Suamiku Anak Pembantu

Suamiku Anak Pembantu
S2~ Episode 124


__ADS_3

Assalamu'alaikum.


~HAPPY READING~


🐣🐣🐣


Beberapa hari kemudian ....


Kini Jaka telah membawa anak dan istrinya pindah ke luar negeri. Ia juga sudah membawa Salsa ke rumah sakit elite yang ada di sana. Memang pengobatannya lebih bagus daripada sebelumnya.


"Sayang ayo dong bangun ... Kamu gak kangen apa sama Bunda? Udah lama Bunda gak lihat kamu, dan sekarang Bunda lihat kamu malah terbaring lemah seperti ini. Apa kamu tahu, melihat kamu seperti ini. Hati Bunda sakit! Sangat sakit sayang, hikss ... Kapan kamu sadar? Bunda janji setelah kamu sadar bakal turutin apa mau kamu," rilih Salma sambil terisak menggenggam tangan Putrinya. Saat ini ia sedang sendirian di ruangan Salsa, memang suami dan Putranya sedang ada urusan.


Cklek!


"Assalamu'alaikum, Bunda!"


"Wa'alaikumsalam, Sayang kalian abis darimana?" tanya Salma sambil mengusap air matanya.


Mereka langsung menghampiri Bundanya dengan Jaka membawa kue bolu dan Gibran membawa sebuket bunga. Salma mengerutkan keningnya heran.

__ADS_1


"Buat siapa?" tanya Salma bingung menatap angka 20 di kuenya. Ia yakin pasti bukan untuknya, karena memang hari ini bukan hari ulang tahunnya.


"Kamu gak ingat hari ini hari apa?" Salma semakin mengerutkan keningnya heran.


"Hari ini hari ulang tahun Salsa yang ke dua puluh tahun sayang," ucap Jaka yang membuat Salma langsung terdiam dan menoleh ke arah Salsa.


Ia menatap Putrinya sendu dan tak terasa air matanya kembali menetes. Ia baru ingat jika Salsa sekarang ulang tahun, sedangkan keadaannya masih belum sadar. Jika saja Salsa tidak seperti ini, pasti mereka sekarang sedang bahagia merayakan ulang tahunnya.


Jaka merangkul pundak istrinya dan mengelus-elusnya lembut, "Sssttt sayang, udah jangan nangis lagi yah," ucapnya sambil tersenyum tipis lalu menghapus air mata istrinya.


"Sekarang kita nyanyikan lagu ulang tahun bareng-bareng yah. Semoga saja Salsa bangun," ajak Jaka yang di angguki oleh Salma dan Gibran.


"Selamat ulang tahun sayang, kita selalu mendoakan yang terbaik untukmu!"


"Selamat ulang tahun Kakak! Gibran harap Kakak cepet sadar!" ucap Gibran sambil menundukkan wajahnya sedih.


"Kapan kamu bangun, sayang? Apa kamu lupa ini hari apa? Hari ini adalah hari ulang tahunmu sayang. Tidak terasa umurmu sudah menginjak dua puluh tahun. Putri Bunda semakin dewasa, apa kamu tidak ingin merayakan ulang tahunmu bersama kita? Apa di hari spesial kamu akan terus seperti ini? Ayolah sayang, bangun ..." ujar Salma terus-terusan mengajak ngobrol Putrinya. Ia kembali menundukkan kepalanya sambil menutup wajahnya yang basah karena tetesan air matanya, ia benar-benar tidak bisa membendung air matanya lagi.


"Eh sayang, tangan Salsa gerak!" ucap Jaka yang membuat Gibran dan Salma langsung menoleh ke arah Salsa.

__ADS_1


Memang benar jari-jemari Salsa mulai bergerak, dan tidak lama kemudian ia mulai membuka matanya dengan perlahan.


"Sayang kamu udah bangun?!"


"Nak, kamu udah sadar?!"


"Kak Salsa?! Syukurlah Kakak udah sadar!"


Tanya mereka serempak yang membuat Salsa menatapnya heran, "A-air ..." pintanya dengan suara tercekat.


Sontak Salma langsung mengambil air di atas nakas dan langsung memberikannya kepada Salsa, "Ini di minum dulu sayang."


Setelah selesai, Salsa menatap ketiga orang tersebut lalu menatap keselilingnya heran.


"A-aku d-dimana?" tanyannya bingung.


>Bersambung ....


Sorry baru up, keasyikan baca Chat story jadi males up. Kagak ada waktu juga;v

__ADS_1


__ADS_2