Suamiku Anak Pembantu

Suamiku Anak Pembantu
S2~ Episode 146


__ADS_3

Keesokan harinya ...


Malam hari di sebuah gedung. Kini sepasang pengantin baru yang sudah sah menjadi suami istri. Dan yah sekarang adalah resepsi pernikahannya.


Banyak sekali tamu undangan yang mengucapkan selamat kepada Kelvin dan Rere. Banyak juga para tamu yang berlalu lalang dan sibuk dengan makanan yang di sediakan.


Kini Jaka, Salma dan anak-anak baru saja datang ke acaranya. Mereka ingin menghampiri Rere untuk mengucapkan selamat. Namun tiba-tiba Salsa malah kebelet, ia pamit kepada orang tuanya untuk ke toilet.


"Ayah, Bunda, Gibran duluan aja yah. Salsa tiba-tiba kebelet, nanti Salsa nyusul deh," pamitnya yang di angguki oleh mereka.


Salsa pun mulai melangkahkan kakinya menuju toilet.


***


Sedangkan di sisi lain, Sam yang kebetulan juga baru saja datang ke acaranya. Tidak sengaja ia melihat seorang gadis yang sangat familiar. Ia melihat ada seorang mencurigakan mengikuti gadis itu.


Merasa penasaran Sam pun mulai mengikutinya menuju toilet.


"Abang mau kemana?!" tanya Aqila melihat Abangnya yang ingin pergi.


"Hmm, ke toilet bentar," jawabnya dingin. Sam pun kembali melangkahkan kakinya.


***

__ADS_1


Selesai buang air kecil, Salsa keluar dari toilet sambil mencari sesuatu di tasnya. Dan tanpa ia ketahui ternyata ada seseorang mencurigakan perlahan menghampiri dengan membawa sebuah benda tajam.


Melihat Salsa yang lengah membuat orang tersebut lebih mudah untuk melukai. Saat ia mengarahkan benda tajam tersebut dan ingin menusukannya kepada Salsa, tiba-tiba ...


"Aca awasss!!" teriak seseorang sambil mendorong tubuh Salsa pelan agar menghindar. Dan ...


Jleb!


"AHK!!"


"Kak Sam!!!" pekik Salsa sambil menutup mulutnya tidak menyangka. Ia langsung berlari menghampiri Sam yang tergeletak dengan pisau menancap di perutnya dan darah mengalir kemana-mana.


"Kak Sam, kenapa Kakak lakuin ini hikss ..."


"Hei jangan lari!! Tolong!! Tolong!! Ada pembunuh!!" teriak Salsa.


"Kak Sam, aku mohon Kakak harus kuat. Aku yakin Kakak pasti bisa hikss ..."


Sam mengulas senyumnya, ia mengangkat sebelah tangannya mengelus pipi Salsa lembut sambil berkata, "Aku baik-baik saja," ucapnya pelan lalu mulai menurunkan tangannya dan memegangi pisau yang masih menancap di perutnya berniat untuk di cabut.


Sam mulai mencabut pisau tersebut dengan perlahan sambil menahan rasa sakit, "AHK!!"


Sam berhasil mencabut pisaunya, ia pun mulai menutup matanya secara perlahan.

__ADS_1


"Kak Sammm!! Kakak bangun! Aku mohon bangun hikss ... Maafin aku karena selama ini selalu cuekin Kakak! Aku tahu aku memang salah! Aku mohon bangun hikss ..." tangis Salsa sambil memeluk tubuh Sam, tidak peduli dengan darah segar yang terus mengalir menempel di gaunnya.


Tiba-tiba orang tuanya Salsa dan para tamu undangan pun datang menghampiri mereka karena teriakan Salsa tadi.


"Nak, ada apa ini?" tanya Jaka khawatir.


"Ayah tolongin hikss ... Tadi ada orang yang mencoba membunuh Salsa. Tapi malah Kak Sam yang terluka, aku mohon bantu bawa dia ke rumah sakit. Aku tidak mau dia kenapa-napa hikss ..." ujar Salsa sambil terisak masih memeluk tubuh Sam.


"Abangg, Abang kenapa bisa seperti ini hikss?!!" pekik Aqila yang baru saja karena tidak sengaja mendengar ada korban pembunuhan. Karena penasaran iapun melihat yang ternyata itu adalah Abangnya sendiri.


"Ayah cepet bantu bawa dia ke rumah sakit hikss!" pinta Salsa yang langsung di turuti oleh Ayahnya dan di bantu oleh para tamu undangan lainnya.


Mereka pun membawa Sam ke rumah menggunakan mobil Jaka. Di sepanjang perjalanan Salsa dan Aqila terus menangis tidak tega melihat Sam seperti itu.


'Maafkan Aca Kak, maaf karena selama ini Aca udah benci sama Kakak. Maaf juga karena sering cuekin Kakak. Aku tau aku memang salah hikss ...'


>Bersambung ....


Gak ada ide;v maaf jika ****tak**** sesuai ekspektasi πŸ™ƒ



Sambil nunggu aku up, mampir juga yuk-yuk-yuk di karya baruku ☺️ Di sana versi Chat story yah, di usahain up tiap hari deh πŸ€—

__ADS_1


__ADS_2