Suamiku Anak Pembantu

Suamiku Anak Pembantu
S2~ Episode 96


__ADS_3

Assalamu'alaikum.


~HAPPY READING~


🐣🐣🐣


Pria yang bernama Samuel itu menatap wajah Salsa yang sudah ada beberapa goresan karena ulahnya. Yang membuat gadis itu pingsan. Sebenarnya ada rasa kasihan di hati kecilnya, namun rasa benci kepada wanita tak bisa mengalahkannya.


Ia beranjak dari jongkoknya, lalu ingin berlalu pergi. Namun tiba-tiba langkahnya terhenti. Pria itu menatap kebelakang sekilas dan di saat ingin melangkahkan kakinya kembali tak tau kenapa sangat berat.


"Argghhh!! Lo gak boleh egois Sam, dia gak tau apa-apa!" tegasnya kepada dirinya sendiri sambil mengacak-acak rambutnya.


Ia berbalik dan kembali berjalan menghampiri Salsa yang masih pingsan. Samuel melepaskan ikatan di kaki dan tangannya. Lalu menggendong gadis itu menuju sebuah kamar yang ada di markasnya.


"Gue ini mafia kejam yang tak kenal ampun. Tapi kenapa sama Lo gue malah peduli," gummannya sambil menatap wajah gadis yang ada di gendongannya.


Setelah sampai di dalam kamar, Sam langsung membaringkan Salsa. Ia mengambil kotak P3k di nakas, lalu mulai mengobati luka gadis itu.

__ADS_1


"Emhhh," Salsa mulai membuka matanya perlahan, ia menatap wajah Sam yang sangat dekat dengan wajahnya.


"Aaaaa!!! Ngapain kamu?! Ahkk!" teriak Salsa sambil mendorong tubuh Sam dengan tangan kanannya, dan langsung duduk. Namun tiba-tiba ia merasakan sakit di wajahnya karena berteriak.


"Berisik!! Udah Lo diem aja! Sini gue obatin!" ucapnya dingin sambil ingin kembali mengobati luka Salsa.


"Gak perlu! Ngapain kamu lukai aku kalau harus kamu obati juga?! Peduli apa kamu?" tolak Salsa namun tidak di pedulikan oleh Samuel. Ia tetap mengobati luka di wajah Salsa.


"Udah gak perlu di obatin!!! Kalau mau tambahin saja lukanya!! Bukannya kamu senengkan?!! Tambahin aja!! Tambahin saja sesuka hatimu!!!" teriak Salsa sambil menepis tangan Pria dihadapannya kasar.


Bayangan Sam yang tadi menyiksanya masih terbayang-bayang di pikirannya. Ia benar-benar bingung, ngapain Pria itu menyakitinya jika ia sendiri yang mengobatinya.


"AHKK!"


Satu tamparan keras mendarat di pipi Salsa yang masih terluka. Ia meringis kesakitan sambil menatap wajah Sam dengan benci. Bekas tamparan di pipinya masih terasa berdenyut-denyut.


"Ini kan yang Lo mau?!!" tanya Sam dingin sambil melipat kedua tangannya di atas dada tanpa rasa bersalah.

__ADS_1


"Lo jahat!! Gak punya hati!! Hikss ..." ucap Salsa sambil meneteskan air matanya menahan sakit di pipinya.


Sam menaikkan alisnya, "Ckk, dasar cewek gak tau di untung! Tadi di obatin malah marah-marah! Udah baik gue mau ngobatin! Dan sekarang, ini kan yang Lo minta?!" ujarnya lalu berlalu pergi.


Namun sebelum pergi ia mengambil kotak P3k dulu lalu melemparkannya ke Salsa, "Obatin tuh luka Lo sendiri! Gue pergi dulu!" ucapnya dan setelah itu langsung mengunci pintu kamar tersebut.


Salsa memegangi pipinya sambil menatap ke depan kosong, "Ayah ... Bunda ... Sakit sekali ..." rilihnya sambil memegangi pipinya dengan air mata terus menetes.


Salsa beranjak dari tempat duduknya dan berjalan dengan pelan menuju sebuah jendela. Ia membuka tirai tersebut, siapa tahu ada kesempatan untuk kabur. Terlihatlah banyak sekali pepohonan di luar sana, tempatnya juga sangat gelap. Tidak ada satupun rumah selain markas itu.


"Apakah ini di tengah hutan?" gumamnya yang memang markas itu berada di tengah hutan.


Gadis itu menatap pemandangan langit malam yang begitu indah di hiasi bulan dan bintang-bintang kecil. Karena kamar itu berada di lantai atas membuatnya bisa melihat indahnya langit malam, walupun tidak jelas karena terhalangi kaca jendela.


Salsa menatap ke atas sambil mengangkat tangann kanannya dan meletakkan di kaca jendela. Tak sengaja pandangannya melihat gelang yang melingkar di lengannya. Ia menatap gelang itu sendu, rasanya saat ini ia sangat merindukan sang pengasih gelang tersebut.


"Kak Sam, Kakak dimana? Aca kangen ..." rilihnya, "Tolong Aca Kak, bantu Aca keluar dari sini," tak terasa air matanya kembali menetes.

__ADS_1


>Bersambung....


Jangan jadi pembaca gelap dong guys. Kalau tidak bisa komen setidaknya kasih like biar aku nulisnya tambah semangat 🙂


__ADS_2