Suamiku Anak Pembantu

Suamiku Anak Pembantu
S2~ Episode 136


__ADS_3

Assalamu'alaikum.


~HAPPY READING~


🐣🐣🐣


'K-kakak?' batin Rere bingung sambil menatap intens gadis di depannya.


"Hehe, maaf semuanya kalau gitu aku permisi!" ucapnya yang langsung berlalu pergi karena malu.


"Maaf yah, itu anak keduaku yang kuliah di Jepang. Dan sekarang lagi main ke sini, dia emang gitu anaknya kalau sama kita. Manja banget," ucap Dara yang di angguki oleh besannya.


Sedangkan Rere sedari tadi masih terdiam tidak percaya, 'J-jadi orang yang telah merebut Gibran dariku adalah calon Adik iparku sendiri?' tanyanya rilih.


"Oh ya Kelvin, ajak Rere jalan-jalan gih biar kalian tambah deket. Soal rencana pernikahan serahkan saja sama kita," ujar Mommy-nya Kelvin.


Pria itu langsung berdiri, "Hmm, ayo!" ajaknya sambil mengulurkan tangannya kehadapan Rere yang masih terdiam.


Rara menoel Putrinya, "Sayang itu calon suamimu ngajakin jalan-jalan."


Rere menoleh ke Maminya yang memberikan kode. Ia pun langsung mendongakkan kepalanya menatap Pria yang sudah berada di hadapannya. Karena gugup ia pun kembali mengalihkan pandangannya ke arah Maminya.


"T-tapi Mi--"


"Udah sana cepatan ikut! Biar kalian tambah dekat," ujar Maminya dan dengan terpaksa Rere pun langsung berdiri tanpa menerima uluran tangan Pria di hadapannya.


Kelvin menarik kembali tangannya ke dan ia masukkan ke saku celana. Lalu pamit kepada orang tua dan calon mertuanya.

__ADS_1


Mereka pun berjalan-jalan ke taman kompleks yang tidak jauh dari rumahnya. Kebetulan sekali di sana lumayan ramai, banyak pedagang juga.


Sedari tadi hanya ada keheningan di antara mereka. Kelvin yang terus saja berjalan dengan cool, sedangkan Rere hanya mengikutinya dari samping sambil terus melamun karena memikirkan sesuatu.


'Arghh! Kalau begini caranya aku takkan bisa melupakan Gibran. Kenapa? Kenapa harus dia yang jadi adik iparku sendiri? Kenapa aku harus menikah dengan Kakak dari orang yang telah merebut Gibran dariku?' batin Rere frustasi.


"Namamu siapa?" tanya Kelvin memecahkan keheningannya yang membuat Rere langsung menoleh.


"Rere," jawab Rere sedikit cuek.


"Apa kamu--"


"Awhhk!!" pekik Rere yang tiba-tiba saja jatuh, karena kaki gadis itu keseleo.


"Hei, apa kamu baik-baik saja?" tanya Kelvin yang langsung menghampiri Rere yang terduduk di bawah.


Kelvin langsung melepaskan high heels milik gadis itu dan mulai mengecek kakinya yang terluka.


"Ahkk, sa-kit ..." rilihnya.


"Makanya kalau jalan itu lihat-lihat, jangan melamun terus!" ujarnya sambil mengurut-urut pelan kaki gadis itu.


"Aww-aww! P-pelan-pelan Kak, sakit ..." ringisnya sambil memejamkan matanya menahan sakit.


"Hmm, kita obati di sana saja jangan di jalan!" Kelvin langsung menggendong Rere ala bridal style menuju kursi taman.


"E-eh Kak turunin!" pinta Rere sambil memberontak yang tidak di gubris oleh Pria itu.

__ADS_1


Setelah sampai ia mendudukkan Rere di taman dan langsung kembali mengurut-urut kaki gadis itu. Rere terus meringis hingga beberapa menit kemudian.


"Apa sudah mendingan? Coba gerakkan kakinya," ujarnya yang hanya di turuti oleh gadis cantik di hadapannya.


"A-ah iyah sudah mendingan, makasih Kak," ucap Rere gugup.


"Hmm, sama-sama."


Hening, suana kembali hening. Dan seperti tadi, Kelvin yang mulai berbicara memecahkan keheningannya.


"Tunggu di sini sebentar, saya ingin membeli permen kapas dulu," ujarnya yang langsung berlalu pergi menuju pedagang permen kapas.


Tidak lama ia kembali dengan membawa dua permen kapas dan memberikannya satu kepada Rere. "Nih buat kamu."


"Terimakasih Kak," ucap Rere canggung sambil menerima permen tersebut.


Kelvin hanya mengangguk lalu kembali duduk di sampingnya, "Umurmu berapa?"


"19, mau ke 20," jawab Rere sambi memakan permen kapasnya.


"Masih sangat muda," gumamnya.


Sontak Rere menoleh, "Emang Kakak berapa?"


"25, oh iyah saya ingin tanya serius sama kamu," ia menatap Rere dengan serius, "Apa kamu keberatan dengan perjodohan ini? Jika iyah bilang saja, biar nanti saya yang bilang ke orang tua saya dan kamu. Lagian saya juga tidak mau memaksa. Jika kamu tidak mau di jodohkan dengan saya lebih baik bilang dari sekarang. Biar perjodohannya di batalkan saja," ujarnya yang membuat gadis itu terdiam.


>Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2