
Assalamu'alaikum.
~HAPPY READING~
🐣🐣🐣
Di posisi Gibran dan kekasihnya sekarang. Mereka baru saja sampai di sebuah rumah besar bertingkat dengan halaman yang sangat luas membuat Gibran terkagum-kagum karena sangat indah. Ia menatap wajah kekasihnya serius dengan penuh tanya, ia bilang katanya orang miskin, rumah kecil. Tapi ini apa?
"Kamu membohongiku?" tanya Gibran sambil menatapnya tajam.
"Hehe, maaf. Nanti aku jelasin, ya udah kita masuk!" ajaknya yang hanya di angguki Gibran.
Mereka pun mulai memasuki rumahnya dengan Gibran yang sedari merasa tegang karena akan bertemu calon mertuanya.
"Assalamu'alaikum, Mom, Dad!" ucap Keyra yang tidak lama mendapat sahutan dari orang tuanya.
"Wa'alaikumsalam, Keyra?! Akhirnya kamu pulang juga, Mommy kangen ..." Keyra menyalami tangan Mommy dan Daddy-nya lalu memeluk mereka bergantian. Sedangkan Gibran hanya terdiam karena sedari tadi Daddy Keyra terus saja menatap tajam ke arahnya.
"Ini siapa?!" tanya Daddy-nya dingin.
"Oh ini kenalin pacar Keyra yang di Jepang, kita kuliah di universitas yang sama di sana. Dia juga asli Indonesia, jadi kita sekalian ke sini nya. Mumpung lagi libur seminggu karena para dosennya lagi ada keperluan," ujar Keyra.
"H-hallo Om, Tante kenalin saya Gibran," ucap Gibran sambil menyalami tangan calon mertuanya itu.
Sedari tadi Daddy-nya Keyra masih saja menatapnya seperti itu yang membuat Gibran menundukkan wajahnya takut. Tadi katanya pen cepet-cepet ketemu calon mertua, tapi setelah ketemu nyalinya malah ciut.
"Daddy ih, natapnya jangan kayak gitu ah. Liat deh dia ketakutan," ucap Keyra yang membuat Daddy-nya langsung tertawa.
"Hahaha, Daddy hanya tes aja seperti apa orangnya. Tapi kayaknya dia penakut deh, baru di pelototin sedikit aja langsung tegang. Hahaha," ledek Daddy-nya yang membuat Gibran semakin menundukkan wajahnya malu.
"Ihss udah lihat tuh pipinya sampe merah gitu. Kebiasaan deh Daddy mah," ucap Keyra, "Jangan di bawa hati yah, Daddyku emang gitu orangnya. Suka banget isengin orang," lanjutnya berbisik kepada Gibran tapi masih terdengar oleh kedua orang tuanya.
"Hehe, Om tadi hanya bercanda. Kamu jangan tegang gitu, ayo kita masuk kalian pasti capek!" ajak Daddy-nya.
Mereka pun masuk menuju ruang tamu, setelah melihat dalamnya Gibran semakin terkagum karena ternyata lebih luas dari apa yang ia bayangkan.
"Mommy ke dapur dulu yah mau bikinin minuman," pamit Mommy-nya yang hanya di angguki oleh mereka.
__ADS_1
"Eh kamu ...?"
"Gibran Om," sahut Gibran.
"Oh iyah, harus sabar yah ngadepin Keyra. Dia itu orangnya cerewet, suka ngambekan, manja juga," ujar Daddy-nya yang hanya di balas anggukan sambil tersenyum oleh Gibran.
"Ishh Daddy mah," desis Keyra kesal sambil cemberut.
"Hahaha, kalian udah berapa lama pacaran?" tanyanya.
"Sekitar lima bulanan Om," jawab Gibran masih menunduk.
Daddy-nya hanya manggut-manggut, "Kamu jangan nunduk gitu lah, gak usah takut sama saya mah. Masa muka setampan gini nyeremin sih? Yang ada kamu malah tertarik sama ketampanan saya!" ujar Daddy dengan pedenya.
"Pede banget sih, udah tua juga!" ucap yang baru saja datang dengan membawa minuman dan cemilan.
"Sirik aja Mom! Bilang aja kalau Daddy emang tampan, kalau gak tampan Mommy gak bakal suka! Wle ..." ujarnya dengan pede tingkat dewa.
"Awas nanti malah gak akan di kasih jatah!"
"Bagus Mom, jan di kasih jatah aja biar kapok!" ucap Keyra memanas-manasi. Gibran sedari tadi hanya diam sambil tersenyum melihat kelakuan mereka.
"Makasih Tante, kalau gitu Gibran minum yah," sahut Gibran sambil tersenyum lalu mengambil minuman yang baru saja di buat calon mertuanya. Memang ia sedari tadi merasa ceket karena tatapan Daddy-nya Keyra tadi membuatnya bersusah payah menelan ludahnya beberapa kali.
Setelah lama mengobrol, tiba-tiba ponsel Gibran pun berdering menandakan ada telfon masuk. Ia melihat siapa yang menelpon.
"Om, Tante, Gibran permisi mau angkat telfon dulu yah," pamitnya yang di angguki oleh mereka.
Call on.
"Assalamu'alaikum, Gibran kamu dimana? Udah sampe atau belum? Atau belum berangkat? Bunda khawatir sama kamu," tanya Salma cemas.
"Wa'alaikumsalam Bun, udah kok. Gibran ke sininya sama Keyra, ini lagi mampir ke rumahnya dulu," sahut Gibran.
"Syukur deh kalau kamu sudah nyampe, sekarang pulang ini udah malam!" pinta Bundanya.
"Iyah Gibran pulang sekarang, Bunda gak usah khawatir."
__ADS_1
Setelah selesai menelfon Gibran pun kembali ke ruang tamu dan langsung pamit ke mereka.
"Om, Tante Gibran mau pulang sekarang yah. Key aku duluan yah," pamit Gibran.
"Aku ikut mau lihat Oma kamu," pinta Keyra.
"Nanti aja besok aku jemput yah, ini udah malam kamu istirahat aja yah," ujar Gibran sambil tersenyum.
"Baiklah, jangan sampe kesiangan. Aku maunnya pagi!" ucap Keyra yang hanya di angguki oleh Gibran.
"Om, Tante Gibran duluan yah," ia menyalami kedua orang tuanya Keyra.
"Kamu ke sini tadi naik apa?" tanya Daddy-nya.
"Naik taksi Om," jawab Gibran.
"Sekarang udah malam lho, jarang ada taksi lewat. Di anterin sama supir aja yah?" tawarnya.
"Makasih Om, tapi gak perlu deh takutnya ngerepotin," sahut Gibran tak enak.
"Gak terima penolakan!" Gibran menghela nafas dan akhirnya ia pun mau.
🌹🌹🌹
Sedangkan di sisi lain, setelah orang tuanya mengatakan tentang perjodohannya tadi. Kini membuat Rere sedari tadi termenung di kamarnya.
Ia menekuk lututnya dan menenggelamkan wajahnya di sana. Sedari tadi ia terisak membuat matanya menjadi sembab.
"Argghhh!" ia mengacak-acak rambutnya lalu melemparkan bantal-bantal yang ada di sampingnya.
"Hikss-hikss ... Kenapa nasibku seperti ini ya Allah? Kapan kau memberiku kebahagiaan? Hikss ... Kenapa Mami sama Papi tega menjodohkan anaknya sama laki-laki yang tidak kenal. Bagaimana jika laki-laki itu bukan laki-laki baik-baik?" tanyannya sambil terisak.
Tok-tok-tok!
"Sayang, ini Mami! Makan malam dulu yuk, kamu belum makan dari siang lho! Mami gak mau kamu sakit!" teriak Maminya di di luar.
"Aku gak mau makan sebelum Mami membatalkan rencana perjodohannya!!" pinta Rere juga berteriak.
__ADS_1
>Bersambung ....