
Assalamu'alaikum.
~HAPPY READING~
🐣🐣🐣
Sam berbalik dan melangkahkan kakinya menuju mobilnya berniat untuk pulang. Sedangkan Salsa yang masih di peluk Refan mencoba untuk melepaskan pelukannya.
'Kak Sam?' gumamnya dalam hati tidak sengaja melihat laki-laki yang tidak asing baginya.
'Ngapain dia di sini? A-apa dia melihatku?' tanyannya karena takut Sam akan melihatnya dan terjadi kesalahpahaman.
Dengan cepat Salsa melepaskan pelukannya, namun kali ini ia sedikit mendorong tubuh Refan.
"R-refan ..."
"Ah maaf, aku tadi begitu senang. Jadi tidak sengaja memelukmu," ucap Refan setelah melepaskan pelukannya.
"Tapi seharusnya kamu jangan seperti itu juga. Kita bukan muhrim," ujar Salsa.
"Iyah sekali lagi aku minta maaf. Oh iyah bagaimana kabar kamu? Kemana aja kamu selama ini?" tanya Refan.
Bukannya menjawab Salsa malah celingak-celinguk menoleh ke belakang, kanan dan kiri. Dia takut Pria itu masih mengejarnya, ia sangat takut.
"Aku akan jelaskan, kita cari cafe terdekat saja," ujar Salsa. Refan hanya mengangguk dan mereka pun berlalu pergi.
Sedangkan di sisi lain. Sam mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi, ia benar-benar kecewa saat ini.
"Argghhh!!!" meremas setir mobilnya kuat.
Tidak lama mobil yang di kemudikannya pun telah sampai di rumahnya. Ia segera turun dari mobil dan berlalu menuju Kamarnya.
__ADS_1
Setelah sampai di dalam kamar, Sam langsung mengunci pintunya. Ia mengacak-acak rambutnya frustasi dan ...
"Argghhh!!!!!"
Prang ... Prang ...
Sam membanting barang-barang yang ada di kamarnya. Ia mulai menangis frustasi sambil kembali mengacak-acak rambutnya. Namun kali ini ia sedikit menjambaknya.
"Untuk yang kedua kalinya Aku patah hati hikss ..."
Sam terduduk di lantai sambil mengusap wajahnya kasar. Bayangan Salsa sedang berpelukan dengan Pria terus terbayang di pikirannya, "Melihatnya seperti itu, yang pasti rasanya sangat sakit! Lebih sakit daripada tertusuk pisau! Beberapa hari yang lalu dia menolak lamaranku mentah-mentah dan sekarang ... Aku tahu aku dulu memang sangat salah telah menyakitimu. Tapi, apa ini balasanmu?"
***
Kembali di posisi Salsa. Ia masih mengobrol dengan Refan, Pria itu sedari tadi terus mengatakan maaf atas kejadian beberapa tahun silam.
"Aku bilang sudah memaafkanmu, jangan di ungkit-ungkit lagi itu udah masa lalu. Oh iyah kita lanjutkan lain waktu saja yah. Aku duluan lagi ada urusan," ujar Salsa sambil beranjak dari tempat duduknya.
"Terimakasih, tapi tidak perlu. Aku bisa naik taksi, lagian dekat kok. Kalau gitu aku pamit, assalamu'alaikum!" ucap Salsa sambil tersenyum tipis lalu berlalu pergi.
"Kamu masih sama seperti dulu, malah sekarang tambah cantik. Ingin rasanya aku memperjuangkanmu kembali. Tapi apa yang bisa kulakukan, kita ini adalah sepupu," gumman Refan sambil menatap kepergian gadis itu.
"Tapi melihatmu kembali dan sudah memaafkanku. Aku sangat senang banget," gumamnya lagi senang.
Salsa menaiki taksi berniat ke rumah Sam. Sedari tadi ia terus melamun memikirkan Pria yang ada di kamar mandi tadi. Ia takut, ia sangat takut dengan Pria itu.
'Kenapa dia ada di sini? Apa selama beberapa hari ini dia yang selalu menerorku?' tanyanya dalam hati.
Salsa tiba-tiba teringat dengan kejadian beberapa bulan yang lalu, ia menggeleng-gelengkan kepalanya.
'Enggak-enggak ... J-jangan sampai dia berniat melakukan kejadian seperti dulu lagi. Jangan sampai dia melakukan hal seperti dulu lagi!' batinnya sambil terus menggeleng-gelengkan kepalanya dan tak terasa air matanya menetes.
__ADS_1
Salsa menutup wajahnya sambil terus meneteskan air mata, 'Aku takut, aku takut kejadian dulu terulang lagi ...' rilihnya dalam hati.
Salsa terus bergelut dengan pikirinnya, hingga ia tidak mendengar sudah kesekian kalinya Pak supir memanggilnya.
"Non, sudah sampai!" ucap Pak supir lagi sambil yang membuat Salsa tersadar.
"Ah iyah Pak, sudah sampai?" ia dengan cepat langsung menghapus air matanya.
"Non nangis?" tanya Pak supir melihat wajah Salsa yang sedikit memerah.
"T-tidak Pak, tadi aku hanya kelilipan saja. Oh iyah ini Pak uangnya, terimakasih yah. Kembaliannya ambil saja," ujar Salsa yang langsung turun dari mobil.
Ia mulai melangkahkan kakinya menuju sebuah Rumah, "Assalamu'alaikum!" ucapnya sambil memencet bel.
"Wa'alaikumsalam, eh sayang! Ayo sini masuk," ternyata yang membukakan pintu adalah Mamahnya Sam.
"Tidak usah Tante, aku tunggu di sini saja. Kak Sam nya ada?" sahut Salsa lembut.
"Ayo udah masuk dulu, nanti Tante nyuruh Bibi buat panggilin Sam nya," pinta Lia dan di angguki oleh Salsa. Gadis itu hanya menurut dan ia masuk sambil membantu Lia mendorong kursi rodanya.
"Bibi!!" panggil Lia kepada pembantunya setelah sampai di ruang tamu.
"Iyah Nyonya?"
"Tolong panggilin Sam, bilang aja ada Salsa," pintanya.
"Baik Nyonya," ucapnya sambil membungkuk.
Bi inem pembantu di sana pun berlalu pergi menuju kamar Sam. Beberapa kali ia mengetuk pintu anak majikannya tidak ada sahutan sama sekali. Tidak seperti biasanya Sam seperti itu, biasanya ia akan langsung menyahut dan membukakan pintu jika memanggilnya. Namun Bi Inem tidak menyerah, ia terus mengetuknya.
>Bersambung ...
__ADS_1
Maaf baru bisa up, segini dulu yah. Mau di lanjut keburu ada tugas;)