
Assalamualaikum.
~HAPPY READING~
🐣🐣🐣
Setelah berdebat hal tidak masuk akal tadi dengan Pak Mamat. Jaka pun kembali ke kamarnya, dengan ragu ia membuka pintu kamar sangat hati-hati.
Dan tampaklah istri cantiknya yang sedang tertidur dengan kaki berada di atas kasur dan kepala berada di bawah.
"Astagfirullah," ucap Jaka terkejut melihat posisi tidur istrinya, di tambah selimut yang tergeletak di bawah.
Tanpa berpikir Jaka pun mulai melangkahkan kaki menuju ranjang berniat untuk membenarkan posisi tidur Salma. Dengan sangat hati-hati ia berusaha membenarkannya, dan sampai akhirnya berhasil.
Tanpa sadar Jaka terus memandang wajah cantik istrinya, "Cantik," gumam Jaka pelan.
"Ih apaan sih, memang iyah sih dia cantik. Tapi sayangnya galak," ucap Jaka menyingkirkan pikirannya.
Ia mengambil selimut yang tergeletak di bawah dan memakaikannya untuk menutupi tubuh mungil istrinya agar tidak kedinginan. Namun, tiba-tiba Salma menarik tangannya yang membuat Jaka terkejut dan langsung jatuh ke atas tubuh Salma. Tanpa di sengaja bibir Jaka menempel di benda kenyal bewarna merah jambu milik Salma yang tipis dan terlihat seksi. Ternyata itu adalah bibir manis Salma yang tidak sengaja menempel dengan bibirnya.
Mata Jaka membulat sempurna, tidak menyangka ternyata ada juga yang mau berkenalan dengan bibirnya yang sudah dua puluh lima tahun ia jaga. Karena tidak ingin Salma terbangun, ia pun langsung menjauhkan dirinya dari tubuh Salma.
Jaka menghela nafas lega sambil mengusap-usap dadanya. Terdengar jantung Jaka yang berdebar kencang tidak karuan, sepertinya sedang lari maraton.
"Bibir saya... Bibir saya udah gak perawan lagi," rilih Jaka sambil menyentuh bibirnya yang baru saja berkenalan dengan bibir Salma.
Tidak mau memikirkan lagi ia memilih untuk tidur. Namun, sebelum tidur tidak lupa Jaka pergi ke kamar mandi terlebih dahulu.
"Buset dah ini kamar mandi atau kolam renang. Gede banget, inimah gedenya melebihi kamar saya. Hmmm ini pasti mahal nih, kacanya kinclong bat dah. WC nya juga enak kalau mau berak tinggal duduk, lah di kampung kalau mau berak harus jongkok di irigasi. Kagak tenang lagi takut di lihat orang," dumel Jaka sambil membanding-bandingkan barang-barang yang ada di kamar mandi tersebut.
Karena merasa ngantuk Jaka pun kembali ke niat awalnya yang ingin mencuci muka dan juga gosok Gigi.
Usai melakukan ritualnya di kamar mandi ia kembali masuk ke kamar dan langsung merebahkan tubuhnya di sofa. Dengan perlahan Jaka pun telah masuk ke alam mimpi.
Namun, tidak dengan Salma yang tiba-tiba terbangun. Ia langsung terduduk dengan muka yang terlihat bingung.
__ADS_1
"Masa iyah sih tadi mimpi? Tapi kayak nyata deh," tanya Salma bermonolog sambil terus memikirkan mimpinya yang seperti nyata.
"Hah? Tadi perasaan posisi tidurku bukan begini? Ini juga perasaan tadi aku gak pake selimut?" tanya Salma semakin heran melihat posisi tidurnya yang berbeda.
Salma menatap sekeliling kamarnya dan pandangannya terhenti menemukan Pria yang sedang tertidur di sofa. Melihat itu Salma langsung beranjak dari ranjang dan mulai berjalan menuju sofa untuk menghampirinya.
Tampaklah Pria kampung yang sedang tertidur di sofa dengan keadaan tubuh yang menggigil karena kedinginan. Di tambah ia tidak memakai selimut dan hanya mengenakan celana color pendek. Apalagi pria itu yang belum terbiasa memakai AC, karena baru pertama kalinya ia tertidur dengan suhu dingin.
Walaupun sudah satu Minggu Jaka tinggal di sana, tapi di kamar sebelumnya ia tidak menggunakan AC karena Jaka sengaja meminta kepada Pak Alexander agar memberikan kamar sederhana tanpa AC.
"Duh, kasihan sekali. Sepertinya dia kedinginan," rilih Salma merasa tidak tega.
Karena tidak mau Jaka sakit karena kedinginan, ia pun mengambil selimut dari lemari dan memakaikannya kepada Jaka, "Walau gimana pun juga dia suamiku, aku tak boleh setega itu sama dia. Mulai sekarang aku harus terima dia apa adanya dan belajar menjadi istri yang baik untuknya. Aku harus belajar menerima semuanya, mungkin ini sudah takdirku menikah dengan cowok kampung seperti dia," kata Salma sambil berjongkok tepat di hadapan wajah Jaka.
Ia memandang wajah pria itu sampai ia tidak berkedip karena terpesona dengan ketampanannya, "Hhmm kalau lagi tidur tampan juga," gumman Salma.
"Salma-Salma ... Lo kenapa sih?" tanya Salma kepada dirinya sendiri.
"Auk ah," ia pun beranjak menuju ranjang berniat untuk kembali tidur.
Pagi menjelang, terdengar suara adzan subuh berkumandang yang saling menyahut di setiap mesjid. Jaka terbangun dari tidurnya, ia menguap sambil mengucek-ngucek matanya.
Dengan perlahan Jaka membuka matanya. Dan seketika wajahnya berubah menjadi bingung melihat ada selimut yang menutupi tubuhnya. Ia mengernyitkan dahinya heran, lalu beralih menatap Salma yang sedang tertidur pulas.
Tidak mau pusing Jaka pun memilih untuk segera membersihkan diri, ia beranjak dari sofa. Lalu berjalan menuju kamar mandi dan tidak lupa sebelum masuk ke dalam, ia menghampiri dulu tasnya untuk mengambil baju ganti.
Sekitar lima belas menit kemudian. Jaka keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang sudah rapi. Lalu ia berjalan menuju ranjang berniat untuk membangunkan istrinya. Mengajaknya shalat subuh berjamaah.
"Salma, bangun yuk! Shalat subuh," ucap Jaka lembut.
"Ih apaan sih, berisik! Ganggu orang tidur aja!" gerutu Salma kesal.
"Ayo bangun shalat subuh dulu, nanti setelah selesai shalat kalau mau tidur lagi juga gapapa kok, gak ada yang larang!" ujar Jaka masih berusaha membangunkan istrinya.
"Iyah-iyah, ya elah!" sahut Salma dan ia pun mengubah posisinya menjadi duduk sambil membuka matanya secara perlahan. Dan ...
__ADS_1
'What's, ganteng banget ...' batin Salma yang terpana melihat Jaka yang sudah rapi memakai pakaian kokonya.
"Hei, malah melamun. Bukannya mandi terus siap-siap," Jaka melambai-lambai tangannya di depan wajah Salma yang membuat wanita cantik itu tersadar dari lamunannya.
"Eh, iyah-iyah ini juga mau mandi," ucap Salma yang langsung beranjak menuju kamar mandi.
Sekitar dua puluh lima menit kemudian. Salma masih sibuk dengan ritualnya di kamar mandi dan dengan setianya Jaka menunggu Salma di sofa.
"Huh lama banget sih," gerutu Jaka kesal dan tidak lama terdengar suara teriakan Salma memanggil namanya.
"Jaka boleh minta tolong gak?! Tolong ambiliin handuk di lemari!" teriak Salma di dalam kamar mandi.
Jaka hanya menghela nafas lalu mengambil apa yang Salma katakan, "Ini, buka pintunya!" teriak Jaka setelah ia berada di depan kamar mandi dengan barang yang istrinya butuhkan.
Salma pun mulai membuka pintunya sedikit, ia memberi celah agar Jaka bisa memberikan handuknya.
"Makasih," ucap Salma setelah menerima apa yang ia butuhkan.
"Hmm," Jaka kembali duduk di sofa, karena jenuh ia memilih sholawatan.
Cklek!
Tiba-tiba terdengar suara pintu kamar mandi di buka dan keluarlah Salma yang hanya memakai handuk mini. Jaka yang melihat itu semakin menurunkan suaranya yang sedang bersholawat, ia melotot sambil menelan salivanya dengan susah payah.
Sedangkan Salma hanya cuek, ia mengambil baju lalu kembali masuk ke dalam kamar mandi.
"Astagfirullah, godaan macam apa ini. Menggoda iman, " ucap Jaka yang baru tersadar sambil mengusap wajahnya.
"Ayok," ajak Salma yang sudah bersiap untuk melaksanakan shalat subuh bersama.
Jaka hanya mengangguk sambil tersenyum melihat wajah cantik istrinya yang sudah rapi mengenakan mukena. Dan mereka pun langsung melaksanakan shalat subuh berjamaah. Usai shalat dengan ragunya Salma mencium punggung tangan pria kampung yang kini telah menjadi suaminya.
>Bersambung...
You know lah?
__ADS_1
...See you guys ❤️...