Suamiku Anak Pembantu

Suamiku Anak Pembantu
Episode 70 (Ekstra Part 1)


__ADS_3

Assalamu'alaikum.


~HAPPY READING~


🐣🐣🐣


"Oek ... Oek ..."


"Sal, Salsa nangis terus tuh!" ucap Jaka yang masih fokus dengan pekerjaannya.


Walaupun hari ini hari Minggu yang bertanda hari libur. Tetapi ia tetap mengerjakan tugas kantornya di rumah.


"Iyah ini juga udah di kasih susu tapi gak mau, biasanya kalau nangis dia laper. Pengen minta susu," sahut Salma sambil berusaha menenangkan putrinya.


"Oek ... Oek ... Oek ..."


"Ayo dong sayang di minum susunya, abis ini kamu tidur yah. Bunda mohon, masih ada banyak pekerjaan yang harus Bunda kerjakan," bujuk Salma.


Jaka menaruh pekerjaannya di atas sofa. Lalu ia berjalan menghampiri istri dan anaknya yang sedang duduk di tepi ranjang.


"Jangan di paksa kayak gitu! Kamu mau nanti bibir Salsa luka? Dia kan masih kecil, sini biar aku gendong!" ujar Jaka yang melihat istrinya sedang memaksa putri untuk meminum susu botol. Padahal sudah jelas putrinya tidak mau, tapi masih aja di paksa untuk minum. Jaka langsung mengambil alih Salsa ke gendongannya.


"Cup-cup-cup ... Putri Ayah sayang yang paling cantik. Kenapa hmm? Gak boleh nangis lagi yah sayang, nanti jelek lho," ujar Jaka mencoba menenangkan yang membuat tangis anaknya langsung berhenti.


Jaka dan Salma tersenyum senang, namun tak lama baby Salsa kembali nangis lagi. Salma yang pusing malah ngomel-ngomel.


"Oek ... Oek ..."


"Aduh Salsa kamu kenapa sih rewel banget. Bunda pusing tau gak dengernya! Di kasih susu gak mau, dan sekarang tetap aja nangis. Maunya apa sih?" gerutu Salma kesal.


"Kamu apa-apaan sih Sal? Namanya juga anak kecil, ya maklumlah. Lagian kamu jangan sering mengomelinya, Salsa masih kecil kasihan. Mending sekarang coba kasih asi deh," kali ini gantian Jaka yang mengomeli istrinya.


"Udah aku bilang Salsa gak mau, kamu lihat sendiri kan tadi dia nolak terus?" sahut Salma.


"Maksud kamu kasih asi kamu, siapa tahu dia mau asi Ibunya. Lagian kan Salsa masih kecil, ngapain juga kamu kasih asi botol?" ujarnya sambil memberikan Salsa kepada istrinya.

__ADS_1


"T-api kan---"


"Udah coba aja dulu!" pinta Jaka dan dengan ragu Salma mulai menyingkapkan bajunya berniat untuk menyusui anaknya.


Dan benar saja, baby Salsa langsung diam setelah Salma berhasil memberikan ASI-nya. "Tuh kan langsung diam! Lagian siapa sih yang nyuruh kamu kasih Salsa susu botol? Salsa kan masih kecil," tutur Jaka.


"Ya aku, biar gampang aja," jawab Salma dengan watadosnya.


"Lain kali jangan di kasih lagi, kasih Asi kamu! Kalau Asi kamu gak adaan baru boleh, ini mah Asi banyak kayak gitu tuh lihat," omel Jaka.


"Ih udah ah malu, mending sana lanjutin aja kerjanya. Aku mau nidurin Salsa dulu," ucap Salma sambil menyuruh Jaka untuk pergi melanjutkan pekerjaannya. Karena merasa risih sedari tadi suaminya terus saja menatap buah dadanya.


"Gapapa lain kali aja pekerjaan mah. Lagian hari ini kan hari weekend, jadi santai aja," sahut Jaka sambil mengelus-elus dan menyelipkan anak rambut istrinya yang menutupi wajah cantiknya.


"Hmm, Salsanya udah tidur ternyata. Ya udah kamu tunggu sini bentar yah, aku mau siapin makan siang dulu. Mau makan di ruang makan atau aku bawa ke sini aja? Siapa tahu kamu lagi males," ujar Salma sambil beranjak dari ranjang setelah selesai menidurkan Salsa.


"Iyah makan di sini aja aku lagi mager," jawab Jaka.


"Ya udah tunggu bentar yah, jagain Salsanya. Jangan di gangguin, awas aja kalau dia bangun!" ucapnya sambil menatap tajam.



"Lucu banget sih anak Ayah, jadi gemas deh pengen makan!" gemas Jaka sambil terus menoel-noel pipi putrinya.


Tak lama baby Salsa pun terbangun, ie menatap wajah tampan Ayahnya bingung sambil mengemili jari-jari tangannya ia masukkan ke dalam mulut.


"Eh anak Ayah akhirnya bangun. Gitu dong sayang jangan tidur mulu bosen, ini kan hari weekend. Ayah juga ingin main sama kamu, masa kamu malah tidur sih?" ujar Jaka mengajak ngobrol anaknya sambil sesekali menciumi pipi manisnya.


Salsa tertawa kecil sambil menepuk-nepukkan tangannya antusias. Ya walaupun dia tidak mengerti apa yang Ayahnya katakan.


"Eh anak Ayah senyumnya manis banget sih. Jadi makin gemas deh, Ayah gigit nih ..." Jaka menggesek-gesekkan pelan hidungnya ke hidung putrinya. Yang membuat Salsa langsung tertawa senang sambil menggerak-gerakkan tangannya memukul-mukul wajah Jaka.


"Ih Jaka kok Salsa bangun sih? Pasti kamu yang bangunin yah? Tadi kan udah aku bilang jangan di gangguin Salsanya. Kebiasaan banget sih, gak tau apa nidurinnya ausah!" omel Salma sambil menaruh kasar nampan berisi sepiring nasi dan segelas air putih di atas nakas.


"Gak nangis inih, malah senang tuh Salsanya. Dia mau ketawa," sahut Jaka.

__ADS_1


"Ya sekarang gak rewel, nanti bentar lagi juga re--"


"Oek ... Oek ... Oek ..."


"Tuh kan apa aku bilang, tanggung jawab kamu!" gerutu Salma sambil mengambil anaknya berniat untuk memberinya Asi.


Namun kini Salsa malah menolaknya. Ia tidak mau minum Asi Salma sendiri dan malah menangis semakin kencang.


"Kok gak mau sih sayang? Tadi aja kamu mau," ucap Salma sambil terus berusaha memberikan Asi kepada Salsa. Namun semakin ia memaksa justru malah membuat Salsa semakin kencang menangis dan tidak mau berhenti.


"Kamu kenapa sih sayang? Ayo dong jangan rewel lagi, Bunda capek sayang mau istirahat. Semalam Bunda gak bisa tidur karena kamu yang rewel, terus sekarang juga malah rewel lagi. Kapan kamu mau biarin Bunda untuk istirahat sebentar saja," rilih Salma dan tak terasa air matanya lolos membasahi pipi mulusnya. Karena merasa capek dan di tambah lagi anaknya yang rewel.


"Maaf yah gara-gara aku malah jadi ngerepotin kamu. Harusnya sekarang kamu udah tenang bisa istirahat karena Salsa udah tidur. Tapi justru malah buat kamu pusing karena aku mengganggunya tadi," ucap Jaka merasa tidak enak.


"Di coba aja dulu pelan-pelan jangan marah-marah terus siapa tahu Salsanya mau minum Asi dan dia tidur lagi," lanjutnya yang hanya di turuti oleh Salma. Dan benar Salsa mau minum Asi dan kembali tidur.


"Salsanya udah tidur lagi tuh. Kamu udah makan?" Salma menggeleng.


"Kenapa? Harusnya sebelum apa-apa itu kamu pentingin dulu diri kamu. Makan dulu yah aku suapin?" ujar Jaka.


"Gak sempet tadi, tapi sekarang udah gak mau. Gak laper," sahut Salma.


"Pokoknya perut kamu harus terisi, ayo makan dulu ini," ucap Jaka sambil meraih sepiring nasi di atas nakas dan berniat untuk menyuapi istrinya.


Salma hanya menurut, akhirnya ia mau ikut makan sepiring berdua bersama suaminya dengan Jaka yang menyuapinya. Karena memang Salsa masih tidur di pangkuannya sambil masih minum ASI-nya.


"Udah ah kenyang," ucap Salma.


"Ya udah sekarang kamu istirahat aja yah, tidurin Salsanya di kasur. Entar malah pegel lho," ujar Jaka yang di turuti oleh Salma.


Wanita itu dengan pelan manaruh putrinya di kasur, lalu ia ikutin tidur di sampingnya karena memang sangat lelah ingin istirahat.


Jaka menatap kedua perempuan yang sangat berharga baginya. Ia mengelus-elus puncak kepala istrinya lembut, "Sebenarnya aku juga kasihan lihat kamu kelelahan seperti ini. Maafin aku yah soal yang tadi, dan maaf juga aku belum bisa menjadi suami yang baik buat kamu. I Love you, sayang ... Aku akan terus berusaha membahagiakan kamu dan juga anak kita. Kalian memang perempuan terhebat yang ku punya," Jaka mengecup kening istrinya lalu beralih ke kening baby-nya juga.


Karena merasa ngantuk, ia pun memilih untuk ikut tidur bersama istri dan anaknya.

__ADS_1


>Bersambung .....


__ADS_2