
Assalamualaikum.
~HAPPY READING~
🐣🐣🐣
"Heh Jaka, kita harus gimana nih? Taksi gak ada, bus juga gak ada. Terus kita pulang harus naik apa? Masa jalan sih, kaki gue kan lagi sakit. Argghhh, ponsel gue pake di colong segala lagi," gerutu Salma kesal. Saat ini mereka sedang menunggu kendaraan untuk pulang.
"Kamu teh harus sabar dulu, jangan marah-marah terus. Nah tuh ada mobil bak, kita naik itu aja yah," ucap Jaka sambil menunjuk sebuah mobil bak yang kebetulan akan melewati mereka.
"Kang, tunggu!" panggil Jaka sambil melambai-lambaikan tangannya agar mobil bak itu berhenti.
"Ada apa Den?" tanya supir mobil tersebut.
"Akang teh bade kamana? Saya sama istri saya numpang boleh gak?" Jaka malah bertanya balik.
"Emangnya Aden sama si nengnya mau kemana?"
"Mau pulang, rumah kita di jalan mawar no 12," jawab Jaka.
"Oh kebetulan atuh saya juga lewat sana. Ya udah ayo naik aja, takut kemalaman. Tapi di belakang gapapa?" ujar Pak supir.
"Ah gapapa Kang, justru kita berterimakasih banyak lho udah di kasih tumpangan," ucap Jaka sambil tersenyum, "Salma ayo naik!"
"Hah?! Pake mobil kayak gini?! Gak mau ah, nanti gue malah masuk angin lagi!" ketus Salma.
"Emangnya kenapa? Segini juga udah syukur lho ada yang baik kasih tumpangan. Kalau gak, mau sampai kapan kita nunggu di sini? Ini udah malam lho, malah semakin malam semakin susah taksi atau bus yang lewat," ujar Jaka yang membuat Salma langsung terdiam.
'Iyah juga yah, gue gak mau nunggu lama-lama di sini. Gue pengen cepet-cepet pulang, pengen istirahat. Tapi gak mungkin juga kan gue pulang naik mobil kayak gitu, nanti yang ada pulang-pulang malah sakit.'
"Lah malah bengong, mau gak? Kalau enggak saya tinggal nih. Oh iyah denger-denger sih kata orang-orang di sini itu tempatnya angker banget, katanya banyak yang suka di gangguin sama Tante Kun, iyah kan Kang?" tanya Jaka kepada Kang supir yang malah mengerutkan keningnya heran. Pria itu mengedip-ngedipkan matanya memberi kode.
"A-ah iyah neng, katanya di sini banyak yang suka di gangguin sama Tante Kun. Saya juga kalau lewat sini suka merinding. Makannya tadi saya heran lihat kalian malam-malam di sini," sahut Kang supir.
"Tuh kan bener, serem banget yah tempatnya. Aduh kenapa tiba-tiba merinding gini yah, apa mungkin Tante Kun nya sudah datang? Ih serem ... Ayo ah kang kita pergi aja dari sini," ucap Jaka menakut-nakuti.
'Apa bener yah tempat ini angker? Tapi kelihatannya memang iyah sih, tempatnya serem banget.' batin Salma dalam hati sambil celingak-celinguk menatap ke sekelilingnya.
"Eh Jaka tunggu!" teriak Salma mencegah Jaka yang ingin naik ke mobil.
Jaka menoleh sambil mengerutkan keningnya, "Ada apa?"
__ADS_1
"G-gue ikut," jawab Salma gugup.
"Tadi katanya gak mau?" ledek Jaka.
"Ih udah ih cepetan bantuin gue!" ucap Salma. Jaka hanya nurut, ia pun mulai membantu istrinya untuk naik ke mobil bak tersebut.
"Udah Neng, Aden?" tanya Kang supir ketika mereka sudah berada di mobil.
"Udah Kang. Berangkat ..." Kang supir pun mulai melajukan mobilnya.
Sepanjang perjalanan suana hening. Salma hanya diam saja sambil memeluk lututnya kedinginan. Sedangkan Jaka, ia fokus menatap jalanan sampai-sampai tidak menyadari istrinya yang sedang kedinginan karena angin malam, apalagi ia pertama kalinya naik mobil bak.
'Tumben dari tadi diam aja? Biasanya juga bawel banget,' batin Jaka heran.
Karena penasaran Jaka pun menoleh ke arah Salma untuk memastikan. Dan terkejutnya ia ketika melihat wanita yang kini sudah sah menjadi istrinya ternyata sedang tertidur sambil menggigil kedinginan.
"Ya ampun Salma," ucap Jaka khawatir.
Pria itu langsung menutup tubuh Salma yang kedinginan dengan jas nya. Lalu menyenderkan kepala istrinya ke bahunya. 'Maafin saya yang belum bisa jadi suami yang baik buat kamu. Maaf juga karena saya, kamu jadi menderita seperti ini. Saya janji akan menjadi imam yang baik buat kamu, saya juga berjanji akan membahagiakan kamu. Dan mulai sekarang saya akan mencoba merubah kamu menjadi istri yang baik, saya akan berusaha.' ucap Jaka dalam hati sambil membelai rambut Salma lembut.
"Kamu cantik, tapi saya tidak suka sikap kamu yang selalu merendahkan orang lain," gumman Jaka yang masih membelai rambut Salma sambil tersenyum.
***
Jaka membuka matanya perlahan, "Udah sampe Kang?" tanya Jaka dengan suara serak bangun tidur sambil mengucek-ngucek matanya.
"Iyah Den, jawab Kang supir sambil mengangguk.
"Ya udah ini saya ada sedikit buat ongkos, makasih lho sebelumnya udah mau bantuin kita. Kalau gak ada akang gak tau deh kita diam di tempat tadi sampai kapan," ujar Jaka sambil menyodorkan beberapa lembar uang.
"Ah makasih den, tapi gak usah. Gapapa, saya ikhlas kok bantu kalian, lagian saya juga niatnya memang mau lewat sini. Jadi nggak usah yah," tolak Kang supir lembut.
"Saya juga ikhlas kok kang, gapapa ini ambil aja buat tambahan sehari-hari," sahut Jaka berusaha memberikan uang tersebut.
"Saya teh jadi gak enak den, makasih banyak lho. Aden baik banget, semoga Aden dan si nengnya langgeng yah," ucap Kang supir canggung yang akhirnya menerima juga uang dari Jaka.
"Iyah sama-sama, Amin. Makasih juga buat do'anya yah kang. Oh iyah kalau gitu saya mau bangunin istri saya dulu," ujar Jaka yang langsung menoleh ke arah Salma berniat untuk membangunkan.
Namun, setelah melihat Salma yang sedang tertidur pulas membuat Jaka malah mengurungkan niatnya yang ingin membangunkan istrinya.
'Duh kasihan juga kalau di bangunin pasti dia kecapek'an.' batin Jaka tak tega.
__ADS_1
Tanpa berpikir panjang Jaka pun langsung menggendong gadis itu dan turun dari mobil.
"Udah den?"
"Iyah kang sekali lagi makasih yah," ucap Jaka yang di angguki oleh kang supir.
Setelah kepergian mobil bak tersebut, kini Jaka mulai berjalan menuju gerbang sambil menggendong tubuh Salma ala bridal style.
Ting-tong!
"Permisi, Assalamu'alaikum!" ucap Jaka sambil bersusah payah membunyikan bel. Namun tidak ada sahutan juga di dalam sana.
"Duh Pak Mamat kemana sih," gerutu Jaka kesal.
"Iyah sebentar! Siapa yah?!" teriak Pak Mamat dari dalam yang baru saja datang.
"Jaka Pak!" sahut Jaka dan tidak lama pintu gerbang pun terbuka. Namun, bukannya di suruh masuk Pak Mamat malah mengajaknya ngobrol.
"Eh Aden, Non. Tumben pulangnya malam? Oh pasti kalian abis kencan dulu yah? Dan itu si Nonnya kenapa? Oh saya tahu, apa jangan-jangan Aden apa-apain si Nonnya sampe kayak gitu?" ujar Pak Mamat yang membuat Jaka mengerutkan keningnya heran, "Aduh den kalau mau minta jatah pas di rumah aja jangan pas lagi keluyuran kayak gitu, gak enak lho," lanjutnya yang membuat Jaka semakin bingung.
"Pak Mamat ngomong apaan sih? Gak lihat apa saya lagi keberatan kayak gini Lah Bapak boro-boro ngebantuin, di suruh masuk aja enggak!"
"Ah iyah saya lupa, untung Aden ingetin. Ya udah ayo masuk!" ucap Pak Mamat menyuruh Jaka untuk segera masuk.
"Dari tadi kek," gerutu Jaka sambil melangkahkan kakinya masuk ke rumah.
"Hmmm, segini juga udah syukur di bukain!" gumman Pak Mamat sambil mengunci gerbangnya kembali.
Sedangkan Jaka, setelah sampai di dalam kamarnya ia langsung merebahkan tubuh Salma di kasur. Lalu ia masuk ke dalam kamar mandi berniat untuk membersihkan dirinya. Usai membersihkan dirinya Jaka menghampiri Salma yang sedang tertidur pulas.
"Tidurnya pulas banget sampe gak sadar dia sudah di pindahin," ucap Jaka sambil memandang wajah cantik istrinya yang sedang tertidur.
"Tapi ini bajunya? Gak mungkin juga kan kalau di biarin tidur pakai baju kantor kayak gini, mana kotor banget lagi," gumman Jaka.
"Ahah apa saya teh suruh Bi Inez aja yah buat gantiin? Tapi ini udah malam takutnya mengganggu. Hmmm, masa iyah sih saya sendiri yang harus ganti bajunya?" ucap Jaka masih bingung dengan pikirinnya.
"Iyah, gak ada pilihan lain! Saya kan suaminya jadi gapapalah," ujarnya yang langsung mengambil baju ganti Salma dan juga kain untuk menutupi matanya.
Usai menutupi matanya dengan kain, Jaka pun mulai meraba-raba kancing baju Salma dengan sangat pelan dan hati-hati. Satu persatu kancing baju Salma berhasil di buka. Namun tiba-tiba gadis itu menggeliat yang membuat Jaka tidak sengaja menyentuh sesuatu yang kenyal. Jaka yang tidak melihat malah meraba dan mencoba memegangnya.
"Aduh ini teh apa kok kenyal gini?" gumman Jaka pelan.
__ADS_1
"Tapi kok enak yah," ucap Jaka yang malah memainkannya dan ...
>Bersambung....