
Assalamu'alaikum.
~HAPPY READING~
🐣🐣🐣
Salsa meremas ponsel yang di pegangnya dengan kuat. Ia menatap keselilingnya yang kebetulan sekali tiba-tiba ada seseorang memakai Hoodie hitam bercindung dengan memakai dan memakai masker. Seorang misterius itu menatap ke arah Salsa tajam.
Melihat itu malah semakin membuat Salsa ketakutan. Ia menatap Sam sendu, mengingat kejadian dua Minggu berlalu membuatnya semakin takut. Ia menghela nafas panjang sambil memejamkan matanya sejenak lalu dengan bibir bergetar Salsa berkata.
"M-maaf K-kak Sam, A-aku belum siap," ucapnya sambil menundukkan wajahnya.
'Maafkan aku Kak Sam, aku lakuin ini karena tidak mau terjadi apa-apa denganmu hikss ...' batin Salsa.
Mendengar itu membuat Sam merasa kecewa, ia kembali menutup kotak cincinnya dengan pelan lalu kembali berdiri. Walaupun sangat kecewa, ia berusaha untuk tetap tenang dan tersenyum.
"M-maaf ..." hanya itu yang bisa Salsa katakan, ia tidak bisa berkata-kata lagi.
"Ah tidak apa, seharusnya aku tidak buru-buru. Aku tahu kamu belum siap. Aku akan menunggumu sampai kamu benar-benar siap," ucap Sam sambil tersenyum tipis.
"Ah tidak terasa ini sudah jam sambilan. Ayo kita pulang, takut kemalaman," ujar Sam mengalihkan pembicaraan sambil menatap arloji di tangannya.
Salsa hanya mengangguk, dan mereka memilih untuk segera pulang. Setelah kepergian mereka, orang yang di lihat Salsa tadi menatap mereka dengan tersenyum smrik.
"Aku tidak akan membiarkanmu bahagia di atas penderitaanku Nona Salsa. Lihat saja, gara-garamu hidupku jadi seperti ini! Aku kehilangan semuanya!" ucapnya sambil mengepalkan tangannya kuat.
***
__ADS_1
Kini di dalam mobil Sam, sedari tadi hanya ada keheningan di antara mereka. Sam yang fokus menyetir, sedangkan Salsa yang terus bergelut dengan pikirannya. Sebenarnya ia merasa sangat bersalah karena telah menolak Sam. Dan ia juga terus kepikiran siapa orang yang mengancamnya itu.
'Apa Kak Sam marah? Kenapa diam saja?' tanya Salsa dalam hati sambil menatap ke arah Sam sendu.
'Arghh! Siapa dia sebenarnya! Kenapa dia terus mengganggu hidupku!' batinnya kesal.
"K-kak ..." panggil Salsa.
"Ya?" sahut Sam sedikit menoleh tapi ia masih fokus menyetir.
"A-apa Kakak marah sama aku?" tanya Salsa dengan hati-hati.
Sam mengalihkan pandangannya menatap ke depan, "Ah A-aku hanya sedikit kecewa saja," jawabnya lalu kembali menoleh ke arah gadis itu. "Tapi tidak apa-apa, kalau kamu belum siap. Aku akan menunggumu hingga siap," ucapnya sambil tersenyum tipis.
Salsa menatap Sam dengan intens, ia melihat jelas jika Pria itu sangat kecewa.
"Silahkan ..."
"Terimakasih," ucap Salsa sambil tersenyum tipis.
"Aku pamit dulu yah, titip salam buat Ayah sama Bunda kamu. Sama Oma dan Opa juga," pamit Sam.
"Iyah Kak nanti aku sampaikan, terimakasih banyak untuk malam ini yah. Kakak hati-hati pulangnya, kalau sudah sampai kabarin aku," ujar Salsa.
"Baiklah kalau begitu aku duluan, assalamu'alaikum!" ucap Sam kembali memasuki mobilnya dan segera pergi meninggalkan kediaman Alexander.
"Wa'alaikumsalam ..." Salsa menatap kepergiannya sebentar, lalu ia masuk ke dalam rumahnya.
__ADS_1
Terlihatlah di ruang keluarga Ayah, Bunda dan Opa Oma nya sedang ngumpul.
"Assalamu'alaikum," ucap Salsa sambil menyalami tangan mereka.
"Wa'alaikumsalam!"
"Kamu abis dari mana?" tanya Opanya.
"Aku abis dinner Opa, oh iyah Kak Sam titip salam buat kalian. Ya udah kalau gitu Salsa ke kamar dulu yah. Capek mau istirahat," ujar Salsa yang di angguki oleh mereka.
Salsa berlalu pergi menuju kamarnya. Sampai di sana ia langsung melempar tasnya ke kasur. Lalu mendudukkan tubuhnya di kasur dengan kasar. Tidak bisa lagi membendung air matanya, ia mulai menangis tersedu-sedu.
"Hikss ... Hikss ... Seharusnya sekarang hari bahagiaku. Aku sudah menunggunya dari kemarin-kemarin untuk di lamar Kak Sam. Tidak tahu perasaan ini datang darimana, jujur saja aku juga menyukai Kak Sam! Hikss, tapi kenapa?! Kenapa ada orang yang terus mengusikku?! Siapa dia sebenarnya?!"
Salsa mengusap wajahnya kasar, "Argghhh! Punya salah apa sebenarnya aku sama dia sampe-sampe dia bilang tidak akan membiarkan hidupku tenang! Apa aku punya salah hikss?!" teriak Salsa bertanya-tanya.
"Huh ... Ya Allah apa yang harus aku lakukan?" tanyanya sambil membaringkan tubuhnya dengan terlentang. Sambil menatap langit-langit kamar dengan sendu.
Ting!
Tiba-tiba ada pesan masuk dari ponselnya. Karena mengira itu dari Sam, Salsa segera meraih ponselnya dan membuka pesan tersebut. Dan lagi-lagi ternyata pesan itu adalah dari nomor tidak jelas itu, bukan dari Sam.
💌 Karena kamu tidak menerima Pria itu. Sesuai yang kukatakan tadi, aku takkan menyakitinya! Tapi aku tidak janji jika kamu terus dekat dengannya! Aku tidak janji Pria itu akan selamat!
Salsa meremasnya ponselnya sangat kuat, lalu ia membantingnya ke lantai hingga hancur.
>Bersambung ...
__ADS_1