
Assalamu'alaikum.
~HAPPY READING~
🐣🐣🐣
Dua Minggu kemudian, Samuel masih saja mengurung Salsa di kamar membuat Salsa merasa bosen. Namun beberapa hari ini Salsa hanya pasrah, ia menjadi pendiam. Tidak seperti dulu yang selalu melawan kepada Sam.
"Kamu harus makan, abis itu minum obat!" pinta Sam, saat ini ia ingin menyuapi Salsa yang sedang sakit. Memang gadis itu sangat susah sekali untuk makan. Karena jarang makan dan selalu banyak pikiran membuatnya sakit.
Salsa menatap Samuel sendu lalu menggeleng lemah, "Aku tidak mau makan, aku hanya ingin pulang. Aku takut Ayah sama Bundaku khawatir," ucapnya pelan.
Samuel menghela nafas, sebenarnya ia tidak mau terus-terusan mengurung gadis yang tidak tau apa-apa itu. Ia juga merasa kasihan, karena dirinya gadis itu sampai sakit-sakitan begitu.
"Kau makan dulu yah biar cepat sembuh, aku janji tidak akan lama lagi akan melepaskanmu. Aku tidak akan mengurungmu lagi seperti ini," ujar Sam lembut, memang beberapa hari ini ia selalu menahan emosinya jika gadis itu membuatnya kesal. Gak tau kenapa baru saja dua Minggu mereka tinggal bersama, Sam merasa nyaman jika dekat dengannya.
"Kamu gak berbohong kan?" tanya Salsa sambil menatap wajah Samuel.
Pria itu mengangguk, "Iyah, aku janji akan mengeluarkanmu dari tempat ini. Tapi sekarang kamu makan dulu yah?"
Salsa mengangguk, ia mulai membuka mulutnya saat Samuel menyuapinya. Sedangkan Pria itu menatap wajah Salsa sambil tersenyum tipis.
__ADS_1
'Kenapa gue peduli gini yah sama dia? Kenapa juga hanya ke dia gue bisa lembut?' batin Sam terheran-heran.
"Sudah kenyang," ucap Salsa sambil menjauhkan sesendok bubur yang Sam sodorkan ke mulutnya.
"Gimana kenyangnya? Kau makan baru tiga suap," ujar Samuel yang memang benar Salsa makan hanya tiga suap.
"Aku tidak nafsu makan," sahut Salsa.
"Huftt, ya sudah sekarang minum obat," Sam menaruh mangkuk bubur yang di pegangnya di atas nakas. Lalu ia mengambil air putih dan juga obat.
Salsa menggeleng cepat, "Aku tidak mau minum obat!" tolaknya.
"Kau tidak akan sembuh jika seperti ini!"
Tanpa ba-bi-bu Samuel langsung memasukkan obat yang ia pegang ke mulutnya dan ...
Cup!
Salsa membelalakkan matanya saat bibir Pria itu menempel di bibirnya. Ia melongo yang membuat Sam dengan mudah memasukkan obat tersebut.
'Ci-ciuman pertamaku?!'
__ADS_1
"Apa ini yang kau mau? Minum obat dengan cara berbeda. Apa obatnya menjadi manis? Tidak pahit lagi kan?" tanya Sam sambil menggoda Salsa yang masih bengong tak percaya.
"A-apa yang kamu katakan? I-ini sangat pahit. Mana air? Cepet air, ini sangat pahit!" ucap Salsa salting sambil mengambil air yang di pegang Sam.
Samuel hanya tersenyum melihat gadis itu, "Aku yakin sepertinya kau akan cepet sembuh jika minum obatnya seperti itu," godanya.
"Berisik, apa yang kau katakan?! Gara-garamu bibirku sudah tidak perawan lagi! Kalau sampai Ayahku tau pasti dia sangat marah! Kau memang laki-laki br3ngs3k!"
"Kau jangan marah-marah lagi, aku minta maaf. Mending sekarang kau istirahat," ujar Sam tanpa sadar mengucapkan kata maaf.
Salsa hanya menurut, ia tidak mau berdebat karena merasa sangat lelah. Setelah gadis itu benar-benar tertidur Sam menyelimutinya sebelum ia berlalu pergi.
"Tidur yang nyenyak, maaf karena ku kau jadi seperti ini," gummannya sambil menatap wajah Salsa dan setelah itu ia mulai berjalan menuju pintu.
Samuel menutup pintu itu dengan pelan. Namun tiba-tiba ada seseorang yang memanggilnya.
"Abang!"
Sam menoleh dengan perlahan untuk melihat siapa yang datang. Terlihatlah seorang wanita paruh baya yang tidak begitu tua sedang duduk di kursi roda dan bersama seorang gadis yang sedang berdiri di belakangnya.
Samuel kaget melihat kedua orang yang ada di depannya itu. Ia menatap tajam gadis yang sedang berdiri di belakang kursi roda dengan marah. Dan sebelum akhirnya ia mulai berjalan menghampirinya.
__ADS_1
>Bersambung ....