Suamiku Anak Pembantu

Suamiku Anak Pembantu
S2~Episode 170


__ADS_3

Holla guys welcome back 👋 Buat yang lupa sama kelanjutannya kalian baca lagi dari episode-episode sebelumnya yah. Kalau yg mau aja, makasih 🤗




Kini Refan dan Aqila sedang di dalam perjalanan menuju kediaman Alexander. Memang sebelumnya Aqila sempat menelfon Mamahnya dan menanyakan keberadaannya.



Tak lama mereka pun telah sampai di kediaman Alexander. Refan turun dari mobil lalu membukakan pintu untuk Aqila yang sedari tadi hanya terdiam memikirkan sesuatu. Saat ini ia sangat takut berhadapan dengan kedua orang tuanya dan Abangnya, pasti mereka akan sangat kecewa dengannya.



"Ayo turun," ucap Refan lembut, "Hei kamu kenapa? Ayo turun kita udah sampai!"



Aqila menoleh lalu menatap Pria yang telah mengambil kesuciannya dengan wajah sendu, "Aku takut," rilihnya.



Refan menggenggam tangan Aqila sambil mengelus-elus punggung tangannya lembut, "Kamu tenang aja yah. Aku yang akan bicara kepada orang tuamu. Aku akan tanggung jawab atas semua perbuatanku kepadamu," ujarnya yang membuat Aqila kembali menatapnya dan tak terasa air matanya mulai menetes.



"Udah jangan nangis yah, ayo kita turun!" Refan menuntut Aqila untuk turun dari mobil dan berjalan beriringan sambil menggandeng tangan wanita itu masuk ke dalam kediaman keluarga Alexander.



"Assalamu'alaikum."



"Wa'alaikumsalam," terlihatlah Lia Mamahnya Aqila yang membukakan pintu. Ia tahu pasti yang datang Putrinya karena sempat menghubunginya tadi, "Sayang kamu darimana aja sih? Kenapa semalam gak ada di acara Abang kamu? Kamu kemana aja? Mamah sama Papah khawatir tahu kamu tiba-tiba hilang!"



"Aku baik-baik aja Mah," rilih Aqila sambil menatap Mamahnya sendu dan tiba-tiba saja ia langsung berhambur memeluk tubuh Mamahnya sambil terisak.



"Mamah hikss ... Hikss ... Maafin aku Mah hiks ..." Aqila terisak di dalam pelukan Mamahnya.



"Hei, kamu kenapa sayang? Ada apa?" tanya Lia khawatir sambil mengelus rambut Putri bungsunya lembut, "Kita masuk dulu yuk!" ucapnya sambil meregangkan pelukannya dan mengusap air mata Putrinya.



"Eh ini siapa?" tanya Lia yang baru sadar ternyata Aqila datang dengan seorang Pria.



"Hallo Tante," sapa Refan sambil tersenyum ramah.



"Hai, kita masuk dulu yuk nanti kamu jelasin di dalam. Gak enak ngobrol di luar gini," ajak Mamahnya yang hanya di angguki oleh mereka.



Di ruang keluarga Alexander, hanya ada keheningan di antara mereka. Aqila juga tidak berani mengatakan semuanya karena ini juga bukan di kediamannya, melainkan di rumah Kakak iparnya.



"Sayang, apa yang ingin kamu katakan? Ayo katakan? Dan siapa laki-laki ini?" tanya Lia memecahkan keheningannya.



"Mah, kita pulang aja yah. Aku akan mengatakannya di rumah nanti," ujar Aqila sambil menundukkan wajahnya.



"Katakan di sini saja sayang. Emang kamu mau katakan apa sih sampai-sampai tidak ingin mengatakannya di sini?" tanya Lia penasaran yang tidak di jawab oleh Putrinya.



"Mmm Tante sebenarnya ... Sebenarnya kita ingin mengatakan ..." Refan menjeda ucapannya karena masih belum berani mengatakan semuanya.



"Ingin mengatakan apa?! Dan siapa kamu?! Apa kamu yang bawa Putriku semalam?!" tanya David yang baru saja datang sambil melipat kedua tangannya menatap Refan tajam. Melihat itu membuat Refan menunduk mengurungkan niatnya yang ingin mengatakan sesuatu kepada orang tua wanita yang semalam ia renggut kesuciannya.



"Mamah, Papah hikss maafin Aqila!" Aqila kembali terisak sambil memeluk kedua kaki Mamahnya, "Maafin Aqila udah buat kalian kecewa hikss ..." ucapnya yang membuat orang tuanya bingung.



David terduduk di samping istrinya sambil menatap Putrinya yang masih berlutut di hadapan Istrinya.



"Bangun sayang, coba sekarang jelasin sebenarnya ada apa?" tanya Lia bingung.



"Hiks m-maafin Aqila ... Maaf Aqila gak bisa jaga diri. Maafin Aqila Mah, Pah," isaknya tak peduli jika mereka bukan berada di rumahnya.



"Apa maksudnya sayang?"



"Aqila udah gak suci lagi, hikss ... Aqila kotor! Maafin Aqila karena gak bisa jaga diri. Aqila udah ngingkarin janji Aqila dulu," ya memang Aqila selalu berjanji akan jaga diri baik-baik dan tidak akan pernah memberikan kehormatannya kepada siapapun sebelum ia menikah. Walaupun itu orang yang dia cintai.



Mendengar membuat David langsung berdiri dari duduknya, "Siapa yang lakuin itu?! Apa dia orangnya?!" tanyanya sambil menunjuk Refan yang sedang menunduk.



"Jawab Aqila!!" bentaknya yang membuat Aqila perlahan mengangguk.



Dengan emosi David menarik kerah baju Refan kasar dan ...

__ADS_1



***Bughh***!



Pukulan keras mendarat di wajah Refan yang membuat darah segar mengalir dari sudut bibirnya.



"Berani-beraninya Lo sentuh Putri kesayangan gue! Lo pasti paksa dia kan?!"



***Bughh***!



***Bughh***!



David benar-benar terlihat sangat emosi. Ia terus membaku hantam Refan hingga babak belur. Refan tak ada niatan melawan sedikit pun karena memang ini salahnya telah mer\*wani anak orang. Lia dan Aqila yang melihat itu terus berusaha mencoba melerai David.



"Pah udah Pah cukup!! Ini di rumah orang, jangan buat keributan!!" bentak Lia mencoba melerai suaminya.



"Dia harus di kasih pelajaran Mah! Berani-beraninya dia ambil kesucian Putri kita gitu aja! Selama ini kita menjaga Aqila dengan sangat baik! Dan dia? Berani sekali merusak semuanya! Bagaimana kalau Aqila hamil Mah? Apa kata orang-orang di luar sana kalau anak kita hamil di luar nikah? Malu kita!!" ujar David sambil melirik tajam ke arah Refan yang terduduk di lantai dengan Aqila yang mencoba membantunya untuk berdiri.



"Siapa yang hamilin Aqila?!" sontak semuanya langsung melihat Sam yang baru saja datang bersama istrinya ketika mendengar Papahnya bilang tentang hamil.



Semuanya terdiam tidak ada yang menjawab, "Siapa?! Apa dia?!" tanya Sam sambil menunjuk Refan yang sudah babak belur.



"A-aqila gak hamil kok Bang. T-tapi ..."



"Tapi belum aja gitu?! Apa dia udah berani sentuh-sentuh kamu?! Hah?!" tanya Sam yang membuat Aqila semakin terisak.



"Kalau gak jawab berarti iyah!" tiba-tiba Sam mendekati Refan dan mulai membaku hantam Pria itu hingga semakin parah.



***Bughh***!



"Kurang ajar!! Dulu Lo beraninya mainin perasaan istri gue!! Dan sekarang Lo beraninya sentuh-sentuh adek gue!! Dasar Pria br3ngs3k!"




"Cukup Kak!!" bentak Salsa.



Sontak Sam langsung menghentikan aksinya, "Kamu belain dia?! Apa kamu masih suka sama dia?!" tanya Sam yang membuat Salsa terdiam tidak menyangka jika suaminya akan berkata seperti itu. Dan tanpa sadar air matanya menetes.



"Aku belain dia bukan berarti aku masih suka sama dia! Apa kamu gak lihat dia udah babak belur gitu? Aku takut kalau dia mati dan Kakak di penjara! Aku cuman takut dan aku benci kekerasan! Mau gimana pun juga Refan tetap saudaraku, dia sepupu aku! Jadi jangan berpikir kalau aku masih suka sama dia!" ujar Salsa lalu pergi begitu saja menuju kamarnya.



"Aku permisi!"



"Honey!" panggil Sam.



"Kejar dia, biar ini jadi urusan kita!" Sam hanya mengangguk lalu ia segera pergi mengejar istrinya.



Sedangkan Refan kondisinya sekarang cukup parah. Bagaimana tidak, ia di pukuli oleh dua orang tanpa melawan sedikit pun.



"Maafin keluargaku! Gara-gara aku kamu jadi babak belur kayak gini hikkss ..." ucap Aqila merasa bersalah.



"Kamu gak salah kok, aku emang pantes dapat ini. Aku emang cowok br3ngs3k," ucap Refan sambil tersenyum tipis.



"Tap--" ucapan Aqila terpotong karena tiba-tiba Pria itu pingsan.



"Hei, bangun! Ayo bangun kumohon!" ia menepuk-nepuk pipinya pelan berusaha agar Pria itu bangun.



"Mah, Pah tolong dia pingsan! Cepat Mah, Pah!" pintanya kepada Mamah Papahnya yang sedari tadi hanya terdiam melihat Putri kesayangannya.



"Biarin aja, ngapain kamu peduli sama cowok br3ngs3k kayak dia?!" ucap Papahnya santai.



"Mah, Pah, harusnya kalian berterimakasih sama dia! Justru dia yang udah nolongin Qila semalam!" Mamah Papahnya mengerutkan keningnya heran.


__ADS_1


"Semalam ada yang menjebak Qila Mah, Pah. Dia kasih obat perangsang ke minuman Qila, dan dia yang udah bantuin Qila. Awalnya dia berusaha menghilangkan efek obat itu, namun dia tidak tahu caranya dan akhirnya kita malah lakuin itu. Dia gak ada niatan sama sekali buat sentuh Qila, tapi Qila yang maksa! Dan sekarang dia ke sini mau tanggung jawab, tapi kalian malah sakitin dia sampe kayak gini! Padahal kita mau bicara baik-baik!" jelas Qila yang membuat kedua orang tuanya terdiam.



"Siapa yang kasih kamu obat perangsang?! Berani-beraninya dia!" David mengepalkan tangannya merasa geram.



"Udah Mas mending sekarang bantuin dulu dia. Bawa ke rumah sakit kamu harus tanggung jawab lho udah buat dia babak belur kayak gitu.



\*\*\*



Kembali lagi ke pasangan pengantin baru. Di dalam sebuah kamar, terlihatlah Salsa yang sedang asyik main hp sambil menyenderkan kepalanya di sandaran sofa tanpa memperdulikan suaminya yang terus meminta maaf.



"Honey, ayo dong maafin aku yah? Yah?Yah?🥺 Kita kan baru nikah masa udah marahan sih, kan gak asyik," bujuk Sam dengan mata berkaca-kaca.



"Aca sayang ... Ayo dong, maafin yah?" rengeknya.



"Aku gak marah kok, cuman sedikit kesel aja kamu tuduh aku kek gitu."



"Maaf yah, janji deh gak akan di ulangi lagi. Tapi maafin aku dulu yah🥺" ucapnya dengan mata masih berkaca-kaca yang membuat Salsa justru malah gemas.



"Promise?"



"Yes, honey!" jawabnya semangat.



"Ya udah aku maafin deh."



"Maaciwww😍" ucapnya yang membuat Salsa melongo.



'*I-ini beneran Kak Sam kan?K-kenapa dia jadi manja gitu sih? Apa ini emang kepribadian sebenernya? Masa mantan seorang mafia manja banget kek gitu kan gak mungkin*'



"Ca," panggil Sam yang kali ini serius.



"Hmm?"



Sam mendongak menatap wajah istrinya, "A-aku mmm boleh gak ambil hakku sekarang?" tanyanya yang membuat Salsa terdiam.



"T-tapi ini kan masih pagi Kak?" elaknya.



"Emang kenapa? Kan sekalian olahraga pagi," ujar Sam sambil tersenyum tipis.



"M-maaf Kak, aku belum siap," lirih Salsa sambil menunduk yang membuat Sam merasa kecewa.



"Hmm, aku ngerti kok. Kapanpun itu aku akan selalu menunggu sampai kamu siap," ucap Sam dengan wajah murung.



'*Padahal aku kepengen banget punya anak dari orang yang sangat kucintai,' batinnya merasa sedih*.



Salsa yang melihat suaminya murung merasa sangat bersalah. '*Aku sudah jadi istrinya dan harusnya ini memang sudah kewajibanku sebagai istri untuk melayani suami*.'



"Mmm Kak ..." Sam menoleh, "Ayo kita buat Dedek gemoy. Aku udah siap," ajak Salsa yang membuat Sam terdiam tak percaya.



"Serius? Aku gak mau maksa kamu lho. Kalau kamu belum siap gapapa aku bakal nunggu sampe kamu siap."



"Aku serius Kak, ayo aku juga udah gak sabar pengen punya Dedek gemoy," ucap Salsa sambil tersenyum malu.



Mendapat lampu hijau membuat Sam tanpa aba-aba langsung menggendong istrinya ala bridal style menuju kasur. Dan mereka pun melakukan malam pertamanya, namun anehnya ini di pagi hari 🤭



\>**Bersambung** ...



**Holla guys ketemu lagi ama aku yuhuuu ... Karena aku gak mau kecewain kalian aku bakal tamatin dulu deh ceritanya mungkin beberapa eps lagi tamat. Gak enak yah kalau di gantung, kek perasanku ke dia gak enak di gantung Mulu wkwkwk\>3**



**Sebenarnya cerita ini kan aku bilang mau di pindahin, tapi padahal sebenarnya ceritanya agak beda nama tokohnya juga beda. Tapi alurnya sedikit sama, dan takutnya bermasalah karena cerita ini udah kontrak di tambah pernah di promoin sama NT nya**.


__ADS_1


**Gak mau basa-basi yang pasti insyaallah ceritanya bakal di tamatin. Kasihan sama readers setia aku sih kalau di gantungin. Tapi buat kalian aku ucapin makasih banyak lho udah mau ikutan ceritanya sampe sejauh ini🥺 Gak nyangka bakal sampe ratusan episode, padahal ini nulis cuman gabut aja awalnya 😭**


__ADS_2