediaman Alexander. Salsa, Salma dan Gibran sedang berada di kamar Omanya untuk menyuruh Omanya makan dan minum obat. Sedangkan Pak Devan dan Jaka sedang mengobrol di ruang keluarga sambil menonton TV.
"Hai Oma, sarapan dulu yuk. Salsa udah buatin bubur sama sup buat Oma," ujar Salsa sambil duduk di tepi ranjang Omannya dengan membawa nampan berisi bubur, sup dan segelas air putih.
"Terimakasih sayang, jadi ngerepotin," ucap Omanya sambil tersenyum senang mendapat perhatian dari mereka.
"Oma, apakah sudah baikan?" tanya Gibran yang membuat Omanya langsung menoleh.
"Gibran?! Kapan kamu sampai?" tanyannya.
"Semalam Oma, Gibran semalam ke sini tapi Omanya udah tidur," jawab Gibran sambil tersenyum.
"Baiklah, apa kamu tidak kangen sama Oma hmm?" tanya Omannya sambil merentangkan tangannya.
"Kangen dong Oma," Gibran langsung berhambur memeluk Omanya itu. Ia mengelus-elus punggungnya lembut.
"Oma cepet sembuh yah."
"Oma ayo ini di makan dulu," pinta Salsa yang membuat Gibran mulai meregangkan pelukannya.
"Oma makan dulu yah, makan yang banyak biar cepet sembuh," ucap Gibran yang di angguki Omanya.
"Mamah jangan banyak gerak dulu ini infusannya naik," ucap Salma yang memang Bu Sazkia di infus tapi di rumah karena ia yang memintanya.
"Aishh Gibran sampai lupa," desis Gibran sambil menepuk keningnya yang membuat mereka langsung menoleh ke arahnya.
Salsa yang sedang menyuapi Omanya menatap ke arah Gibran sambil mengerutkan keningnya, "Kenapa?"
__ADS_1
"Gibran lupa kalau udah janji mau jemput Keyra. Katanya dia mau jenguk Oma," ucap Gibran.
"Keyra siapa?" tanya Omanya bingung.
"Pacar Gibran Oma, kebetulan dia juga asli Indonesia. Jadi kemarin pulang ke sini bareng dia," ujar Gibran sambil tersenyum.
"Cucu Oma ternyata udah besar yah, udah punya pacar. Lah Kakaknya kapan? Umur udah cukup buat nikah juga, masa kalah sama Adeknya?" sindir Omanya.
"Ih Omanya, Salsa lagi fokus ke pekerjaan, mau bahagian keluarga juga. Gak mau nikah dulu," sahut Salsa.
"Baiklah-baiklah, kalau udah dapet langsung nikah aja yah. Jangan lama-lama," ucap Omanya sambil mengelus rambut Salsa lembut.
"Oma, Bunda, Kak Salsa kalau gitu Gibran duluan yah," pamit Gibran sambil menyalami tangan mereka.
"Iyah, hati-hati bawa mobilnya jangan ngebut! Salam buat orang tua Keyra," pinta Salma, dia udah tau jika Rere anak dari Adik tirinya Jaka yah. Makanya ia setuju jika Gibran dengan Keyra.
"Baiklah Bunda, Gibran pamit. Assalamu'alaikum!"
"Oh iyah Bunda, siang ini Salsa mau kembali ke Jepang," ucap Salsa yang membuat raut wajah Oma dan Bundanya berubah.
"Kamu kan baru sampai, kok mau ke sana lagi sih?" tanya Salma.
"Iyah, kita kan baru ketemu. Kenapa harus balik lagi ke sana?"
"Maaf Oma, Bunda tapi semalam sekretarisku telfon dan dia bilang katanya ada klien penting dari Jerman yang ingin bertemu langsung denganku untuk mengajukan kerjasama. Kasihan kan dia jauh-jauh datang," ujar Salsa.
"Kamu ini sekarang jadi gila pekerjaan yah. Sama seperti Bunda dulu," gumamnya.
"Padahal Oma masih ingin kamu di sini. Bahkan Oma inginnya kalian sekeluarga kembali tinggal di sini. Oma dan Opa sudah tua, kita ingin menghabiskan masa tua kita bersama kalian," ucap Omanya tidak terasa meneteskan air mata.
"Mamah jangan nangis, sebenarnya kita juga ingin kembali tinggal di sini. Tapi kan Gibran masih kuliah, Salsa juga harus bekerja," ujar Salma.
"Bisa kan kuliah di sini? Salsa juga bisa kan pekerjaannya di pegang sama orang kepercayaan dan dia memantaunya lewat komputer. Kalau ada penting-penting banget baru dia ke sana," sahut Omanya.
__ADS_1
"Huftt ... Baiklah aku akan bilang ke Jaka dan mengusahakannya untuk tinggal di sini lagi."
.
.
.
🌹🌹🌹
Malam hari di kediaman seseorang. Terlihatlah Rere yang sudah cantik di dandani oleh Maminya dengan memakai dress selutut berwarna merah muda dengan pita di tengahnya dan rambut terurai rapi dengan make-up natural membuatnya terlihat elegan.
Ia berjalan menuruni tangga bersama Maminya menuju Papinya yang sudah menunggunya dari tadi.
"Sayang kamu cantik sekali, Papi aja jadi terpesona apalagi dengan calonmu itu pasti akan lebih terpesona," ujar Papinya sambil tersenyum.
"Siapa dulu dong, Putriku ..." sahut Rara dengan sombongnya.
"Putriku juga, yang buat aku kan! Aku juga yang tanam benih matahari di rahimmu!" ucap Rafael tak mau kalah.
"Tapi yang mengandung dan melahirkan aku! Wlee ..."
Rere hanya terdiam tidak menghiraukan perdebatan konyol orang tuanya. Jujur saja perasaannya sekarang tidak tenang, ia benar-benar deg-degan.
"Udahlah ayo kita berangkat! Ayo sayang, kamu jangan tegang gitu. Rileks," ajak Rafael yang di angguki pelan oleh Putrinya.
"Iyah sayang, ayo!" sahut Rara.
Mereka pun mulai berjalan keluar rumah menuju garasi mobil. Oh iyah itu rumah baru mereka beberapa bulan yang lalu yah. Setelah sampai di sana mereka langsung masuk ke dalam mobil yang kebetulan sudah terparkir. Rafael langsung melajukan mobilnya menuju rumah kediaman calon besannya.
>Bersambung ....
Penasaran gak sama calonnya Rere?
__ADS_1