
Assalamu'alaikum.
~HAPPY READING~
🐣🐣🐣
Malam harinya, Sam dengan kedua orang tuanya datang ke rumah kediaman Alexander untuk membahas hubungan mereka dan meminta restu. Kini di ruang tamu sedang berkumpul, Salsa dengan kedua orang tuanya dan juga Sam dengan kedua orang tuanya.
"Huftt ... Sebenarnya Mah, Pah, Om, Tante semuanya. Kebetulan Sam dengan Aca sudah jadian. Dan Sam ingin langsung menuju ke jenjang yang serius. Apakah Om, Tante, Mamah, Papah akan merestui hubungan kita?" ujar Sam serius sambil menghela nafas kasar.
"Mmm gimana yah, Om Tante ..." Jaka menggantung ucapannya yang membuat Sam menundukkan wajahnya dengan perasaan deg-degan. Bukan hanya Sam saja, tapi Salsa pun begitu.
"Om Tante pasti akan merestui hubungan kalian!" jawab Jaka dan Salma barengan yang membuat mereka mendongak senang.
"Mamah sama Papah juga merestui hubungan kalian!" sahut David dan Lia sambil tersenyum.
"S-serius?! Terimakasih Mah, Pah, Om, Tante!" ucap Sam senang.
"Terimakasih, Om, Tante, Ayah Bunda ..." ucap Salsa sambil tersenyum canggung.
"Iyah sayang, jadi kapan kalian akan menikah?" tanya Lia to the poin.
"Sam sudah mengatur semuanya, dua Minggu lagi kita akan menikah!" ujar Sam yang membuat semuanya terkejut, bahkan dengan Salsa yang ikut terkejut.
"K-kenapa begitu cepat Kak? A-aku masih belum siap," ucap Salsa.
"Lebih cepat lebih baik honey ..." sahut Sam yang membuat wajah Salsa merah karena baru pertama kalinya Sam memanggilnya 'honey' di depan semua orang.
"Kamu gercep juga yah Sam," ujar Jaka yang di balas senyuman oleh Sam.
"Tau tuh kayaknya udah kebelet nikah. Sampe-sampe udah ngerencanain mau nikah dua Minggu lagi orang tuanya pun tidak tahu!" sindir David.
"Papah ... Kan sekarang Sam udah bilang!"
"Hahaha iyah-iyah. Jadi sepakat nih Apa semuanya setuju Sam sama Salsa akan menikah dua Minggu lagi?" tanya David serius.
"Aku sih setuju aja," jawab Jaka.
"Aku sih setuju gimana merekanya benar-benar siap atau tidak!" ujar Salma.
"Aku juga setuju!" sahut Lia.
"Gimana denganmu Sayang?" tanya Jaka kepada Putrinya yang sedari tadi terdiam.
"A-aku ..." Sam menunggu jawaban dari Salsa dengan jantung berdebar kencang, "A-aku juga setuju!" jawab Salsa yang membuat semuanya menghela nafas lega termasuk Sam.
"Karena semuanya setuju, kita akan menyiapkannya dari sekarang!"
Mereka pun lanjut membahas tentang pernikahan Sam dan Salsa yang akan di laksanakan dua Minggu lagi. Hingga tak terasa hari sudah malam, Sam dan orang tuanya pamit pulang ke rumahnya. Sepanjang perjalanan Sam terus tersenyum-senyum sendiri karena merasa sangat senang dirinya akan menikah dengan Salsa. Sekaligus ia tidak menyangka, gadis kecil yang dulu ia anggap sebagai adiknya sekarang akan menjadi istrinya.
***
Waktu berjalan begitu cepat, tak terasa dua Minggu kemudian. Salama dua Minggu ini mereka sibuk dengan persiapan pernikahan Sam dan Salsa. Hingga tak terasa hari H tiba.
Kini acara ijab kabul Sam dengan Salsa sudah di lakukan tadi sore. Dan sekarang malam hari adalah resepsi pernikahannya. Memang mereka nikah di sebuah gedung dengan desain pernikahan sederhana tidak begitu megah karena Salsa yang minta.
Kini banyak malam hari acara resepsi pernikahannya. Banyak sekali para tamu undangan yang sibuk makan dan banyak juga yang mengucapkan selamat sambil berfoto-foto dengan pengantin.
Kini di sebuah meja, terlihat sepasang kekasih yang sedang menikmati makanannya sambil tersenyum melihat pengantin baru.
__ADS_1
"Kakakku sangat cantik," gumam Keyra kepada Gibran.
"Kamu juga sangat cantik sayang ..." ucap Gibran sambil mencubit pipinya gemas, "Ayo kita berikan kado ini sakalian ucapin selamat kepada Kakakku!" ajaknya kepada Keyra yang masih cemberut karena di cubit olehnya.
"Senyum dong, di sini banyak orang lho gak malu apa. Kayak anak kecil aja cemburut gitu," ledek Gibran sambil menoel hidung kekasihnya.
Keyra hanya mendelikkan matanya, mereka pun mulai berjalan menuju pelaminan. Dimana Salsa, Kakak dari Sam sedang duduk bersama sang suaminya.
"Hai Kak, ini ada kado dari kita. Sekali lagi selamat yah, Sam gak nyangka Kakakku yang dulu anti banget sama laki-laki bisa nikah secepat ini!" ucap Gibran memberikan kado sambil sedikit meledek.
"Kamu ini, ledekin aja terus!"
"Hahaha, oh iyah selamat yah Kakak ipar. Jagain Kak Salsa yah, harus ekstra sabarr juga hadapin dia!" ujar Gibran kepada Sam.
"Iyah makasih Gibran," sahut Sam sambil tersenyum.
"Selamat yah Kak Salsa, Kak Sam semoga samawa," ucap Keyra yang di balas senyuman oleh mereka.
"Terimakasih, kalian kapan nyusul?"
"Ah nanti aja Kak, kita masih kul--'
"Secepatnya Kak!" potong Gibran cepat.
"Kamu ini, kuliah aja dulu selesaiin jangan pacaran mulu!" ujar Salsa yang tidak di hiraukan oleh Gibran
"Hehe, oh Iyah Kak mau minta foto boleh gak?" tanya Keyra.
"Ya boleh dong, ayo foto bersama," sahut Salsa yang di balas anggukan. Mereka pun berfoto bersama.
Usai berfoto bersama, Gibran dan Keyra turun dari pelaminan berniat menuju tempat duduknya tadi. Namun tiba-tiba mereka tak sengaja bertemu dengan Rere yang sedang sendirian.
"Eh Kakak ipar? Ngapain sendirian aja di sini? Ayo ikut kita Kak, duduk semeja bareng kita!" ajak Keyra yang di balas senyuman tipis oleh Rere.
"Udah gapapa Ayo!" ajak Keyra sambil menarik tangan Kakak iparnya pelan menuju mejanya tadi yang sedikit jauh dari tempatnya Rere menunggu seseorang.
"Kakak gimana kabarnya? Apa Abang Kelvin baik ke Kakak?" tanya Keyra setelah mereka sampai di mejanya.
"Ah aku baik, Abangmu juga sangat baik kepadaku. Bagaimana dengan kuliah kalian di Jepang?" sahut Rere mencoba menghilangkan rasa kegugupannya. Memang Keyra tidak tahu jika Rere pernah mengejar-ngejar kekasihnya dan menunggunya bertahun-tahun. Namun Gibran malah kembali dengan membawa wanita, yaitu yang sekarang jadi adik iparnya sendiri.
"Kuliah kit--"
"Honey ternyata kamu di sini? Kan sudah aku bilang jangan kemana-mana! Jangan jauh-jauh denganku! Aku kan tadi bilang tunggu sebentar, aku khawatir kepadamu honey! Bagaimana jika terjadi apa-apa denganmu dan calon baby kita?!" tiba-tiba Kelvin datang dengan mengoceh kepada istrinya. Keyra dan Gibran yang mendengar calon baby merasa terkejut.
"Calon baby?! Kakak ipar hamil?!" tanyannya yang sontak membuat Kelvin dan juga Rere langsung menoleh.
"Eh Keyra? Ternyata Rere sama kalian, aku kira dia sendirian hehe ..." ucap Kelvin sambil terduduk di kursi sambil istrinya.
"Iyah aku yang mengajak Kakak ipar ke sini karena kasihan sendirian. Abang jawab pertanyaanku! Apa kakak ipar hamil?! Aku mau punya ponakan?!"
"Iyah sebentar lagi kamu akan punya ponakan," jawab Kelvin sambil mengelus-elus perut rata istrinya lembut.
"Wah benarkah? Sudah berapa Minggu Kak?" tanya Keyra antusias.
"Baru tiga Minggu," jawab Rere sambil tersenyum.
"Wah selamat yah Kak, aku jadi gak sabar pengen cepet-cepet seperti apa keponakanku ini. Kalau cewek pasti cantik pasti sepertiku ..." ujar Keyra dengan pedenya.
"Dih pede banget, ya pasti cantik seperti Mamahnya dong. Iyahkan honey, cup ..." ucap Kelvin sambil mengecup kening istrinya dengan penuh kasih sayang.
__ADS_1
Sedari tadi Gibran hanya memerhatikan Rere. Ia merasa senang melihat gadis itu tersenyum dan sepertinya ia sudah bahagia memiliki suami yang sepertinya sangat menyayanginya walaupun pernikahan mereka karena perjodohan. Di lain sisi Gibran merasa senang karena Rere bisa melupakannya dan mendapatkan kebahagiaan, tapi tidak tahu kenapa ia merasa sakit karena mengingat dulu yang juga pernah menyukai gadis itu dengan di pendam karena tidak mungkin mereka bisa bersatu.
'Aku ikut bahagia melihatmu sebahagia ini dengan laki-laki pilihan orangtuamu. Maaf karena dulu aku selalu jahat kepadamu, dan maaf telah menyakiti hatimu. Sebenarnya aku tidak tega, tapi mau gimana lagi. Kita tidak mungkin bersatu karena kita saudara,' Gibran hanya bisa mengatakannya di dalam hati.
***
Sedangkan di sisi lain, Aqila terlihat sedang bersama teman-temannya yang di Jakarta sedang menikmati pesta pernikahan Abangnya. Kebetulan mereka juga sudah lama tidak bertemu, jadi memilih menghabiskan waktu untuk malam ini.
Namun tanpa di sadari mantannya juga ada di sana dan sedari tadi terus memperhatikannya. Tanpa di ketahui ia menyuruh pelayan yang sedang membawa minuman untuk mereka. Ia memberikan segelas jus kepada untuk di berikan kepada Aqila yang sudah di beri sesuatu di dalam minumannya.
Aqila yang tidak tahu meminumnya sampai habis. Hingga beberapa menit kemudian ia merasa aneh dengan tubuhnya.
"Qil Lo kenapa? Kok dari tadi aneh banget? Lo sakit?" tanya salah satu temannya khawatir.
"Gapapa, g-gue ke toilet bentar yah!" Aqila segera bergegas menuju toilet karena merasa tidak enak dengan tubuhnya. Ia merasa sangat panas di sekujur tubuhnya.
Merasa berhasil dan melihat Aqila yang berjalan ke toilet. Mantannya itu langsung mengikutinya dari belakang.
Kebetulan sekali Refan yang sedikit mabuk karena merasa belum ikhlas Salsa menikah. Ia berniat ingin ke kamar mandi karena merasa sedikit mual karena tidak terbiasa mabuk. Ia tidak sengaja melihat gadis yang tidak asing terlihat aneh dengan di ikuti Pria di belakangnya.
Dengen cepat ia segera menghampirinya ketika Aqila masuk dan juga Pria yang mengikutinya ingin masuk. Karena merasa aneh dengan segera Refan menegurnya.
"Hei, bukannya itu toilet cewek?" tanya Refan yang membuat Pria itu gugup.
"Ah i-iyah aku lupa," lalu Pria itu masuk ke toilet cowok karena tidak ingin Refan curiga.
Merasa curiga dan takut Aqila kenapa-napa, Refan membuka sedikit pintu toilet yang kebetulan tidak terkunci. Terlihatlah Aqila yang sedang gelisah dengan wajah memerah. Merasa sangat khawatir Refan langsung menghampirinya.
"Kamu kenapa?" tanyannya cemas.
"P-panas Ahk ... Panas! Tolong aku! Panas ..." rilih Aqila dan sontak langsung mencumbu bibir Refan secara tiba-tiba.
Refan yang syok masih terdiam. Sedangkan merasa tidak di balas membuat Aqila malah menggigitnya yang membuat mulut Refan terbuka. Gadis itu semakin liar bermain di mulut Refan yang membuat Pria itu sedikit demi sedikit semakin terbuai.
Merasa sesak nafas, Refan segera mendorong pelan agar Aqila menghentikannya.
"Hah ... Hah ... Kau apa-apaan!" pekiknya tersadar atas perbuatan Aqila.
"Panas ahkk, tolong aku hikss ..." Aqila memohon dengan wajah memelas yang sudah memerah karena menahan sesuatu.
"Sepertinya dia di beri obat perangsang, aku harus segera menolongnya sebelum terlambat. Tapi bagaimana caranya?" ucapnya berpikir.
"Aku harus membawanya ke hotel terdekat untuk mencoba meredakan efek obatnya. Tidak akan aman jika di sini karena sepertinya Pria tadi juga masih mengincarnya!" tutur Refan sambil merogoh saku celananya mengambil ponselnya untuk menghubungi seseorang.
"Bawa mobilnya ke belakang gedung pernikahan! Cepat! Aku tunggu lima menit!" pintanya lalu mematikan telfonnya secara sepihak.
Refan menghentikan tangan Aqila yang berniat membuka pakaiannya, ia segera menggendong gadis itu ala bridal style. Dengan berada di gendongan Refan malah membuat Aqila semakin mudah menggerayangi tubuhnya.
Tangan gadis itu sudah semakin nakal mengalungkannya di leher juga membelai lembut wajah hingga lehernya yang membuat Refan merasa geli. Tidak mau gadis itu semakin liar, Refan dengan cepat segera membawanya lewat belakang gedung karena sudah ada supirnya di sana.
"Cepat jalan ke hotel terdekat!" pintanya yang hanya di angguki oleh supir.
Sedari tadi Aqila sudah semakin liar menggerayangi tubuhnya. Hingga kini ia terus mengecup dan menghisap leher pria Itu yang membuat Refan mendesis.
"Ahk!" pekiknya ketika Aqila menggigit lehernya hingga memerah.
"Pak cepetan!!"
Tidak lama mereka pun telah sampai di hotel terdekat. Refan menunggu supirnya untuk pulang dan ia memilih segera membawa Aqila ke kamar hotel untuk membantu gadis itu meredakan efek obatnya.
__ADS_1
>Bersambung ...
Gak di lanjut malah nge gantung yah. Karena kasihan aku mau tamatin deh, mungkin masih ada sekitar 1-2 eps lagi 🤪