
Bubur sumsum dalam gelas
Assalamu'alaikum, guys ...
~HAPPY READING~
🐣🐣🐣
Setelah sampai di rumah Salsa. Refan berniat untuk langsung pulang. Namun, dengan ragu Salsa menawarkannya untuk mampir terlebih dahulu. Sekalian mengobati pipi dan sudut bibirnya Refan yang memar karena bekas berantem tadi.
"Kalau gitu aku pulang dulu yah," pamit Refan.
"Makasih yah, mmm sebelumnya gak mau mampir dulu apa? Sekalian aku obatin luka kamu. Gak enak aja, kamu juga kan terluka karena aku," tawar Salsa sambil menundukkan wajahnya.
'Yes, berhasil! Mulai luluh dia,' batin Refan sambil tersenyum penuh kemenangan.
"Eh kalau itu mau kamu, ya mau aja. Tapi emang gapapa sama orang tua kamu?" tanya Refan berusaha untuk tenang menyembunyikan senyum penuh kemenangannya.
"Gapapa ayo, nanti aku ceritain semuanya sama Bunda aku," ujar Salsa mengajak Refan untuk masuk.
"Assalamu'alaikum!"
"Wa'alaikumsalam, eh sayang udah pulang? Siapa dia?" sahut Salma sambil mengerutkan keningnya heran melihat Refan. Tidak biasanya Salsa membawa temannya ke rumah. Jangankan laki-laki, perempuan aja gak pernah.
"Aku Refan Tante," ucap Refan sambil salim kepada Salma.
"Dia temen aku Bun. Dia juga yang udah nolongin aku tadi, sampe memar kayak gitu tuh mukanya. Makanya aku suruh dia mampir dulu, sekalian mau obatin lukanya. Mmm, gapapa kan Bun?" jelas Salsa.
"Ya ampun, emangnya kamu kenapa sayang?! Kenapa juga temen kamu sampe memar gitu?" tanya Salma khawatir.
"Gapapa kok Bun, tadi pas lagi nungguin Bus ada Pria idung belang aja yang gangguin. Tapi untungnya tadi ada Refan yang bantuin aku," jawab Salsa sambil tersenyum.
"Emangnya Pak Jay kemana sayang? Tapi kamu gapapa kan?" tanya Salma lagi.
"Tadi Pak Jay telfon, katanya ban mobilnya bocor. Iyah gapapa kok Bun."
"Syukurlah, oh iyah Refan makasih yah udah bantuin anak Tante," ucap Salma kepada Refan.
__ADS_1
"Ah iyah sama-sama Tante," sahut Refan.
"Ya udah sekarang kamu ajak Refan duduk dulu dan obatin lukanya. Bunda mau bikij di minum dulu," ujar Salma yang di angguki oleh Putrinya.
Salma pun berlalu pergi menuju dapur. Sedangkan Salsa menyuruh Refan untuk duduk terlebih dahulu. Ia mengambil kotak P3k dan segera mengobati wajah Pria itu yang terluka bekas pukulan tadi.
"Mmm, maaf yah. Kalau sakit bilang aja," ucap Salsa sambil mengobati lukanya.
Refan hanya tersenyum tipis, namun tidak di dalam hatinya yang tersenyum penuh kemenangan.
"Ekhem ... Tumben bawa cowok ke rumah? Biasanya gak pernah tuh. Jangankan cowok, cewek aja gak pernah!" sindir Gibran yang sedang berdiri di anak tangga sambil menyenderkan punggungnya di dinding dan melipat kedua tangannya di dada. Yang membuat Salsa dan Refan langsung menoleh ke arahnya.
"Maaf sapa yah?!" tanya Gibran seperti tidak suka kepada Refan sambil berjalan menghampiri mereka.
"Kenalin Refan, temennya Salsa sekaligus calon pacarnya!" jawab Refan sambil mengulurkan tangannya ke arah Gibran. Sedangkan Salsa sangat terkejut dengan jawabannya.
"Ngarep lu!" ketus Gibran tidak membalas uluran tangannya, ia malah memilih duduk tangan melepaskan tangannya yang masih setia ia lipat di atas dada.
'Kurang ajar banget nih bocah!' umpat Refan dalam hati.
"Sejak kapan Kakak tidak sedingin dan secuek biasanya?" sindir Refan sambil menatap mereka malas.
"Kamu ini kenapa sih?" tanya Salsa heran.
"Gapapa," jawab Gibran singkat, lalu ia memilih asyik memainkan ponselnya.
"Ada-ada aja," gumamn Salsa. "Eh Refan maafin Adek aku yah, dia memang kayak gitu."
"Iyah gapapa, santai aja," sahut Refan sambil tersenyum tipis. Namun diam-diam ia melirik Gibran dengan tatapan tajam.
"Apa Lo lihat-lihat? Gak suka sama gue?!" tanya Gibran sambil memutar bola matanya malas.
"Gibran kamu apa-apaan sih? Bunda gak pernah lho ajarin kamu jadi gak sopan kayak gini! Minta maaf sekarang sama Refan!" pinta Salma tegas yang baru saja datang membawa minuman dan cemilan.
"Hmm, maaf! Udah kan? Kalau gitu Gibran ke kamar dulu!" ucap Gibran ketus yang langsung berlalu pergi meninggalkan mereka bertiga.
"Gibran!!!"
__ADS_1
"Udah Tante gapapa, mungkin dia gak suka sama aku," ucap Refan sambil tersenyum.
"Maaf yah Nak Refan, tante benar-benar merasa gak enak. Sekali lagi tante minta maaf yah," ujar Salma benar-benar merasa tidak enak dengan sifat Putranya tadi.
"Assalamu'alaikum, sayang aku pulang!" teriak Jaka sambil berjalan masuk ke dalam.
"Wa'alaikumsalam, eh kalian lanjutkan saja ngobrolnya yah," pinta Salma yang di angguki oleh Salsa dan Refan. Ia pun berlalu pergi untuk menghampiri suaminya.
"Tumben udah pulang?" tanya Salma sambil menyalami tangan suaminya.
"Emang biasanya pulang jam berapa? Emang jam segini kan?" balas Jaka.
"Hmmm."
"Kenapa mukanya di tekuk gitu? Gak biasanya?" tanya Jaka sambil mencubit gemas pipi istrinya.
"Ih sakit! Anak kamu tuh, masa dia gak sopan sama temen Kakaknya!" adu Salma.
"Sapa? Gibran? Emang temen Kakaknya yang mana? Perasaan Salsa gak pernah bawa temennya ke rumah deh," tanya Jaka bingung.
"Iyah aku juga bingung. Mau lihat gak temennya? Dari tadi aku perhatiin berasa gak asing wajahnya. Kayak mirip seseorang, tapi lupa siapa," ujar Salma yang membuat suaminya penasaran.
"Iyahkah? Siapa sayang? Aku jadi penasaran?" tanya Jaka lagi sambil merangkul mesra pundak istrinya. Dua sejoli itu mulai berjalan menuju ruang tamu.
"Ih lepas ih! Udah tua juga, malu sama anak-anak!"
"Gapapalah, emang yang muda aja yang boleh kayak gini? Yang tua gak boleh gitu?"
"Ekhem, Ayah baru pulang?" tanya Salsa.
Jaka yang lupa dengan niatnya yang ingin menghampiri Putrinya di ruang tamu. Namun karena lupa malah bablas hanya lewat saja, ia langsung menoleh ketika mendengar suara Putrinya.
Jaka terdiam melihat laki-laki yang sedang duduk bersama Putrinya. Ternyata benar kata istrinya tadi, wajahnya benar-benar tidak asing.
>Bersambung.....
Guys aku mau kasih tau, novel ini di tandain end tapi sebenarnya ceritanya masih berlanjut yah. Jadi jangan lupa pantau terus, jangan buang dulu dari Fav. Biar kalau aku up bisa tahu 😄
__ADS_1